Topik / Keyword
Komaidi mengatakan, konflik geopolitik, gangguan supply chain & distribusi energi serta naiknya kebutuhan energi di Asia, telah menciptakan tekanan besar ke pasar global.
/data/photo/2022/02/14/620a874aaf89b.jpg)
Harga minyak dunia melemah akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga AS, pertemuan Trump-Xi, inflasi, dan ketegangan geopolitik Iran.

AS dan Iran terjebak dalam ketegangan tanpa kesepakatan damai. Jika kesepakatan gagal, pakar menilai perang berlanjut meski tidak intens
Arab Saudi dilaporkan melancarkan sejumlah serangan yang tidak dipublikasikan terhadap Iran sebagai respons atas serangan yang sebelumnya dilakukan ke wilayah kerajaan
Amerika Serikat dilaporkan mulai melepas 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis Nasionalnya ke perusahaan-perusahaan energi pasca perang AS-Iran
Presiden AS, Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi ‘kritis’. Dia juga sebut proposal terbaru Iran sebagai sesuatu yang bodoh
Puan menjelaskan bahwa RI kini berada dalam tekanan, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah imbas konflik geopolitik. Salah satu penyebab utamanya penutupan Selat Hormuz.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini Senin 11 5 2026 , turun 32 poin atau sekitar 18 persen ke level Rp17.414 per dolar AS.
Harga minyak dunia melonjak usai Donald Trump menolak proposal Iran untuk mengakhiri perang. Pasokan global terganggu akibat Selat Hormuz ditutup. Baca di sini
Otoritas Iran menggunakan apa yang disebut sebagai “armada nyamuk” yang dapat secara efektif melawan Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Iran menegaskan tidak akan melepaskan kendalinya atas Selat Hormuz dan akan mengubah rezim pengendalian di jalur air tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperingatkan bahwa pihaknya bisa meningkatkan operasi militer di Selat Hormuz, jika kesepakatan dengan Iran gagal tercapai.