Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNetral12 Mei 2026 pukul 11.23

DPR Buka Masa Sidang V, 287 Anggota Absen

DPR RI menggelar rapat paripurna ke-18 masa sidang V 2025-2026, dipimpin Puan Maharani. Fokus pada isu ekonomi dan penghormatan untuk korban kecelakaan.

DPR Buka Masa Sidang V, 287 Anggota Absen

DPR RI menggelar rapat paripurna ke-18 untuk membuka Masa Sidang V Tahun Sidang 2025-2026, Selasa (12/5), setelah para anggota menjalani masa reses sejak 22 April lalu. Sidang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani dan dinyatakan memenuhi kuorum meski hanya dihadiri 292 dari total 579 anggota DPR, sementara 287 anggota tercatat absen.

Puan membuka rapat dengan menyebutkan bahwa daftar hadir telah ditandatangani 292 anggota dari seluruh fraksi. Dengan kehadiran lebih dari separuh anggota, paripurna tetap dapat berlangsung sesuai ketentuan. Masa sidang V ini akan berjalan sekitar dua bulan, yakni mulai 12 Mei hingga 21 Juli 2025.

Dalam pengantar sidang, Puan menyinggung sejumlah isu yang akan menjadi perhatian DPR selama masa sidang berlangsung. Salah satu sorotan adalah dampak tekanan global terhadap perekonomian nasional, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak, naiknya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi akibat terganggunya rantai pasok dunia.

Selain agenda politik dan legislasi, Puan juga menyampaikan dukacita atas sejumlah peristiwa yang menelan korban jiwa. Ia menyebut kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, kecelakaan bus di jalur lintas Sumatera di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, serta wafatnya prajurit TNI Praka Rico Pramudia di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian PBB.

Duka cita juga disampaikan atas meninggalnya anggota BPK RI Haerul Saleh yang tewas dalam insiden kebakaran di kediamannya pada 8 Mei. DPR menegaskan penghormatan atas pengorbanan para putra terbaik bangsa yang menjalankan tugas negara, termasuk misi perdamaian internasional.

Sudut pandang lain

Pembukaan masa sidang dengan tingkat kehadiran yang tidak penuh menunjukkan tantangan konsistensi kehadiran anggota legislatif di tengah agenda politik yang padat. Meski kuorum tercapai, absennya hampir separuh anggota bisa memunculkan sorotan publik terhadap efektivitas kerja parlemen.

Di sisi lain, penekanan Puan pada isu ekonomi global menandakan DPR akan menghadapi pembahasan yang erat dengan kondisi makroekonomi, terutama soal harga energi, distribusi, dan ketahanan pasokan. Pernyataan duka juga memperlihatkan fungsi simbolik DPR dalam merespons peristiwa nasional yang berdampak pada rasa kebangsaan dan solidaritas publik.

Lihat versi asli dari sumber

DPR RI menggelar rapat paripurna ke-18 pembukaan masa sidang V 2025-2026 setelah mereka sebulan menjalani masa reses sejak 22 April lalu, Selasa (12/5).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPR Puan Maharani dan dihadiri 292 dari 579 anggota DPR, dengan 287 anggota yang absen.

"Menurut catatan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir pada permulaan rapat paripurna DPR RI hari ini telah ditandatangani oleh 292 orang anggota dari seluruh fraksi," kata Puan mengawali rapat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Paripurna tetap dinyatakan kuota forum (kuorum) karena dihadiri lebih dari 50 persen anggota. Menurut Puan, masa sidang V akan berlangsung sekitar dua bulan mulai 12 Mei hingga 21 Juli mendatang.

Selama kurun waktu itu, DPR menyoroti sejumlah isu dan program legislasi, salah satunya terkait dampak tekanan global ke perekonomian nasional seperti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kita mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan Bahan Bakar Minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global," kata Puan.

Dia turut menyampaikan dukacita untuk para korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur dan kecelakaan bus di jalan lintas sumatera, tepatnya di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Puan juga menyampaikan dukacita atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian PBB, Praka Rico Pramudia. Termasuk duka cita atas meninggalnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Haerul Saleh yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran di kediamannya pada Jumat (8/5) lalu.

"DPR RI menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengorbanan para putra terbaik bangsa dalam mengemban tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia," ucapnya.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait