Live|
Kompas.comVersi JafmoNewsNetral14 Mei 2026 pukul 07.42

Hyundai Belum Naikkan Harga Mobil Meski BBM Menguat

Hyundai mengaku masih menahan harga mobil meski harga BBM dan nilai tukar rupiah sedang mengalami tekanan.

Hyundai Belum Naikkan Harga Mobil Meski BBM Menguat

Hyundai Motor Indonesia menyatakan belum ada penyesuaian harga kendaraan meski harga bahan bakar minyak, terutama solar nonsubsidi, mengalami kenaikan dan nilai tukar rupiah melemah. Perusahaan menegaskan setiap keputusan harga akan melihat kondisi pasar secara menyeluruh, termasuk dampak dari biaya bahan bakar dan kurs mata uang.

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan penyesuaian harga bisa saja dipertimbangkan jika kenaikan harga bahan bakar berlangsung signifikan dan disertai pelemahan nilai tukar yang berpengaruh pada biaya usaha. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026), sembari menekankan bahwa faktor-faktor tersebut akan dikombinasikan dalam perhitungan harga mobil.

Menurut Fransiscus, pasar otomotif Indonesia saat ini masih berlangsung kompetitif. Sejumlah merek disebut tengah berlomba menghadirkan produk baru dan menawarkan berbagai program agar daya beli konsumen tetap terjaga. Hyundai, kata dia, juga menjalankan langkah serupa untuk meramaikan persaingan di industri otomotif nasional.

Meski belum ada rencana kenaikan harga dalam waktu dekat, pelaku industri tetap memantau perkembangan harga BBM dan pelemahan rupiah. Kedua faktor itu dinilai dapat memengaruhi biaya produksi, distribusi, hingga harga jual kendaraan di pasar domestik. Karena itu, arah harga mobil ke depan masih sangat bergantung pada dinamika biaya dan kondisi persaingan pasar.

Sudut pandang lain

Dari sisi industri, kenaikan BBM dan pelemahan rupiah biasanya berdampak berlapis: biaya logistik naik, komponen impor menjadi lebih mahal, dan margin produsen ikut tertekan. Dalam kondisi seperti ini, produsen otomotif cenderung menahan harga selama mungkin untuk menjaga penjualan, terutama ketika persaingan antarmerek masih ketat.

Bagi konsumen, sinyal belum adanya penyesuaian harga bisa memberi ruang untuk membeli kendaraan sebelum kemungkinan kenaikan terjadi. Namun, jika tekanan biaya berlanjut, penyesuaian harga berpotensi muncul di kemudian hari, sehingga pasar otomotif akan sangat ditentukan oleh stabilitas kurs dan pergerakan harga energi.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama solar non subsidi, mulai menjadi perhatian di industri otomotif. Sebab, kondisi tersebut dinilai bisa berdampak pada biaya operasional kendaraan hingga potensi penyesuaian harga mobil baru.

Meski demikian, Hyundai Motor Indonesia memastikan sampai saat ini belum melakukan penyesuaian harga kendaraan akibat kenaikan BBM maupun pelemahan nilai tukar rupiah.

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan keputusan penyesuaian harga nantinya akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan kurs mata uang.

“Tergantung dari naiknya harga bensin tersebut atau harga bahan bakar tersebut. Nah kalau bahan bakarnya naik cukup signifikan, kemudian nilai tukar mata uang juga naik. Kita akan kombinasikan itu semua menjadi yang namanya harga mobil” ujar Fransiscus saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Meski begitu, Fransiscus menilai kondisi pasar otomotif saat ini masih cukup kompetitif. Sejumlah merek disebut justru sedang berlomba menghadirkan produk baru dan berbagai program menarik demi menjaga daya beli konsumen.

“Sekarang seluruh pemain yang ada di dalam industri otomotif Indonesi sebetulnya lagi berusaha untuk bisa meramaikan industri otomotif di Indonesia,” ujarnya.

"Beberapa pemain itu meluncurkan produk-produk baru, kemudian kasih benefit yang lebih menarik untuk customer. Termasuk Hyundai juga melakukan hal-hal tersebut,” lanjutnya.

Meski belum ada kenaikan harga dalam waktu dekat, kondisi pelemahan rupiah dan kenaikan harga BBM tetap menjadi faktor yang dipantau pelaku industri otomotif karena dapat memengaruhi biaya produksi, distribusi, hingga harga jual kendaraan di pasar domestik.

Dirangkum dari Kompas.com · oleh Kompas Cyber Media

Berita terkait

Penjualan Honda di Indonesia Tertekan pada Awal 2026
VIVAJafmoNews14 Mei 2026, 10.05

Penjualan Honda di Indonesia Tertekan pada Awal 2026

Nama Honda dulu identik dengan salah satu merek mobil paling kuat di Indonesia. Namun kondisi pasar otomotif nasional saat ini mulai berubah dan posisi Honda terlihat.

Mobil China Menguat, BYD Tembus Tiga Besar, Rupiah Jadi Sorotan
VIVAJafmoNews14 Mei 2026, 08.15

Mobil China Menguat, BYD Tembus Tiga Besar, Rupiah Jadi Sorotan

Kali ini perhatian tertuju pada dominasi merek mobil China di Indonesia, lonjakan posisi BYD di pasar otomotif, hingga dampak pelemahan rupiah terhadap industri kendaraan

Lima Mobil Listrik dengan Rasio Harga dan Jarak Tempuh Menarik
VIVAJafmoNews11 Mei 2026, 01.28

Lima Mobil Listrik dengan Rasio Harga dan Jarak Tempuh Menarik

Persaingan mobil listrik di Indonesia kini semakin menarik karena produsen tidak hanya berlomba menghadirkan teknologi baru, tetapi juga efisiensi daya jelajah. Salah sat

VKTR Umumkan Transisi Kepemimpinan usai Pengunduran Diri Dirut
VIVAJafmoNews14 Mei 2026, 09.42

VKTR Umumkan Transisi Kepemimpinan usai Pengunduran Diri Dirut

VKTR resmi umumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari posisi Direktur Utama. Transisi kepemimpinan disebut tak ganggu bisnis kendaraan listrik.

Petani Bawang Merah Nganjuk Siapkan Air Hadapi El Nino
VIVAJafmoNews13 Mei 2026, 22.31

Petani Bawang Merah Nganjuk Siapkan Air Hadapi El Nino

Petani bawang merah di Nganjuk mengantisipasi ancaman El Nino dengan memperkuat pasokan air melalui sumur sibel demi menjaga produksi tetap stabil. Baca di sini

Ananda Mikola Ditunjuk Pimpin MGPA Mandalika
VIVAJafmoNews13 Mei 2026, 21.04

Ananda Mikola Ditunjuk Pimpin MGPA Mandalika

Mandalika Grand Prix Association resmi menunjuk Ananda Mikola sebagai Direktur Utama baru. Penunjukan legenda balap nasional itu menjadi sinyal kuat bahwa pengelola Perta