Pemkot Bekasi bantu pendidikan anak pedagang tahu yang tewas
Pemkot Bekasi akan menanggung biaya pendidikan anak pedagang tahu yang tewas tertabrak mobil berstiker SPPG.
/data/photo/2026/05/13/6a0441feee119.jpg)
Pemerintah Kota Bekasi menyatakan akan menanggung biaya pendidikan anak dari Sanoeri, pedagang tahu berusia 41 tahun yang tewas setelah ditabrak mobil berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama anak korban yang masih membutuhkan dukungan pendidikan.
Dalam keterangan resminya pada Rabu (13/5/2026), Tri menyebut Pemkot Bekasi siap membantu pembiayaan pendidikan anak Sanoeri. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan keluarga korban tetap mendapat perlindungan setelah peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Selasa (12/5/2026) itu. Kecelakaan tersebut membuat Sanoeri sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Sentosa Bekasi Timur sebelum akhirnya meninggal dunia.
Tri juga menjelaskan bahwa biaya pengobatan korban lain yang masih dirawat akan ditanggung melalui BPJS. Menurut dia, para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit akan tetap ter-cover oleh BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan sampai kondisi mereka pulih. Saat ini, dua korban lain yang terluka adalah Neni Anggraeni, pedagang ayam goreng berusia 32 tahun, dan Putut Dwi Putranto, kenek mobil berusia 52 tahun, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Di sisi penegakan hukum, polisi telah mengamankan Wawan Supandi, sopir mobil yang menabrak dua gerobak pedagang di lokasi kejadian. Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia mengatakan sopir hanya mengalami luka ringan dan kini sudah diamankan untuk pendalaman lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut dengan memeriksa sopir, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, meminta rekaman CCTV, dan memeriksa sejumlah saksi.
Sudut pandang lain
Kasus ini menyoroti kerentanan pekerja sektor informal yang bergantung pada aktivitas harian di ruang publik, sekaligus pentingnya perlindungan sosial bagi keluarga korban kecelakaan. Komitmen pemerintah daerah untuk menanggung pendidikan anak korban dapat meredam dampak ekonomi jangka panjang yang biasanya muncul setelah pencari nafkah utama meninggal dunia.
Dari sisi tata kelola keselamatan jalan, penyelidikan polisi menjadi krusial untuk memastikan apakah kecelakaan dipicu faktor kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan, atau situasi lalu lintas di lokasi. Hasil pemeriksaan juga akan menentukan langkah pertanggungjawaban pihak terkait serta menjadi pelajaran bagi pengawasan kendaraan yang beroperasi di ruang publik.
Lihat versi asli dari sumber
BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan membantu biaya pendidikan anak dari Sanoeri (41), pedagang tahu yang tewas tertabrak mobil berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
“Anak korban juga akan menjadi perhatian kami. Pemerintah Kota Bekasi siap membantu pembiayaan pendidikannya,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, biaya pengobatan korban kecelakaan lainnya yang masih dirawat di rumah sakit akan ditangguh penuh oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Tri memastikan biaya pengobatan tersebut akan ditanggung sampai para korban kembali pulih.
“ Dan pemerintah memastikan seluruh korban yang saat ini dirawat di rumah sakit akan ter-cover BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan hingga sembuh,” ujar Tri.
Sebagai informasi, peristiwa kecelakaan pada Selasa (12/5/2026) tersebut mengakibatkan Sanoeri tewas usai mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Sentosa Bekasi Timur.
Selain itu, seorang pedagang ayam goreng bernama Neni Anggraeni (32) dan kenek mobil Putut Dwi Putranto (52) mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga saat ini.
Sementara itu, polisi telah menangkap Wawan Supandi (56), sopir mobil yang menabrak dua gerobak pedagang di lokasi kejadian.
“Untuk sopir sementara hanya luka ringan dan sudah kami amankan untuk dilakukan pendalaman,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia kepada awak media, Selasa.
Gefri mengatakan, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.Selain memeriksa sopir, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, meminta rekaman CCTV, serta memeriksa sejumlah saksi.
telah mencoba menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, dan Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi yang diberikan.
Selain itu, Kompas.com juga sudah berusaha untuk mengonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak sppg yang datang ke rumah duka korban, tetapi tidak ada jawaban yang diberikan.
Berita terkait
/data/photo/2026/05/12/6a02dacfbf53e.jpg)
Mobil van tabrak dua gerobak di Bekasi, tiga orang luka
Polisi mengatakan, saat ini kasus mobil van putih tabrak gerobak pedagang di Bekasi Timur masih dalam proses penyelidikan.
/data/photo/2026/05/13/6a044b4b741a3.jpg)
Pemotor Tewas di Johar Baru Diduga Menyalip Truk
Pengemudi motor EV tewas di lampu merah Galur, Jakarta Pusat, setelah menyalip truk dan memotong jalan. Sopir kini ditahan, polisi dalami bukti.
Moge Tabrak BMW di Kanada, Tersangkut di Lampu Lalu Lintas
Sebuah kecelakaan tak biasa melibatkan motor gede atau moge dan sedan BMW menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial dan banyak dibagikan warganet.

Brigadir Arya Tewas Ditembak Saat Gagalkan Curanmor di Lampung
Brigadir Arya Supena (34) tewas setelah ditembak pelaku curanmor di bagian kepala.

WNA Dijambret di Bundaran HI, Polisi Kejar Pelaku
Video viral menunjukkan seorang WNA dijambret di Bundaran HI, Jakarta. Polisi sedang mengejar pelaku dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
BGN Minta Semua Pegawai SPPG Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya perlindungan tenaga kerja bagi relawan dan pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian program MBG.