Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif16 Mei 2026 pukul 18.56

Gunung Api Mayon di Filipina Kembali Meningkat Aktivitas

Gunung Api Mayon di Filipina terus menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas selama 24 jam terakhir. Statusnya level siaga 3 dan zona berbahaya sejauh 6 kilometer.

Gunung Api Mayon di Filipina Kembali Meningkat Aktivitas

Gunung Api Mayon di Filipina kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam 24 jam terakhir, sementara status siaga 3 tetap dipertahankan oleh otoritas setempat. Pihak berwenang melaporkan puluhan gempa dan getaran vulkanik, disertai aktivitas permukaan yang masih berlangsung di sekitar kawah gunung berapi tersebut.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mencatat 51 gempa vulkanik dan 30 getaran vulkanik yang berlangsung antara 2 hingga 45 menit. Selain itu, tercatat pula ratusan peristiwa longsoran batuan serta enam sinyal arus kepadatan piroklastik. Lembaga itu juga menyebut aliran lava masih terus keluar dari kawah dan membentang beberapa kilometer di sepanjang jurang Basud, Bonga, dan Mi-isi. Semburan lava berumur pendek pun turut teramati.

Pada Jumat, 15 Mei, gunung berapi tersebut mengeluarkan 1.482 ton sulfur dioksida, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Awan vulkanik dilaporkan bergerak ke arah barat daya, menandakan aktivitas yang masih harus diwaspadai. Data ini memperlihatkan bahwa Mayon belum sepenuhnya memasuki fase stabil dan masih berpotensi memunculkan gejala erupsi lanjutan.

Otoritas setempat tetap melarang masyarakat memasuki zona bahaya permanen dalam radius 6 kilometer dari kawah. Mereka juga mengingatkan agar tidak ada penerbangan yang melintas terlalu dekat dengan gunung berapi tersebut. Phivolcs memperingatkan warga sekitar mengenai sejumlah ancaman, mulai dari aliran lava, longsoran batu, arus piroklastik, ledakan sedang, hingga lahar yang dapat terjadi bila hujan lebat memicu aliran lumpur dan puing.

Sudut pandang lain

Peningkatan aktivitas Mayon kembali menegaskan tantangan mitigasi bencana di wilayah yang berada dekat gunung berapi aktif. Dalam situasi seperti ini, fokus utama pemerintah biasanya bukan hanya pemantauan ilmiah, tetapi juga kesiapsiagaan evakuasi, pembatasan akses, dan perlindungan jalur penerbangan.

Dari sisi sosial dan ekonomi, status siaga berkepanjangan dapat berdampak pada aktivitas warga di sekitar zona rawan, termasuk pertanian dan mobilitas harian. Karena ancaman lahar dapat meningkat saat hujan lebat, kewaspadaan jangka pendek menjadi penting meski erupsi besar belum dilaporkan.

Lihat versi asli dari sumber

Manila, VIVA – Gunung Api Mayon di Filipina terus menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas, dengan pihak berwenang melaporkan puluhan gempa dan getaran vulkanik selama 24 jam terakhir sambil mempertahankan level siaga 3, menurut laporan media lokal pada Sabtu.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengatakan bahwa dari gunung berapi tersebut, mereka mencatat 51 gempa vulkanik, 30 getaran vulkanik yang berlangsung antara 2 dan 45 menit, serta ratusan peristiwa longsoran batuan dan enam sinyal arus kepadatan piroklastik, menurut media lokal Inquirer.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Institut tersebut juga melaporkan aliran lava yang terus berlanjut dari kawah, dengan aliran lava yang membentang beberapa kilometer di sepanjang jurang Basud, Bonga, dan Mi-isi.

Semburan lava yang berumur pendek juga diamati.

Gunung berapi tersebut mengeluarkan 1.482 ton sulfur dioksida pada Jumat 15 Mei, lebih tinggi dari level hari sebelumnya, sementara awan vulkanik melayang ke arah barat daya.

Pihak berwenang setempat terus melarang memasuki zona bahaya permanen sejauh 6 kilometer serta memperingatkan pula agar tidak menerbangkan pesawat di dekat gunung berapi tersebut.

Lembaga tersebut memperingatkan masyarakat sekitar tentang potensi bahaya, termasuk aliran lava, longsoran batu, arus piroklastik, ledakan sedang, dan lahar (aliran lumpur atau puing) yang dipicu oleh hujan lebat. (Ant)

Dirangkum dari VIVA · oleh Bayu Nugraha

Berita terkait