Live|
Detik.comVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 15.50

Museum Marsinah Dibangun Rp 3,8 Miliar Tanpa APBN

Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa pembangunan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur tidak menggunakan dan APBN.

Museum Marsinah Dibangun Rp 3,8 Miliar Tanpa APBN

Pembangunan Museum Ibu Marsinah diresmikan pada Sabtu (16/5/2026) dengan biaya hampir Rp 3,8 miliar tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD. Ketua KSPSI Andi Gani menyebut pembangunan itu dibiayai lewat gotong royong keluarga besar KSPSI Andi Gani di berbagai daerah di Indonesia.

Andi Gani menegaskan, dana tersebut berasal dari basis koperasi buruh yang dikelola KSPSI AGN. Ia menyebut total aset koperasi yang berada di bawah organisasi itu mencapai Rp 2,1 triliun dan digunakan untuk kepentingan kesejahteraan anggota. Menurutnya, proyek museum ini sekaligus menunjukkan bahwa buruh memiliki kemampuan membangun fasilitas besar secara mandiri dan transparan.

Ia mengatakan museum tersebut dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Marsinah, yang dikenang sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia. Marsinah juga disebut sebagai anggota KSPSI PT Catur Putra Surya. Pengelolaan museum nantinya melibatkan keluarga Marsinah serta yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur, sehingga aspek penghormatan dan pengelolaan dilakukan bersama pihak keluarga.

Museum itu direncanakan dibuka untuk umum secara gratis setiap hari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Selain museum, KSPSI juga membangun rumah singgah di kawasan yang sama untuk peziarah dari luar kota. Fasilitas tersebut disediakan tanpa biaya karena, menurut Andi Gani, sebelumnya para peziarah kerap harus beristirahat dengan kondisi seadanya.

Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir meresmikan museum dan berziarah ke makam Marsinah. Ia menilai kehadiran presiden merupakan bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan buruh. Meski begitu, ia menegaskan KSPSI tetap akan bersikap independen dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada buruh.

Sudut pandang lain

Pembangunan museum tanpa dana negara menunjukkan upaya serikat buruh membangun ruang memorial dengan dukungan internal dan koperasi, sekaligus memperkuat citra kemandirian organisasi. Ini juga dapat dibaca sebagai strategi memperluas legitimasi gerakan buruh melalui simbol sejarah yang kuat.

Di sisi lain, keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bahwa isu Marsinah dan perjuangan buruh masih memiliki bobot politik dan sosial. Meski ada kedekatan simbolik, penegasan sikap kritis KSPSI mengindikasikan hubungan serikat dengan pemerintah tetap akan berada dalam koridor advokasi dan pengawasan kebijakan.

Lihat versi asli dari sumber

"Museum ini dibangun tanpa APBN. Ini merupakan gotong royong dari seluruh keluarga besar KSPSI Andi Gani di seluruh Indonesia. Tidak ada dana APBD maupun APBN yang digunakan," kata Andi Gani usai peresmian Museum Ibu Marsinah, Sabtu (16/5/2026).

Dia menjelaskan, total anggaran untuk pembangunan museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar. Menurutnya, hal ini sekaligus mematahkan stigma bahwa kaum buruh selalu dalam kondisi sulit.

"Total anggaran ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar. Jangan melihat buruh susah, buruh sulit. Buruh punya kemampuan yang sangat mandiri. Kita buktikan hari ini Presiden datang, kita membangun museum yang cukup sangat megah," ucapnya.

Dia menuturkan sumber pendanaan tersebut berasal dari basis koperasi buruh yang dikelola KSPSI AGN dengan total aset mencapai Rp 2,1 triliun. Andi Gani juga menjamin seluruh dana dikelola secara transparan untuk kepentingan anggota.

"Teman-teman jangan lupa, KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total koperasi dari seluruh pimpinan unit kerja yang kami miliki sudah mencapai Rp 2,1 triliun. Semuanya untuk kesejahteraan buruh, tidak ada pimpinan pusat mengambil apa pun, saya tegaskan," ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan Museum Ibu Marsinah merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.

"Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Ini bentuk penghormatan kami, karena Ibu Marsinah adalah anggota KSPSI PT Catur Putra Surya," ujarnya.

Andi Gani menambahkan, museum tersebut akan dibuka untuk umum secara gratis setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelolaannya juga melibatkan keluarga Marsinah serta yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.

Masih dalam kesempatan yang sama, Andi Gani turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung meresmikan museum sekaligus berziarah ke makam Marsinah.

"Ini bentuk penghormatan negara yang luar biasa kepada perjuangan buruh dan kepada Ibu Marsinah," ucapnya.

Andi Gani menegaskan KSPSI akan tetap menjaga sikap independen dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada buruh.

"Ini bukti kedekatan, saya boleh dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, tetapi kami tetap independen dan mandiri. Kami boleh mendukung Presiden, tapi kami tetap kritis," tegasnya.

Tak hanya museum, KSPSI juga membangun rumah singgah di kawasan tersebut. Andi Gani menyebut fasilitas rumah singgah ini setara dengan hotel dan disediakan secara gratis bagi para peziarah yang datang dari luar kota.

"Teman-teman mungkin harus meliput rumah singgahnya, levelnya hampir bintang 3, bintang 4. Fasilitasnya luar biasa," sebut Andi Gani.

"Karena saya mendengar cerita, para peziarah buruh dari luar kota tidur berdesak-desakan dengan tikar. Karena itulah kita bangun rumah singgah untuk para peziarah tanpa memungut bayaran," pungkasnya.

(ond/whn)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait