Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral14 Mei 2026 pukul 07.01

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp10,27 Triliun Uang Sitaan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan uang sitaan ke kas negara senilai Rp 10,2 triliun. Ia mengaku senang dan antusias.

Prabowo Hadiri Penyerahan Rp10,27 Triliun Uang Sitaan

Presiden Prabowo Subianto kembali menghadiri penyerahan uang sitaan hasil perkara yang disetorkan ke kas negara. Dalam acara di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026), Prabowo menyatakan senang dan merasa terhormat bisa menyaksikan langsung penyerahan uang rampasan dengan nilai triliunan rupiah tersebut.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut ini sebagai kehadiran keempatnya dalam agenda serupa. Ia juga berkelakar bahwa setiap kali diundang, ia bisa melihat secara fisik penyerahan uang dalam jumlah besar. Pada tahap keempat ini, uang sitaan yang diserahkan mencapai Rp 10.270.051.886.464 atau sekitar Rp 10,27 triliun. Uang itu disusun dalam bentuk tumpukan besar sebagai latar acara dan dimasukkan ke dalam plastik bening berisi pecahan Rp 100 ribu.

Dari total tersebut, dana berasal dari denda administrasi sebesar Rp 3.423.742.672.359 dan hasil Satgas Penertiban Kawasan Hutan untuk pajak PBB maupun non-PBB senilai Rp 6.846.309.214.105. Secara simbolis, Jaksa Agung ST Burhanuddin akan menyerahkan uang tersebut kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan disaksikan langsung oleh Presiden.

Prabowo juga menyebut ada informasi mengenai penyerahan uang sitaan lain dengan nilai lebih besar yang akan disampaikan bulan depan. Selain itu, ia mengaku mendapat laporan adanya sekitar Rp 39 triliun dana yang status kepemilikannya tidak jelas dan masih tersimpan di sejumlah rekening bank. Menurutnya, dana itu diduga milik pelaku korupsi atau kejahatan yang sudah melarikan diri atau meninggal dunia.

Ia menegaskan agar penyerahan uang sitaan tidak dipandang sekadar seremoni. Menurut Prabowo, masyarakat ingin melihat bukti nyata dari penegakan hukum dan kinerja pemerintah. Ia juga mengaitkan pemanfaatan uang rampasan tersebut dengan kebutuhan publik, termasuk perbaikan fasilitas kesehatan. Prabowo menyebut dana Rp 10 triliun itu berpotensi digunakan untuk memperbaiki sekitar 5.000 puskesmas dari kebutuhan anggaran yang lebih besar.

Sudut pandang lain

Penyerahan uang sitaan dalam jumlah besar menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak hanya berhenti pada proses penyidikan, tetapi juga berujung pada pemulihan aset negara. Dalam konteks tata kelola publik, langkah ini penting karena memberi sinyal bahwa hasil kejahatan dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, pernyataan mengenai dana puluhan triliun yang belum jelas kepemilikannya menyoroti tantangan besar dalam pengawasan rekening dan pelacakan aset. Jika tindak lanjutnya konsisten, kasus seperti ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap negara sekaligus menjadi sumber pembiayaan untuk layanan dasar seperti kesehatan.

Lihat versi asli dari sumber

Kali keempat Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan uang sitaan hasil perkara ke kas negara. Prabowo tersenyum dan mengaku senang diundang dalam agenda tersebut.

Prabowo mengatakan suatu kehormatan baginya bisa hadir dalam acara tersebut. Dia berseloroh antusias karena bisa melihat langsung tumpukan uang bernilai triliunan rupiah.

"Saudara-saudara sekalian, sekali lagi ada suatu kehormatan bagi saya dan juga suatu kebahagiaan untuk hadir dalam acara ini. Saya kira ini sudah acara yang kesekian kali, sudah ke berapa kali ini ya? Keempat kali ya? Keempat kali dengan total penyerahan berapa? Total Rp 40 triliun kurang lebih ya," kata Prabowo saat memberikan sambutan di acara penyerahan uang ke kas negara di gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

"Saya senang kalau diundang terus acara begini. Tiap undangan, lihat secara fisik Rp 10 triliun," ujarnya.

Duit hasil rampasan perkara yang diusut Kejaksaan Agung yang diserahkan pada tahap keempat ini totalnya sebesar Rp 10.270.051.886.464. Tumpukan uang itu disusun menjadi semacam latar piramida tiga sisi, yakni sisi kanan, kiri, dan tengah.

Triliunan uang sitaan itu ditempatkan dalam plastik bening berisi pecahan Rp 100 ribu. Adapun dari total tersebut berasal dari denda administrasi senilai Rp 3.423.742.672.359 dan Hasil Satgas PKH untuk Pajak PBB- Non PBB senilai Rp 6.846.309.214.105.

Uang itu akan diserahkan secara simbolis oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa disaksikan Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo juga mengungkap adanya informasi penyerahan uang sitaan lain dengan nilai lebih besar. Penyerahan itu akan disampaikan bulan depan.

"Saya juga dapat bisikan bulan depan akan ada penyerahan Rp 11 triliun katanya," lanjutnya.

Ada Uang Rp 39 T Nganggur

Dalam kesempatan itu, Prabowo mendapat laporan adanya dana sekitar Rp 39 triliun yang status kepemilikannya tidak jelas dan masih tersimpan di sejumlah rekening bank. Menurut dia, uang tersebut diduga berasal dari para terduga koruptor atau pelaku kriminal yang sudah melarikan diri atau meninggal dunia.

"Dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp 39 triliun uang-uang yang tidak jelas," ujarnya.

"Para koruptor atau para kriminal itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia atau sudah meninggal, uangnya ketinggalan di rekening-rekening nggak jelas ya kan," lanjut Prabowo.

Prabowo berkelakar pemilik rekening yang memiliki banyak istri. Menurutnya, kemungkinan keluarga atau ahli waris pemilik rekening tersebut tidak mengetahui keberadaan uang itu.

"Mungkin dia banyak istri muda atau peliharaan-peliharaan, jadi istri-istrinya, ahli warisnya nggak tahu bahwa dia punya uang di bank-bank tersebut. Sudah sekian tahun tidak diurus," ujarnya.

Prabowo Apresiasi

Prabowo mengapresiasi penyerahan uang sitaan Satgas PKH. Dia tidak ingin acara tersebut hanya dianggap sebagai seremoni belaka.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan. Saya kira saudara-saudara, acara seperti ini jangan kita anggap seremoni atau show," ujarnya.

Dia mengatakan rakyat Indonesia ingin melihat bukti dari kinerja pemerintah. Dia mengatakan rakyat sudah bosan jika hanya ada kata sambutan.

"Rakyat Indonesia sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin lihat bukti. Sudah terlalu lama saya merasakan, saya sendiri sudah cukup lama jadi orang Indonesia. Saya merasakan rakyat kita agak bosan kalau mendengar sambutan-sambutan, wejangan-wejangan," ujarnya.

Dia mengatakan rakyat harus melihat langsung bukti dari penegakan hukum. Termasuk penyerahan uang Rp 10,2 triliun yang dilakukan hari ini.

"Jadi rakyat kita harus lihat, ini loh uang, hari ini Rp 10 triliun," ucapnya.

Prabowo kemudian bercerita tentang kunjungannya ke beberapa daerah. Dia mengatakan Menteri Kesehatan menyebutkan ada ribuan puskesmas yang perlu diperbaiki. Prabowo mengatakan uang rampasan perkara akan digunakan untuk memperbaiki puskesmas.

"Kita butuh kurang lebih Rp 20 triliun, saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas, Rp 10 triliun," ucapnya.

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait