Prabowo Santai Hadapi Pelemahan Rupiah
Presiden Prabowo menunjukkan sikap santai menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan santai. Dalam kunjungan ke Desa Tingul, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026, ia mengatakan tidak perlu terlalu khawatir selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum dan menjalankan tugasnya dengan baik.
Prabowo menyebut Purbaya sebagai sosok yang tengah populer. Menurut dia, gejolak kurs lebih banyak dirasakan oleh mereka yang sering bepergian ke luar negeri, bukan masyarakat desa yang sehari-hari tidak menggunakan dolar. Dengan nada berseloroh, Prabowo menyinggung sejumlah tokoh, antara lain Siti Hediati atau Titiek Soeharto, Sakti Wahyu Trenggono, Rosan Perkasa Roeslani, dan Anindya Bakrie, sebagai pihak yang mungkin lebih merasakan dampaknya.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu panik melihat pergerakan rupiah yang melemah. Prabowo juga mengatakan posisi Indonesia masih relatif aman dibanding negara lain, terutama karena sektor pangan dan energi dinilai tetap terjaga. Karena itu, ia menilai tekanan nilai tukar tidak langsung mengganggu kehidupan warga di pedesaan yang tidak memakai mata uang asing dalam transaksi harian.
Di sisi lain, rupiah memang sempat tertekan hingga Rp 17.600 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak krisis moneter Asia 1997-1998. Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi bahkan memprediksi rupiah berpotensi menembus Rp 18.000 per dolar AS pada Mei 2026, dan jika tekanan berlanjut bisa mencapai Rp 22.000.
Ibrahim menilai dua hari perdagangan pada 14 dan 15 Mei menjadi ujian bagi Indonesia karena pasar tutup pada masa libur sementara tensi geopolitik di Timur Tengah terus meningkat. Ia menjelaskan Bank Indonesia hanya dapat melakukan intervensi di pasar internasional selama periode tersebut. Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS dipengaruhi kebijakan The Federal Reserve yang diperkirakan belum menurunkan suku bunga sepanjang 2026. Sementara dari dalam negeri, pelemahan rupiah berisiko menambah tekanan pada APBN, terutama melalui kenaikan belanja subsidi minyak.
Sudut pandang lain
Pernyataan Prabowo menunjukkan upaya meredam kepanikan publik di tengah volatilitas kurs, terutama dengan menekankan bahwa dampaknya tidak merata ke seluruh lapisan masyarakat. Namun, pelemahan rupiah tetap memiliki konsekuensi luas bagi impor, inflasi, dan belanja negara, sehingga penguatan komunikasi fiskal dan moneter menjadi penting.
Dari perspektif kebijakan, situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar. Walau masyarakat pedesaan mungkin tidak menggunakan dolar dalam transaksi harian, tekanan kurs tetap dapat merambat ke harga barang, subsidi energi, dan biaya produksi secara nasional.
Lihat versi asli dari sumber
PRESIDEN Prabowo Subianto menanggapi santai kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Prabowo berujar dirinya tak khawatir dengan kondisi ekonomi Indonesia selama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih bisa tersenyum.
Ketua Umum Partai Gerindra itu berujar saat ini Purbaya adalah sosok yang populer. "Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja enggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo saat berpidato di Desa Tingul, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo menyebut naiknya dolar AS akan berpengaruh kepada orang-orang yang suka bepergian ke luar negeri. Ia sambil berseloroh menyebut beberapa nama, seperti Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati alias Titiek Soeharto yang juga mantan istri Prabowo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
"Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ayo siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Menteri tapi pengusaha, coba kucek. Trenggono? Ada? Sudah enggak ke luar negeri, oh kau ke pulau-pulau," tutur Prabowo.
Prabowo juga menyebut nama Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Anindya Bakrie. "Rosan? Tapi enggak, dia sudah botak. Lu duduk aja. Anin, lu pusing boleh, lu pengusaha, lu Kadin," ucap Prabowo.
Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan pergerakan rupiah terhadap dolar. Mantan menteri pertahanan ini menyebut kondisi Indonesia masih aman dibanding negara-negara lain, khususnya di sektor pangan dan energi.
Ia pun menanggapi santai kondisi tersebut karena masyarakat desa tidak menggunakan mata uang asing dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia tak khawatir dengan peringatan orang-orang soal rupiah yang melemah. "Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?" ucapnya.
Pada perdagangan Jumat pagi, 15 Mei 2026, rupiah sempat melemah hingga ke level Rp 17.600 per dolar AS. Angka ini adalah yang tertinggi sejak krisis moneter Asia pada 1997-1998.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah akan menembus level Rp 18.000 per dolar AS pada Mei 2026. “Kalau seandainya tembus Rp 18.000 di bulan Mei ini, ada kemungkinan besar rupiah itu akan menembus level Rp 22.000,” kata Ibrahim dalam keterangannya pada Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menilai, dua hari terakhir, yaitu Kamis 14 Mei dan Jumat 15 Mei, merupakan ujian bagi Indonesia. Sebab, pada saat perdagangan libur karena tanggal merah, tensi geopolitik di Timur Tengah terus memanas.
Sementara itu, kata Ibrahim, Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional selama periode libur. Oleh karena itu, dampak tekanan eksternal terhadap rupiah menjadi lebih besar. Namun, ia menilai kondisinya bisa saja berbeda saat perdagangan dibuka pada Senin, 18 Mei 2026.
Dari segi eksternal, Ibrahim menyebut menguatnya dolar AS dipengaruhi oleh arah kebijakan bank sentral atau The Federal Reserve (The Fed). The Fed diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga sepanjang 2026 karena kenaikan inflasi AS yang cukup signifikan.
Sementara itu dari segi internal, Ibrahim menyoroti besarnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, pelemahan rupiah berdampak pada melonjaknya belanja subsidi minyak.
Pilihan Editor: Rupiah Anjlok, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS
Berita terkait

Prabowo Meremehkan Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS
Nilai tukar rupiah menyentuh angka Rp 17.600 per dolar AS pada 15 Mei 2026.

BI Nilai Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara
BI meyakini pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara karena fondasi makroekonomi nasional dinilai masih solid dibandingkan banyak negara
Purbaya Siap Bantu BI Stabilkan Rupiah Mulai Besok
Purbaya mengatakan pihaknya akan membantu Bank Indonesia (BI) menangani pelemahan nilai tukar rupiah, yang per hari ini menyentuh kisaran angka Rp 17.500 per dolar AS.

Museum Marsinah Dibangun Rp 3,8 Miliar Tanpa APBN
Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa pembangunan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur tidak menggunakan dan APBN.

IKN Tetap Dibangun Bertahap di Tengah Ketidakpastian
Putusan MK menyatakan bahwa status ibu kota negara Indonesia tetap berada di Jakarta, bukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) , Kalimantan Timur.

Prabowo: Uang Sitaan Bisa Biayai Renovasi 5.000 Puskesmas
Prabowo mendapat laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa sekitar 10.000 puskesmas di Tanah Air belum pernah direnovasi.