Empat oditur militer tak diizinkan menjenguk Andrie Yunus di RSCM
Empat Oditur Militer sempat hendak menjenguk Andrie Yunus di RSCM pada Selasa (12/5/2026) pagi, tetapi ditolak.
/data/photo/2026/05/12/6a02c4bed9d27.jpg)
Empat personel Oditur Militer II-07 Jakarta tidak dapat menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026). Kunjungan tersebut ditolak karena Andrie masih dalam masa pemulihan usai menjalani operasi dan belum mendapat izin dari tim dokter maupun kuasa hukumnya.
Keempat oditur itu adalah Letkol Chk Muhammad Iswadi, Mayor Chk Wasinton Marpaung, Letkol Chk Upen Jaya Supena, dan Kapten Chk Citra Dewi Manurung. Muhammad Iswadi mengatakan, mereka datang dengan pertimbangan kemanusiaan untuk membesuk Andrie yang disebut sebagai korban dalam perkara yang tengah ditangani. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter, manajemen rumah sakit, dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukum Andrie, mereka memahami bahwa kondisi pasien belum memungkinkan untuk menerima kunjungan.
Berdasarkan penjelasan pihak rumah sakit, Andrie masih harus menjaga posisi tubuh tetap statis, terutama pada bagian bahu kanan, agar proses penyembuhan tidak terganggu. Karena itu, kunjungan dinilai berisiko terhadap hasil operasi. Usai pertemuan di RSCM, para oditur menyatakan akan menyusun laporan untuk disampaikan kepada atasan mereka sebagai bahan pembahasan lebih lanjut.
Laporan tersebut juga akan menjadi dasar untuk mempertimbangkan langkah berikutnya dalam proses peradilan militer, termasuk kemungkinan menghadirkan dokter yang menangani Andrie ke persidangan. Iswadi menyebut, bila diperintahkan, pihaknya akan kembali menemui dokter untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi Andrie sebelum menyusun tuntutan.
Sementara itu, kuasa hukum Andrie, Airlangga Julio, menyatakan kliennya memang tidak bersedia dikunjungi oleh pihak yang berasal dari institusi TNI. Menurut dia, kunjungan hanya dibuka bagi keluarga dan penasihat hukum. Di lokasi yang sama, mantan penyidik KPK Novel Baswedan lebih dulu menjenguk Andrie pada pagi hari dan menyampaikan bahwa kondisi Andrie baik, seraya memberikan dukungan moral agar proses pemulihannya berjalan lebih cepat.
Sudut pandang lain
Kasus ini memperlihatkan pentingnya batas antara kebutuhan hukum dan hak pasien dalam masa pemulihan. Meski kunjungan dilakukan dengan alasan kemanusiaan, keputusan rumah sakit dan kuasa hukum menunjukkan bahwa aspek medis tetap menjadi prioritas utama ketika tindakan tertentu berisiko mengganggu penyembuhan.
Dari sisi proses peradilan militer, penolakan kunjungan tidak menghentikan jalur pemeriksaan perkara, tetapi dapat memengaruhi cara aparat memperoleh informasi medis yang relevan. Jika dokter yang menangani korban dihadirkan ke persidangan, keterangan medis akan menjadi unsur penting untuk memastikan proses hukum berjalan dengan tetap menghormati kondisi korban.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA, KOMPAS.com - Empat personel Oditur Militer II-07 Jakarta ditolak saat hendak menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Keempat oditur tersebut adalah Letkol Chk Muhammad Iswadi, Mayor Chk Wasinton Marpaung, Letkol Chk Upen Jaya Supena, dan Kapten Chk Citra Dewi Manurung.
Mereka tidak dapat bertemu dengan Andrie karena belum mendapat izin dari tim dokter maupun kuasa hukum yang bersangkutan.
"Siang hari ini, secara dari sisi kemanusiaan, kami ingin membesuk atau menengok saudara Andrie Yunus yang menjadi korban dari para terdakwa," ujar Letkol Chk Muhammad Iswadi saat dijumpai di RSCM.
"Namun saudara Andrie Yunus baru selesai melaksanakan operasi dan hari ini pasca operasi masih dalam proses penyembuhan, sehingga memang betul tidak bisa dikunjungi," sambungnya.
Keempat oditur kemudian ditemui oleh tim dokter, manajemen RSCM, serta Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukum Andrie Yunus.
Berdasarkan penjelasan dokter, kondisi Andrie masih dalam tahap pemulihan sehingga kunjungan dinilai berisiko terhadap proses penyembuhan.
"Dan di sebelah kanan, bahu sebelah kanan itu tidak boleh bergerak. Tadi informasi dari manajemen rumah sakit, ini harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit, nanti operasinya akan gagal. Jadi kami, kami memahami situasi dari saudara Andre Yunus," jelasnya.
Usai kunjungan tersebut, keempat oditur akan menyusun laporan untuk disampaikan kepada atasan mereka.
Laporan itu akan menjadi bahan pembahasan lanjutan, termasuk kemungkinan menghadirkan dokter yang menangani Andrie dalam persidangan peradilan militer.
"Kalau memang nanti kami diperintahkan untuk bertemu dokter, nanti kami akan menemui dokter untuk menanyakan kondisi terakhir saudara Andre Yunus sebelum kami membuat tuntutan," jelas Iswadi.
Berdasarkan pantauan Kompas.com , keempat oditur tiba di Gedung Kencana RSCM pukul 09.50 WIB. Mereka menunggu di lobi sebelum diizinkan masuk ke area dalam pukul 10.15 WIB.
Mereka kemudian meninggalkan RSCM pukul 11.03 WIB dan sempat memberikan keterangan kepada media.
Sementara itu, anggota TAUD Airlangga Julio menyebut Andrie Yunus memang tidak bersedia dikunjungi oleh pihak Oditur Militer.
"Tidak bersedia untuk dikunjungi oleh siapa pun yang berasal dari institusi TNI," ujar Airlangga saat ditemui secara terpisah di RSCM pada Selasa.
"Jadi hanya (boleh dikunjungi) keluarga dan kuasa hukum saja," tambahnya.
Novel Baswedan jenguk Andrie Yunus
Sebelum kedatangan empat oditur militer, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, lebih dulu menjenguk Andrie Yunus di RSCM.
Novel tiba di Gedung Kanigara RSCM pukul 08.10 WIB dan langsung menemui Andrie.
Ia meninggalkan lokasi pukul 09.15 WIB dan sempat memberikan keterangan kepada wartawan.
"Tadi saya pagi-pagi nengok Mas Andrie Yunus," ujar Novel kepada wartawan.
Novel mengatakan, Andrie Yunus dalam kondisi baik. Ia pun sempat berbincang dan memberikan motivasi kepada Andrie.
"Saya tentunya nengok bicara kesehatan, memotivasi secara psikis agar psikisnya kuat. Karena psikis tentunya berkontribusi besar untuk pemulihan dan kesembuhan," jelas Novel.
"Dan saya lebih bicara hal yang ringan karena saya tahu Andrie mendapatkan beban yang sangat berat sebagai korban dan saya tentunya enggak ingin bicara yang membebani Andrie," tambahnya.
Selain kehadiran Novel Baswedan, anggota TAUD Airlangga Julio dan Fadhil Alfathan juga terlihat berada di RSCM pada Selasa.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya juga hadir di RSCM.
Berita terkait

