IMM Ciputat Gelar Nobar Film Dokumenter Pesta Babi
Sejumlah penonton mulai mendatangi tempat nobar yang berada di pelataran Asrama IMM Ciputat.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat menggelar nonton bareng film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi perhatian karena sebelumnya sempat muncul pelarangan nobar di sejumlah wilayah.
Pantauan di lokasi pada pukul 19.46 WIB menunjukkan para penonton mulai berdatangan ke area nobar yang berlangsung di pelataran Asrama IMM Ciputat. Berbagai perlengkapan pemutaran film, mulai dari proyektor, layar putih, hingga speaker, sudah disiapkan lebih dulu sehingga acara dapat berjalan tanpa kendala teknis berarti.
Di sisi lokasi pemutaran, tampak pula tulisan "Kepala Babi" yang dibuat dengan pilok hitam di atas spanduk putih. Sementara itu, puluhan penonton yang telah hadir memilih duduk santai sambil berbincang dengan peserta lain sambil menunggu film diputar. Suasana acara terlihat tenang dan tertib.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada upaya pelarangan terhadap penayangan film tersebut di Ciputat. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengeluarkan arahan maupun kebijakan yang melarang pemutaran atau kegiatan nonton bareng film dokumenter itu.
Sudut pandang lain
Peristiwa nobar di Ciputat ini menunjukkan bahwa ruang diskusi publik melalui film dokumenter masih terbuka, meski di tempat lain sempat menuai penolakan. Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan semacam ini sering menjadi barometer sejauh mana kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul dijalankan di ruang sipil.
Pernyataan pemerintah bahwa tidak ada larangan resmi juga penting untuk meredakan spekulasi di tengah polemik. Namun, pengalaman di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa penerimaan terhadap isi film tetap bergantung pada sensitivitas sosial dan politik masing-masing daerah.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita pada Sabtu (16/5/2026).
Penayangan film ini menjadi sorotan usai terjadinya pelarangan nobar di beberapa wilayah.
Pantauan di lokasi pada pukul 19.46 WIB, sejumlah penonton mulai mendatangi tempat nobar yang berada di pelataran Asrama IMM Ciputat.
Di lokasi, peralatan nobar seperti proyektor, layar putih, hingga speaker sudah terpasang.
Sebagai pemanis, terdapat tulisan Kepala Babi dari pilok hitam di atas spanduk putih yang terletak di samping layar.
Sembari menunggu pemutaran film, puluhan penonton yang sudah tiba di lokasi terlihat duduk santai mengobrol dengan rekan penonton lainnya.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada upaya pelarangan penayangan film ini.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan arahan maupun kebijakan yang melarang pemutaran atau kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved
Berita terkait

Polda Papua Persilakan Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi
Polda Papua menyatakan tidak melarang kegiatan nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi karena tak ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebut film ini terlarang.

HMP Unpad Jadwalkan Ulang Nobar Film Pesta Babi
Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Unpad bakal menjadwalkan ulang pemutaran film Pesta Babi. Direncanakan pekan depan di hari kerja.

Nobar Film Pesta Babi di Ternate Dibubarkan Aparat TNI
Aparat TNI membubarkan acara nobar film Pesta Babi yang digelar unit kegiatan mahasiswa Universitas Khaerun Ternate kemarin.
Puan Janji DPR Tindaklanjuti Polemik Film Pesta Babi
Puan menilai apabila konten dalam film tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif atau keresahan di masyarakat, maka langkah antisipasi perlu dilakukan secara bijak.

PDIP Soroti Pembubaran Nobar Film Pesta Babi
Andreas menilai, alasan militer yang menganggap film Pesta Babi provokatif hingga tak memiliki sertifikat lulus uji sensor resmi tidak dapat dilegitimasi sebagai acuan pelarangan atau tak laik dikonsumsi.

Pemerintah Bantah Larang Pemutaran Film Pesta Babi
Menko Hukum, HAM, dan Imipas, Yusril Ihza Mahendra memastikan pemerintah tak memberikan arahan pelarangan pemutaran film Pesta Babi.