Live|
VIVAVersi JafmoNewsNetral14 Mei 2026 pukul 09.42

VKTR Umumkan Transisi Kepemimpinan usai Pengunduran Diri Dirut

VKTR resmi umumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari posisi Direktur Utama. Transisi kepemimpinan disebut tak ganggu bisnis kendaraan listrik.

VKTR Umumkan Transisi Kepemimpinan usai Pengunduran Diri Dirut

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk mengumumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari jabatan Direktur Utama pada Rabu, 13 Mei 2026. Keputusan tersebut akan efektif setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026.

Perusahaan menyampaikan bahwa proses pergantian pimpinan akan dilakukan secara profesional agar stabilitas operasional tetap terjaga. VKTR menegaskan arah bisnis dan strategi pengembangan kendaraan listrik tidak berubah, meski terjadi perubahan di posisi pucuk kepemimpinan. Perseroan menyebut transisi ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan bisnis jangka panjang.

Selama masa kepemimpinan Gilarsi Wahju Setijono, VKTR disebut berhasil memperkuat fondasi bisnis di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang makin ketat. Perusahaan juga memperluas kerja sama strategis untuk mendukung percepatan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia. Salah satu pencapaian penting pada periode tersebut adalah pembangunan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi bagian dari penguatan industri kendaraan listrik dalam negeri.

Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, menyatakan dewan komisaris menghormati keputusan Gilarsi dan mengapresiasi kontribusinya terhadap perkembangan perseroan. Ia menegaskan proses transisi harus berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. VKTR memastikan pergantian kepemimpinan tidak memengaruhi operasional maupun agenda strategis yang sudah disusun, karena fokus utama perusahaan tetap pada penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional dan pengembangan mobilitas hijau di Indonesia.

Sudut pandang lain

Pergantian direktur utama di perusahaan publik kerap menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap kesinambungan strategi bisnis. Dalam kasus VKTR, penegasan bahwa transisi dilakukan secara tertib dan agenda usaha tetap berjalan dapat membantu meredam ketidakpastian.

Dari sisi industri, langkah VKTR menjaga fokus pada kendaraan listrik menunjukkan bahwa pembangunan ekosistem nasional masih menjadi prioritas. Keberlanjutan proyek seperti fasilitas perakitan di Magelang juga penting untuk memperkuat rantai pasok dan memberi sinyal bahwa pengembangan industri mobilitas hijau tidak bergantung pada satu figur pimpinan saja.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA – Perubahan kepemimpinan terjadi di industri kendaraan listrik Indonesia. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk resmi mengumumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perseroan pada Rabu, 13 Mei 2026.

Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena VKTR selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang aktif mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional. Pengunduran diri itu nantinya baru akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski terjadi pergantian pucuk pimpinan, pihak perusahaan memastikan arah bisnis dan strategi pengembangan kendaraan listrik tetap berjalan sesuai rencana. VKTR menegaskan proses transisi dilakukan secara profesional demi menjaga stabilitas operasional perusahaan serta kesinambungan bisnis jangka panjang.

Selama dipimpin Gilarsi Wahju Setijono, VKTR dinilai berhasil memperkuat fondasi bisnis perusahaan di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ketat. Perusahaan juga memperluas berbagai kolaborasi strategis untuk mendukung percepatan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.

Salah satu langkah penting yang dilakukan dalam masa kepemimpinannya adalah pembangunan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri kendaraan listrik dalam negeri sekaligus mendukung transformasi menuju transportasi rendah emisi.

Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, turut memberikan pernyataan terkait perubahan kepemimpinan tersebut. Ia menegaskan bahwa Dewan Komisaris menghormati keputusan Gilarsi Wahju Setijono dan memastikan proses pergantian berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami menghormati keputusan Bapak Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan bagi perkembangan Perseroan. Dewan Komisaris memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan dengan baik dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Yang terpenting, arah strategis VKTR tetap kuat dan berkesinambungan. Perseroan akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis, penciptaan nilai jangka panjang, serta komitmen kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

VKTR juga memastikan pergantian pimpinan tidak akan memengaruhi operasional perusahaan maupun agenda strategis yang selama ini dijalankan. Fokus utama perusahaan disebut masih tetap sama, yakni memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dan mendukung pengembangan industri mobilitas hijau di Indonesia.

Dirangkum dari VIVA · oleh Trisya Frida

Berita terkait