RRQ Hoshi Gagal Tembus Playoff MPL ID Season 17
RRQ Hoshi gagal lolos playoff MPL ID S17 usai kalah dari Geek Fam. Perjalanan penuh tekanan, roster baru, hingga harapan Kingdom berakhir pahit musim ini.
RRQ Hoshi harus mengakhiri kiprahnya di MPL Indonesia Season 17 lebih cepat dari harapan. Kepastian gagal melaju ke babak playoff didapat setelah tim ini kalah 0-2 dari Geek Fam pada laga penentuan Week 7, hasil yang membuat peluang mereka finis di enam besar tertutup sepenuhnya.
Musim ini RRQ datang dengan ekspektasi tinggi karena mengusung roster baru dan penyegaran strategi. Manajemen tetap mempertahankan pelatih Khezcute dan NMM, sekaligus menambah analis baru untuk memperkuat persiapan tim. Komposisi pemain yang diturunkan juga berubah, dengan Super Kenn di posisi jungler, Rinz dan Yehezkiel di midlane, SuperToyy serta Kuroky di gold lane, Idok sebagai roamer, dan SuperDann di EXP lane.
Namun, perubahan tersebut belum mampu mengangkat performa RRQ secara konsisten. Sejak awal musim, tim berjuluk Raja dari Segala Raja itu justru kesulitan dan sempat menelan rentetan kekalahan hingga berada dalam posisi 0-7. Situasi itu memunculkan tekanan besar dari penggemar maupun komunitas esports yang menaruh perhatian pada performa mereka sepanjang musim reguler.
Di tengah hasil buruk tersebut, RRQ sempat mendapatkan momen positif saat meraih kemenangan perdana atas Bigetron by Vitality pada Week 6 dengan skor 2-0. Hasil itu sempat membangkitkan optimisme pendukung yang dikenal sebagai Kingdom, apalagi laga tersebut menarik perhatian besar dan menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah penonton tertinggi di MPL ID S17.
Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama. RRQ kembali tumbang saat menghadapi EVOS dalam Derbi Klasik dengan skor 0-2, sebelum akhirnya kekalahan dari Geek Fam memastikan mereka tersingkir dari persaingan playoff. Hasil ini menjadi catatan pahit karena RRQ Hoshi kembali gagal menembus playoff untuk dua musim beruntun, sekaligus memicu perbincangan luas mengenai masa depan roster, arah strategi tim, dan kemungkinan langkah evaluasi yang akan diambil manajemen pada musim berikutnya.
Sudut pandang lain
Kegagalan RRQ Hoshi menembus playoff menunjukkan bahwa perubahan roster dan penyesuaian strategi tidak selalu langsung menghasilkan stabilitas performa. Dalam kompetisi seketat MPL, konsistensi sejak awal musim kerap lebih menentukan daripada nama besar tim atau tingginya ekspektasi publik.
Dari sisi industri esports, hasil ini juga menegaskan besarnya pengaruh basis pendukung terhadap sorotan pertandingan. Meski performa tim menurun, laga RRQ tetap menyita perhatian tinggi, sehingga evaluasi manajemen ke depan akan berdampak tidak hanya pada hasil kompetisi, tetapi juga pada kepercayaan penggemar dan citra tim.
Lihat versi asli dari sumber
VIVA – Perjalanan RRQ Hoshi di MPL Indonesia Season 17 resmi berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak penggemar. Tim yang selama ini dikenal sebagai “Raja dari Segala Raja” dipastikan gagal melangkah ke babak playoff usai menelan serangkaian hasil buruk di musim reguler.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepastian tersebut didapat setelah RRQ Hoshi kalah 0-2 dari Geek Fam pada pertandingan penentuan Week 7. Kekalahan itu membuat mereka tidak lagi memiliki peluang untuk mengejar posisi enam besar klasemen MPL ID S17 .
Musim ini sebenarnya dimulai dengan ekspektasi tinggi. RRQ datang dengan komposisi roster baru dan perubahan strategi yang diharapkan mampu membawa tim kembali bersaing di papan atas. Manajemen mempertahankan pelatih Khezcute dan NMM, serta menambah analis baru demi memperkuat permainan tim.
Roster RRQ Hoshi di MPL ID Season 17 diisi oleh nama-nama seperti Super Kenn di posisi jungler, Rinz dan Yehezkiel sebagai midlaner, SuperToyy serta Kuroky di gold lane, Idok sebagai roamer, dan SuperDann di EXP lane. Namun kombinasi tersebut belum mampu menghasilkan performa konsisten sepanjang musim.
Perjalanan RRQ bahkan sempat menjadi sorotan karena mereka mengalami start buruk dengan rentetan kekalahan di awal musim. Sang Raja tercatat pernah berada dalam posisi 0-7, situasi yang membuat tekanan dari komunitas dan pendukung semakin besar.
Meski begitu, secercah harapan sempat muncul ketika RRQ berhasil meraih kemenangan perdana atas Bigetron by Vitality pada Week 6 dengan skor 2-0. Kemenangan itu disambut antusias oleh para penggemar yang dikenal dengan sebutan Kingdom. Bahkan laga tersebut mencatat jumlah penonton sangat tinggi dan menjadi salah satu pertandingan paling ramai di MPL ID S17.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sayangnya momentum tersebut tidak bertahan lama. RRQ kembali tumbang dalam laga Derbi Klasik melawan EVOS dengan skor telak 0-2. Sehari setelahnya, Geek Fam kembali memberi pukulan terakhir yang memastikan RRQ tersingkir dari persaingan playoff.
Hasil ini menjadi catatan pahit bagi RRQ Hoshi karena mereka kembali gagal menembus playoff untuk dua musim beruntun. Kondisi tersebut memicu banyak diskusi di kalangan penggemar terkait masa depan roster, strategi tim, hingga langkah besar yang kemungkinan akan diambil manajemen untuk musim berikutnya.
Berita terkait

IBL Umumkan Lima Kandidat MVP Liga 2026
Indonesian Basketball League (IBL) mengumumkan lima kandidat peraih penghargaan IBL League MVP 2026, yang nanti akan dinilai berdasarkan statistik, kontribusi ...

Persija Berpeluang Tampil di AFC Challenge League 2026-2027
Persija Jakarta berpeluang turun di AFC Challenge League 2026-2027 karena jatah Korea Utara berpotensi digeser ke Indonesia.

Anthony Ginting Tersingkir di Babak 32 Besar Thailand Open 2026
Anthony Ginting tersingkir di 32 besar Thailand Open 2026 setelah kalah 12-21 dan 17-21 dari Shi Yu Qi.

Toni Kroos Nilai Real Madrid Alami Musim Memalukan
Kisah Malunya Toni Kroos, Tak Tahan Lihat Real Madrid Babak Belur di Musim 2025-2026
Mauricio Souza Kecewa Persija Takluk dari Persib
Pelatih Persija Mauricio Souza kecewa usai Macan Kemayoran kalah 1-2 dari Persib Bandung. Ia menilai Persija sebenarnya tampil jauh lebih unggul ketimbang Persib
/data/photo/2026/04/10/69d910746fd04.jpg)
Persija Kalah dari Persib, Souza Nilai Timnya Lebih Dominan
Mauricio Souza menilai Persija seharusnya bisa menang atas Persib. Ia mengklaim statistik Macan Kemayoran dominan.