Andrie Yunus Tolak Kunjungan Oditur Militer di RSCM
TAUD selalu kuasa hukum Andrie Yunus akan menyampaikan penolakan kliennya kepada oditur militer.
/data/photo/2026/03/17/69b93668c5d99.jpeg)
Kondisi Andrie Yunus Masih Dipantau Usai Serangan Air Keras
Kondisi kesehatan terkini aktivis KontraS, Andrie Yunus setelah dua bulan disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat, sudah membaik.

TAUD Desak Dakwaan Kasus Air Keras Andrie Yunus Dicabut
Tim Advokasi untuk Demokrasi mendesak Pengadilan Militer II-08 Jakarta mencabut dakwaan terhadap prajurit TNI pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus.

Terdakwa penyiraman air keras ke Andrie Yunus minta tetap berdinas di TNI
Terdakwa I mengaku menyesali perbuatannya yang telah menyiramkan cairan campuran pembersih karat dan air aki ke Andrie Yunus
Terdakwa Akui Emosi Usai Lihat Video Interupsi Andrie Yunus
Fakta baru terungkap dalam sidang perkara penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Salah satu terdakwa, anggota Denma BAIS TNI mengaku tersulut emosi.
Edi Sudarko Sebut Andrie Yunus Arogan dalam Sidang Militer
Terdakwa I, Sersan Dua Edi Sudarko, membeberkan alasan dirinya melakukan penyiraman terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dalam sidang di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu 13 5 2026 . Ia menilai Andrie bersikap arogan dan ?? over acting .