Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 09.23

Kejagung Pamerkan Aset Rampasan di CFD, Bidik Rp 100 Miliar

BPA Kejagung menggelar lelang barang rampasan negara di CFD Jakarta, menargetkan Rp 100 miliar dari 400 barang, termasuk mobil mewah dan perhiasan.

Kejagung Pamerkan Aset Rampasan di CFD, Bidik Rp 100 Miliar

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung menggelar pameran dan lelang barang rampasan negara di kawasan car free day Sudirman-Thamrin, Jakarta, pada Minggu (10/4/2026). Melalui kegiatan BPA Fair di Gate 6 Gelora Bung Karno, Kejagung menargetkan barang-barang yang dipamerkan dapat terjual hingga Rp 100 miliar.

Kepala BPA Kuntadi mengatakan, target tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan aset dan penerimaan negara. Ia menyebut, secara keseluruhan pihaknya mengupayakan penjualan sekitar 400 barang, namun setelah proses penilaian, sekitar 300 barang sudah siap dilelang kepada masyarakat.

Beragam aset rampasan yang dipamerkan mencakup mobil, tanah, rumah, perhiasan, lukisan, emas, dan patung. Di lokasi, pengunjung juga dapat melihat langsung sejumlah barang bernilai tinggi seperti mobil Ferrari merah, Porsche 911 Speedster, motor Ducati, dan Harley Road Glide. Selain itu, turut dipajang tas mewah merek Hermes, Dior, Louis Vuitton, dan Chanel, serta perhiasan berupa kalung, cincin, gelang, hingga lukisan emas.

Sebagian perhiasan yang ditampilkan diketahui merupakan milik terpidana Harvey Moeis dan pernah diberikan kepada Sandra Dewi. Barang-barang tersebut dipamerkan agar warga yang beraktivitas di CFD dapat mengecek kondisi dan harga perkiraan aset yang akan dilelang, sekaligus mempelajari cara membuka akun lelang di tempat.

Kuntadi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk mempercepat penjualan aset, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi mekanisme lelang kepada publik. Menurut dia, pameran terbuka seperti ini penting untuk menunjukkan keterbukaan dan menguji integritas Badan Pemulihan Aset dalam mengelola barang rampasan demi pemulihan kerugian negara dan korban tindak pidana.

Sudut pandang lain

Pameran aset rampasan di ruang publik seperti CFD menunjukkan upaya Kejaksaan Agung membuat proses lelang lebih mudah diakses masyarakat. Cara ini dapat memperluas partisipasi calon pembeli sekaligus mendorong transparansi dalam pengelolaan barang sitaan negara.

Di sisi lain, target penjualan yang besar menuntut kesiapan administratif, penilaian aset yang akurat, dan minat pasar yang memadai. Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh pemulihan aset yang lebih efektif; jika tidak, Kejagung tetap perlu menjaga kepercayaan publik melalui proses yang terbuka dan akuntabel.

Lihat versi asli dari sumber

Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung (BPA Kejagung) menggelar lelang sejumlah barang aset rampasan negara saat car free day di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Kejagung menargetkan total Rp 100 miliar untuk seluruh nilai barang lelang yang laku. "Tentunya kami punya target ya. Untuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak) sendiri kami punya target Rp 3 triliun sekian ya. Tapi untuk kegiatan BPA Fair ini kami menargetkan Rp 100 miliar. Barang yang kami pajang untuk bisa laku terjual Rp 100 miliar," kata Kepala BPA Kuntadi saat BPA Fair di Gate 6 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Minggu (10/4/2026). Kuntadi menjelaskan saat ini Kejagung mengupayakan dapat menjual total 400 barang. Sementara itu, ada 300 barang sudah siap dilelang kepada masyarakat. "Untuk kali ini dari 400 yang kami upayakan bisa kami jual, ternyata setelah dilakukan penilaian, yang sudah siap untuk dijual sekitar 300-an ya. Ada banyak, ada mobil, ada tanah, ada rumah, ada juga eh perhiasan, lukisan, emas, perhiasan juga ada, patung juga ada," sambung dia. Sejumlah barang rampasan negara yang dipamerkan di CFD adalah mobil Ferarri warna merah, Porche 911 Speedster, motor Ducati, hingga Harley Road Glide. Selain itu ada sejumlah tas mewah seperti tas Hermes, Dior, Louis Vuitton hingga Chanel. Ada pula perhiasan seperti kalung, cincin, gelang, bahkan lukisan emas. Sejumlah perhiasan merupakan milik terpidana Harvey Moeis yang sempat diberikan kepada Sandra Dewi. Barang-barang itu dipajang dan dapat dilihat langsung oleh warga yang beraktivitas di CFD. Warga dapat mengecek langsung harga dan mengikuti cara membuka akun lelang di tempat. Kuntadi mengatakan acara pameran barang lelang di CFD ini sekaligus sosialisasi cara lelang. Kemudian ini juga jadi tempat mengukur integritas BPA Kejagung. "Acara ini kami adakan untuk lebih membuka diri, untuk lebih mengukur integritas kita, untuk lebih mempercepat proses penjualan dalam rangka untuk pemulihan kerugian negara, dalam rangka untuk pemulihan kerugian masyarakat sebagai korban dari tindak pidana," imbuhnya.

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait