Nobar Film Pesta Babi di Ternate Dibubarkan Aparat TNI
Aparat TNI membubarkan acara nobar film Pesta Babi yang digelar unit kegiatan mahasiswa Universitas Khaerun Ternate kemarin.

Acara nonton bareng film dokumenter Pesta Babi di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate dibubarkan oleh seorang aparat berseragam TNI pada Selasa, 12 Mei 2026, sekitar pukul 22.56 WIT. Kegiatan tersebut digelar oleh KAFRAPALA, dengan Ketua Umum Asriati La Abu sebagai penanggung jawab acara. Pembubaran itu kembali memunculkan sorotan terhadap ruang kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.
Asriati menjelaskan, kejadian bermula ketika kegiatan pemutaran film yang disutradarai Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale itu tengah berlangsung. Menurut dia, seorang petugas keamanan kampus sempat datang untuk mengambil dokumentasi kegiatan. Namun tak lama berselang, security kembali mendatangi lokasi untuk kedua kalinya bersama satu anggota TNI, lalu langsung menghentikan acara.
Asriati mengatakan pihaknya sempat berdebat dengan anggota TNI tersebut dan mempertanyakan alasan penghentian acara yang berlangsung di area kampus. Namun, ia menyebut aparat tidak memberikan jawaban yang tegas. Setelah perdebatan berlangsung, anggota TNI itu meninggalkan lokasi, dan acara nonton bareng akhirnya dihentikan pada pukul 22.56 WIT. Ia menilai kehadiran aparat bersenjata dalam kegiatan mahasiswa sebagai bentuk intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan mahasiswa untuk berdiskusi dan berekspresi.
Menurut Asriati, kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan memperoleh pengetahuan tanpa tekanan dari pihak mana pun. Ia menyayangkan adanya pembatasan terhadap kegiatan yang berlangsung di lingkungan akademik. Tempo juga telah mencoba meminta konfirmasi kepada Komandan Kodim 1501 Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi, namun telepon selulernya tidak aktif.
Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah terjadi di Ternate. Pada Jumat, 8 Mei 2026, Jani Setiadi disebut memimpin pembubaran nobar film Pesta Babi di Benteng Oranye. Saat itu, ia menyatakan setiap kegiatan harus memiliki perizinan dan tema acara perlu dicermati karena dianggap sensitif bagi masyarakat. Menurut Jani, judul film Pesta Babi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memancing reaksi negatif di tengah masyarakat yang majemuk. Meski demikian, pembubaran itu kemudian menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk YLBHI, yang menilai aparat tidak berwenang menentukan tontonan publik dan tindakan tersebut tidak sejalan dengan tugas utama TNI di bidang pertahanan.
Sudut pandang lain
Kasus ini menunjukkan ketegangan klasik antara otoritas keamanan dan kebebasan sipil di ruang kampus. Di satu sisi, aparat mengacu pada alasan ketertiban dan sensitivitas sosial; di sisi lain, mahasiswa dan pegiat sipil melihatnya sebagai pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan berdiskusi.
Dari sudut pandang tata kelola, peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kejelasan batas kewenangan aparat di lingkungan pendidikan tinggi. Jika tidak diatur secara transparan, tindakan pembubaran semacam ini berpotensi memicu persepsi intimidasi dan memperlebar jarak antara institusi keamanan dengan masyarakat sipil, terutama di forum-forum akademik.
Lihat versi asli dari sumber
ACARA nonton bareng film dokumenter Pesta Babi di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate pada Selasa 12 Mei 2026 dibubarkan seorang aparat berseragam TNI .
Ketua Umum KAFRAPALA Asriati La Abu yang menggelar acara nobar itu, mengatan, pembubaran dilakukan pada pukul 22.56 WIT. Asriati menjelaskan kronologi pembubaran acara nobar itu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut dia, awalnya saat kegiatan nonton film yang disutradari Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale itu, seorang keamanan kampus datang untuk mengambil dokumentasi kegiatan.
“Tetapi setelah itu, security kembali datang untuk kedua kalinya bersama satu anggota TNI dan langsung menghentikan kegiatan,”kata Asriati yang dihubungi Tempo pada Rabu 13 Mei 2026.
Menurut Asriati, pihaknya sempat berdebat saat anggota TNI menghentikan kegiatan ini. Ia menanyakan apa alasan anggota TNI menghentikan kegiatan yang berlangsung di wilayah kampus. Namun anggota TNI itu tak menjawab tegas pertanyaan Asriati. Perdebatan itu terjadi hingga bersangkutan meninggalkan lokasi.
“Setelah perdebatan itu, kegiatan nobar akhirnya dihentikan pada pukul 22.56 WIT,” ujar Asriati.
Meski demikian, Asriati menilai kehadiran anggota TNI dalam kegiatan di area kampus merupakan bentuk intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan mahasiswa dalam berekspresi serta berdiskusi.
“Kami sangat menyayangkan, kampus yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan memperoleh ilmu pengetahuan tanpa intimidasi dalam bentuk apa pun, justru dibatasi oleh aparat,” ujar dia.
Tempo telah berusaha meminta konfirmasi Komandan Kodim (Dandim) 1501 Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi. Namun telepon seluler Jani sedang tidak aktif.
Pembubaran nobar film Pesta Babi di Ternate oleh TNI sebelumnya juga pernah terjadi. Saat itu Jani sendiri yang memimpin pembubaran acara nobar film di Benteng Oranye Ternate pada Jumat, 8 Mei 2026 itu.
Jani kala itu mengatakan bahwa setiap kegiatan harus memiliki perizinan. Aparat juga mencermati materi dan tema kegiatan yang dinilai sensitif bagi masyarakat.
Ia mengatakan judul film Pesta Babi dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memancing reaksi negatif di tengah masyarakat yang majemuk. "Saya minta kita semua bisa bekerja sama saling menghargai dalam rangka menjaga keamanan," kata Jani.
Pembubaran acara nonton bareng film Pesta Babi oleh aparat TNI menuai kritik dari berbagai pihak. Ketua Bidang Advokasi YLBHI Zainal Arifin mengatakan, aparat tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak ditonton masyarakat.
Zainal mengatakan tindakan aparat itu justru bertentangan dengan Undang-Undang TNI yang menempatkan militer sebagai alat negara di bidang pertahanan. "Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan tugas utama TNI," kata dia.
Pilihan Editor: Tentara, Kok, Merazia Diskusi Film 'Pesta Babi'
Berita terkait

HMP Unpad Jadwalkan Ulang Nobar Film Pesta Babi
Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Unpad bakal menjadwalkan ulang pemutaran film Pesta Babi. Direncanakan pekan depan di hari kerja.
Puan Janji DPR Tindaklanjuti Polemik Film Pesta Babi
Puan menilai apabila konten dalam film tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif atau keresahan di masyarakat, maka langkah antisipasi perlu dilakukan secara bijak.

Polda Papua Persilakan Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi
Polda Papua menyatakan tidak melarang kegiatan nonton bareng dan diskusi film Pesta Babi karena tak ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menyebut film ini terlarang.

Pemerintah Bantah Larang Pemutaran Film Pesta Babi
Menko Hukum, HAM, dan Imipas, Yusril Ihza Mahendra memastikan pemerintah tak memberikan arahan pelarangan pemutaran film Pesta Babi.

PDIP Soroti Pembubaran Nobar Film Pesta Babi
Andreas menilai, alasan militer yang menganggap film Pesta Babi provokatif hingga tak memiliki sertifikat lulus uji sensor resmi tidak dapat dilegitimasi sebagai acuan pelarangan atau tak laik dikonsumsi.

ISBI Bandung Menolak Pemutaran Film Pesta Babi di Kampus
Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung menolak mengizinkan pemutaran film Pesta Babi di kampusnya. Apa alasannya?