Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNetral12 Mei 2026 pukul 17.12

Purbaya Klaim Punya Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa menepis prediksi sejumlah ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merosot di bawah 5 persen pada kuartal III dan IV tahun 2026.

Purbaya Klaim Punya Strategi Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi prediksi sejumlah ekonom yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun di bawah 5 persen pada kuartal III dan IV 2026. Ia menegaskan pemerintah sudah menyiapkan langkah untuk menjaga momentum ekonomi tetap kuat, sehingga laju pertumbuhan tidak melambat seperti yang diperkirakan sebagian pihak.

Purbaya menyebut pandangan yang meragukan efektivitas belanja pemerintah pada sisa tahun ini tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, penggerak utama ekonomi nasional justru berasal dari sektor swasta yang mencakup sekitar 90 persen aktivitas ekonomi. Karena itu, ia menilai strategi pemerintah tidak hanya bergantung pada belanja negara, tetapi juga pada penguatan sektor riil dan dunia usaha.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Ia bahkan menegaskan bahwa pihak yang menyebut pertumbuhan akan melemah belum mengetahui strategi ekonomi yang sedang disiapkan pemerintah. Dalam kesempatan itu, ia menyinggung bahwa pertumbuhan yang tercatat sebelumnya tidak semata-mata ditopang oleh belanja pemerintah.

Untuk menjaga aktivitas ekonomi pada kuartal III dan IV, Purbaya mengatakan pemerintah akan menyalurkan insentif, terutama untuk kendaraan ramah lingkungan seperti mobil listrik dan motor listrik. Selain itu, pemerintah juga akan memperbaiki akses pendanaan bagi industri yang berorientasi ekspor dan banyak menyerap tenaga kerja.

Ia menyebut sejumlah sektor yang menjadi perhatian, antara lain tekstil, furnitur, dan sepatu. Purbaya juga mengatakan akan segera menggelar rapat lanjutan agar perusahaan-perusahaan di sektor tersebut memperoleh pendanaan yang lebih baik dan lebih murah. Dalam skema itu, ia membuka kemungkinan keterlibatan Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memperkuat dukungan pembiayaan.

Sudut pandang lain

Pernyataan Purbaya menunjukkan pemerintah ingin menjaga kepercayaan pelaku usaha di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan pada paruh kedua 2026. Fokus pada insentif dan pembiayaan mencerminkan upaya menahan tekanan dari sektor eksternal sekaligus mendorong konsumsi dan investasi domestik.

Di sisi lain, efektivitas kebijakan seperti insentif kendaraan listrik dan perbaikan akses kredit akan sangat bergantung pada kecepatan implementasi serta respons dunia usaha. Jika penyaluran dana dan insentif tersalurkan tepat sasaran, kebijakan ini berpotensi menopang industri padat karya dan ekspor; jika lambat, target pertumbuhan bisa tetap tertekan.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis prediksi sejumlah ekonom yang menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merosot di bawah 5 persen pada kuartal III dan IV tahun 2026.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi matang untuk menjaga momentum pertumbuhan tetap berada di level tinggi, bahkan melampaui capaian awal tahun.

Menurut Purbaya, pandangan skeptis yang menyebut belanja pemerintah tidak akan lagi memberikan efek signifikan pada sisa tahun ini. Menurutnya, mesin pertumbuhan ekonomi sesungguhnya berada pada sektor swasta yang mendominasi 90 persen aktivitas ekonomi nasional.

"Mereka tidak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Walaupun kemarin cuma belanja pemerintah saja yang tumbuh, tidak akan sampai 5,61 persen. Kenapa? 90 persen kan swasta," tegas Purbaya saat ditemui di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Selasa (12/5/2026).

Untuk memastikan ekonomi tetap bergairah pada kuartal III dan IV, Purbaya berencana menggelontorkan berbagai insentif, khususnya pada sektor kendaraan ramah lingkungan.

Selain itu, fokus utama pemerintah adalah mempermudah akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor yang menyerap banyak tenaga kerja.

"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaikin tadi akses kependanaan seperti apa. Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furniture, sepatu. Saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat, supaya mereka punya akses kependanaan yang lebih bagus dan lebih murah. Saya bisa masuk lewat Lembaga Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI)," jelasnya.

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait