Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif16 Mei 2026 pukul 18.38

Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan di Kafe Palembang

Seorang anggota TNI tewas ditembak R di kafe Palembang. Insiden penembakan diduga akibat salah paham saat berjoget.

Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan di Kafe Palembang

Seorang anggota TNI berinisial P meninggal dunia setelah diduga ditembak oleh sesama prajurit berinisial R di sebuah kafe di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu dini hari, 16 Mei, sekitar pukul 02.40 WIB. Peristiwa itu diduga dipicu salah paham saat keduanya berjoget, yang kemudian berkembang menjadi cekcok dan berujung perkelahian.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya keributan di Kafe Panhead yang mengakibatkan korban tewas. Menurut keterangan yang diterima, pelaku diduga mengeluarkan senjata api yang dibawanya dan melepaskan satu tembakan ke arah korban. P sempat dibawa ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan.

Usai kejadian, tim identifikasi Polrestabes Palembang melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa para saksi, dan berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI AD Palembang. Proses awal penanganan perkara juga melibatkan pengumpulan keterangan serta pemeriksaan di lokasi untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Dari pihak TNI, Kodam II/Sriwijaya menyatakan insiden ini ditangani secara serius, profesional, dan transparan. Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, mengatakan Pangdam II/Sriwijaya telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelidikan mendalam agar tidak muncul kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

Yordania menambahkan, Denpom 2/IV Palembang masih melakukan pemeriksaan saksi, pendalaman rekaman CCTV, autopsi jenazah, serta pengumpulan barang bukti. Kodam II/Sriwijaya juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif. Pihak Kodam menyampaikan duka cita dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata api oleh personel bersenjata, terutama saat berada di ruang publik. Selain soal disiplin internal, insiden semacam ini juga berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap profesionalisme aparat jika penanganannya tidak transparan.

Di sisi lain, langkah cepat koordinasi antara kepolisian, Polisi Militer, dan jajaran Kodam menjadi kunci untuk menjaga objektivitas pemeriksaan. Hasil penyelidikan resmi akan menentukan apakah peristiwa ini murni akibat konflik spontan atau ada unsur pelanggaran lain yang perlu diproses lebih lanjut sesuai hukum militer dan pidana.

Lihat versi asli dari sumber

Seorang anggota TNI berinisial (P) meninggal dunia diduga karena ditembak oleh sesama rekannya sesama anggota berinisial R (23) di salah satu kafe di Palembang , Sumatera Selatan, Sabtu (16/5) sekitar pukul 02.40 WIB.

Kapolsek IB I Palembang Kompol Fauzi Saleh membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Benar ada kejadian keributan semalam di Kafe Panhead, korban ada yang meninggal dunia," kata Fauzi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keributan diduga terjadi karena salah paham antara korban dengan pelaku saat berjoget di kafe tersebut, kemudian terjadi cekcok yang berujung perkelahian.

Saat itu, pelaku diduga mengeluarkan senjata api yang dibawanya dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban hingga P tewas.

Korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka tembak di bagian perut sebelah kanan.

Setelah kejadian, tim identifikasi Polrestabes Palembang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi- saksi serta berkoordinasi dengan Polisi Militer TNI AD Palembang.

Sementara itu, Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan insiden itu dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut dan telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Yordania.

Ia menjelaskan Denpom 2/IV Palembang masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti

TNI juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

Yordania mengatakan proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan.

"Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif," katanya.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait