Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 14.20

Menteri LH Dorong Daerah Ikuti Gerakan Pilah Sampah

Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat mengajak pemerintah daerah sinkronkan gerakan pilah sampah di Jakarta. Program ini bertujuan mengurangi volume sampah.

Menteri LH Dorong Daerah Ikuti Gerakan Pilah Sampah

Menteri Lingkungan Hidup mendorong pemerintah daerah di Indonesia mengikuti gerakan pilah sampah yang lebih dulu dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program ini ditujukan untuk menekan volume sampah dari rumah tangga melalui pemisahan sampah organik, anorganik, B3, dan residu sejak dari sumbernya.

Dalam sambutannya pada Minggu, 10 Mei 2026, Jumhur Hidayat menyebut Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena sudah memulai langkah pengelolaan sampah secara lebih terstruktur. Ia menilai gerakan ini penting sebagai tonggak baru bagi upaya menjaga kebersihan dan meningkatkan kualitas hidup warga, sekaligus menjadi dasar adopsi gagasan serupa di wilayah lain.

Jumhur memaparkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 141 ribu ton sampah per hari, sementara Jakarta menyumbang sekitar 8 ribu ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen sampah di tingkat nasional masih belum terolah dengan baik. Karena itu, menurut dia, pemerintah pusat menyiapkan peta jalan pengelolaan sampah agar persoalan ini dapat ditangani dalam dua hingga tiga tahun ke depan dan sampah bisa memiliki nilai ekonomi.

Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup tidak semata-mata akan memberi teguran atau sanksi kepada daerah. Kementerian, kata dia, juga akan menawarkan solusi, opsi kebijakan, dan dorongan agar setiap provinsi menyiapkan fasilitas yang memadai supaya pemilahan sampah berjalan efektif. Dalam pandangannya, bupati, gubernur, camat, hingga lurah perlu memastikan kebijakan dan sarana pendukung hadir bersamaan.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan persoalan sampah di Jakarta tidak bisa diselesaikan sendiri. Ia berharap gerakan pilah sampah dapat menjadi langkah baru yang lebih serius, dengan dukungan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, agar masalah yang selama ini tak kunjung tuntas dapat diakhiri. Pada kesempatan itu, aktivis lingkungan Jerhemy Owen juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta Bersih Pilah Sampah yang memuat komitmen pemilahan sampah 100 persen di rumah tangga, fasilitas umum, kawasan komersial, dan industri, serta penguatan sistem pengelolaan terintegrasi dan edukasi publik.

Sudut pandang lain

Gerakan pilah sampah di Jakarta dapat dibaca sebagai upaya membangun model pengelolaan sampah perkotaan yang bisa direplikasi daerah lain. Jika fasilitas pemilahan, pengangkutan, dan pengolahan tidak disiapkan secara konsisten, program semacam ini berisiko berhenti di level imbauan warga.

Dari sisi kebijakan, pernyataan pemerintah pusat menunjukkan pendekatan yang lebih kolaboratif antara regulasi, edukasi, dan penyediaan sarana. Ini penting karena persoalan sampah bukan hanya soal kedisiplinan rumah tangga, tetapi juga soal rantai pengelolaan yang terintegrasi dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir.

Lihat versi asli dari sumber

Gerakan Pilah Sampah merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi volume sampah langsung dari rumah tangga. Program tersebut difokuskan pada pemisahan sampah organik, anorganik, B3, dan residu. Gerakan ini melibatkan partisipasi aktif warga, PKK, dan pengurus RW untuk membuat tempat sampah terpisah.

"Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jakarta dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warganya. Memang, Jakarta harus paling depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik oleh presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan roadmap pengelolaan sampah agar dalam dua tahun persoalan ini selesai di seluruh Indonesia," ujar Jumhur Hidayat dalam sambutannya, Minggu (10/5/2026).

Jumhur mengatakan Jakarta lebih dulu menjalankan gerakan pilah sampah sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Dan Jakarta mendahului membuat itu, alhamdulillah. Artinya, kita bisa mengadopsi beberapa gagasan dan pemikiran. Mungkin juga bisa terjadi sinkronisasi," katanya.

Jumhur menjelaskan seluruh Indonesia menghasilkan sekitar 141 ribu ton sampah setiap hari. Sementara di Jakarta, volume sampah mencapai sekitar 8 ribu ton per hari. Faktanya, di seluruh Indonesia, masih 75% sampah belum terolah dengan baik.

Menurutnya, presiden telah merencanakan gerakan serius untuk memerangi persoalan sampah di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

"Tentunya, kita sebagai aparaturnya, insyaallah, harus lebih serius lagi untuk memastikan bahwa cita-cita menjadikan sampah bukan hanya sebagai masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, bisa menjadi kenyataan dalam dua hingga tiga tahun mendatang," tuturnya.

Jumhur menegaskan Kementerian LH tidak hanya memberikan sanksi atau teguran kepada daerah, tetapi juga akan menawarkan solusi dan opsi kebijakan terkait pengelolaan sampah.

"Maka, ke depan, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberi teguran sekaligus mendiskusikan, bahkan menyodorkan opsi-opsi kebijakan yang mungkin dilakukan bagi setiap provinsi, khususnya juga di Jakarta ini. Mari sama-sama kita berpikir," jelasnya.

Jumhur mengajak seluruh daerah di Indonesia menjalankan gerakan pilah sampah dengan dukungan fasilitas yang memadai agar pemilahan sampah dapat berjalan lancar.

"Karena itu, para bupati, gubernur, camat, hingga lurah harus memastikan gerakan pilah sampah bertemu dengan kebijakan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemilahan sampah dapat berjalan secara sempurna," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan persoalan sampah di Jakarta tidak bisa diselesaikan sendirian. Ia berharap gerakan pilah sampah dapat menjadi langkah baru dalam menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta.

"Saya meyakini, melalui arahan dan kepemimpinan Bapak Menteri Lingkungan Hidup, mudah-mudahan persoalan pilah sampah ini, bersama Pak Menko Pangan, dapat kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius sehingga menjadi gerakan baru bagi Jakarta dalam memilah sampah. Harapan saya, mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta yang dari waktu ke waktu tidak pernah terselesaikan, akhirnya dapat terselesaikan," tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, aktivis lingkungan hidup, Jerhemy Owen juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta Bersih Pilah Sampah. Deklarasi tersebut memuat komitmen pemilahan sampah 100 % di rumah tangga, fasilitas umum, kawasan komersial, hingga kawasan industri di Jakarta.

Selain itu, deklarasi tersebut juga menekankan penguatan sistem pengelolaan sampah terintegrasi, pengurangan sampah ke tempat pemrosesan akhir, hingga peningkatan edukasi dan kolaborasi lintas pihak dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

(prf/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait