Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif11 Mei 2026 pukul 00.01

Iran andalkan armada kecil untuk kendalikan Selat Hormuz

Otoritas Iran menggunakan apa yang disebut sebagai “armada nyamuk” yang dapat secara efektif melawan Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Iran andalkan armada kecil untuk kendalikan Selat Hormuz

Iran disebut memanfaatkan apa yang disebut sebagai “armada nyamuk” untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Laporan Financial Times yang dikutip para ahli pada Minggu menyebut armada itu terdiri dari ratusan kapal, dan menjadi salah satu instrumen utama Teheran dalam menjaga pengaruh militer di jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam penjelasan yang dikutip majalah National Defense pada April, armada itu digambarkan mencakup sekitar 20 kapal selam mini kelas Ghadir serta beberapa ribu kapal cepat rudal dan kapal serang. Kapal-kapal tersebut dinilai mampu memberi tekanan terhadap Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz dan Teluk Persia, terutama karena jumlahnya yang besar dan karakter operasinya yang lincah.

Financial Times melaporkan bahwa tidak semua kapal dalam armada itu memiliki persenjataan berat. Sebagian hanya dibekali senjata ringan, sementara yang lain dilengkapi rudal jarak pendek. Jika digabungkan dengan kemampuan rudal dan drone milik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, kekuatan ini dinilai membantu Iran mempertahankan ancaman yang cukup untuk menghambat kapal-kapal melintas di selat tersebut.

Publikasi itu juga menilai armada nyamuk merupakan kekuatan permukaan paling aktif milik Iran. Angkatan laut Iran disebut mengandalkan kombinasi kapal buatan dalam negeri yang murah dan mudah diganti dengan sejumlah model yang lebih canggih, sehingga armada itu tetap relevan sebagai alat pertahanan maupun tekanan di kawasan perairan penting itu.

Financial Times menambahkan bahwa armada nyamuk tetap memegang peran sentral dalam pengendalian Selat Hormuz, bahkan setelah berakhirnya permusuhan dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi regional sendiri memanas setelah serangan AS dan Israel ke target-target di Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kedua pihak kemudian menyatakan gencatan senjata pada 8 April, sementara pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil pasti dan Amerika Serikat mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sudut pandang lain

Dari sudut pandang keamanan maritim, keberadaan armada kecil berbiaya relatif rendah seperti ini menunjukkan strategi asimetris yang kerap dipakai negara dengan keterbatasan menghadapi kekuatan laut yang lebih besar. Dalam konteks Selat Hormuz, pendekatan tersebut dapat meningkatkan daya tawar Iran karena jalur itu sangat penting bagi arus energi global.

Di sisi lain, ketergantungan pada kapal cepat, rudal jarak pendek, dan drone berpotensi memperpanjang ketegangan di kawasan. Setiap eskalasi di Selat Hormuz bukan hanya berdampak pada hubungan Iran-AS, tetapi juga pada stabilitas perdagangan internasional dan keamanan pelayaran di Teluk Persia.

Lihat versi asli dari sumber

Teheran, VIVA – Otoritas Iran menggunakan apa yang disebut sebagai “armada nyamuk” yang terdiri dari ratusan kapal untuk mengendalikan Selat Hormuz , lapor Financial Times, Minggu, mengutip para ahli.

Pada April, para ahli mengatakan kepada majalah National Defense bahwa Iran, dengan “armada nyamuk”-nya yang terdiri dari sekitar 20 kapal selam mini kelas Ghadir dan beberapa ribu kapal cepat rudal serta kapal serang, dapat secara efektif melawan Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia .

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Financial Times, beberapa kapal tersebut hanya dipersenjatai ringan, tetapi lainnya dilengkapi rudal jarak pendek.

Publikasi itu menekankan bahwa, dikombinasikan dengan persenjataan rudal dan drone milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), armada tersebut membantu Iran “mempertahankan ancaman” yang cukup untuk menghalangi kapal-kapal melintasi Selat Hormuz.

Surat kabar tersebut mengklaim bahwa armada nyamuk” merupakan kekuatan permukaan paling aktif milik Iran. Menurut publikasi itu, angkatan laut Iran menggunakan baik kapal buatan dalam negeri yang murah dan mudah diganti, serta model-model yang lebih canggih.

Financial Times menilai bahwa “armada nyamuk” nyamuk memainkan peran sentral dalam pengendalian Selat Hormuz bahkan setelah berakhirnya permusuhan dengan AS dan Israel.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target-target di Iran, menewaskan lebih dari 3.000 orang. Washington dan Teheran menyatakan gencatan senjata pada 8 April.

Pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil pasti, tanpa laporan dimulainya kembali permusuhan, namun Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Ant)

Dirangkum dari VIVA · oleh Bayu Nugraha

Berita terkait

Inggris Siapkan Kapal Perang dan Jet Tempur untuk Selat Hormuz
VIVAJafmoNews13 Mei 2026, 21.58

Inggris Siapkan Kapal Perang dan Jet Tempur untuk Selat Hormuz

Inggris siap mengerahkan kapal perang, kapal penyapu ranjau tanpa awak, dan jet tempur sebagai bagian dari misi untuk memastikan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz

AS Lepas 53,3 Juta Barel Cadangan Minyak Strategis
VIVAJafmoNews12 Mei 2026, 17.10

AS Lepas 53,3 Juta Barel Cadangan Minyak Strategis

Amerika Serikat dilaporkan mulai melepas 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis Nasionalnya ke perusahaan-perusahaan energi pasca perang AS-Iran

Pakar Nilai Perang AS-Iran Bisa Berlanjut Tanpa Intensitas Tinggi
Detik.comJafmoNews14 Mei 2026, 07.52

Pakar Nilai Perang AS-Iran Bisa Berlanjut Tanpa Intensitas Tinggi

AS dan Iran terjebak dalam ketegangan tanpa kesepakatan damai. Jika kesepakatan gagal, pakar menilai perang berlanjut meski tidak intens

Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Masih Kritis
VIVAJafmoNews12 Mei 2026, 13.00

Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Masih Kritis

Presiden AS, Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi ‘kritis’. Dia juga sebut proposal terbaru Iran sebagai sesuatu yang bodoh

Harga minyak dunia naik setelah Trump tolak proposal damai Iran
VIVAJafmoNews11 Mei 2026, 16.00

Harga minyak dunia naik setelah Trump tolak proposal damai Iran

Harga minyak dunia melonjak usai Donald Trump menolak proposal Iran untuk mengakhiri perang. Pasokan global terganggu akibat Selat Hormuz ditutup. Baca di sini

Mojtaba Khamenei Bahas Langkah Baru Iran Hadapi AS dan Israel
VIVAJafmoNews11 Mei 2026, 00.45

Mojtaba Khamenei Bahas Langkah Baru Iran Hadapi AS dan Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan langkah baru untuk melawan AS dan Israel dalam pertemuannya dengan komandan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran.