Indonesia dan Belarus Jalin Kerja Sama Rp7 Triliun
Pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya merupakan komitmen untuk mendukung hubungan bilateral Indonesia??"Belarus

Indonesia menjalin sejumlah kerja sama dengan Belarus dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus. Salah satu kesepakatan utama datang dari Jaya Group bersama sejumlah perusahaan asal Belarus dengan nilai mencapai Rp7 triliun.
CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menyebut pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor perdagangan dan industri. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diarahkan pada langkah nyata yang bisa memberi manfaat langsung bagi kedua pihak.
Menurut Tomy, kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi unggulan Indonesia dan Belarus agar lebih mudah diserap pasar masing-masing negara. Indonesia disebut memiliki komoditas andalan seperti kakao dan kelapa sawit, sedangkan Belarus menawarkan produk yang dapat dimanfaatkan Indonesia, antara lain susu, kabel, kawat, dan pupuk.
Tomy menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan menjadi jembatan baru bagi perdagangan lintas negara sekaligus memperluas peluang industri. Dengan adanya perusahaan patungan itu, kedua pihak ingin membangun hubungan ekonomi yang lebih terarah dan saling menguntungkan, sejalan dengan upaya memperkuat kemitraan Indonesia–Belarus di masa mendatang.
Perjanjian ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral tidak hanya berjalan di level diplomasi, tetapi juga mulai diterjemahkan ke dalam proyek bisnis konkret. Kesepakatan bernilai besar seperti ini berpotensi membuka jalur perdagangan baru dan mendorong pemanfaatan komoditas serta produk industri yang selama ini belum tergarap maksimal.
Sudut pandang lain
Dari sisi ekonomi, kerja sama bernilai Rp7 triliun ini berpotensi menjadi pintu masuk diversifikasi pasar bagi Indonesia, terutama untuk komoditas pertanian dan perkebunan. Di sisi lain, Belarus juga memperoleh akses yang lebih luas ke pasar Indonesia untuk produk industri dan kebutuhan pendukung produksi.
Namun, keberhasilan kemitraan semacam ini biasanya bergantung pada tindak lanjut implementasi, termasuk kesiapan regulasi, rantai pasok, dan kesesuaian kebutuhan pasar. Tanpa eksekusi yang jelas, kerja sama besar kerap berhenti pada penandatanganan dan belum tentu langsung berdampak ke perdagangan riil.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA - Indonesia menjalin sejumlah kerja sama dengan Belarus dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus. Salah satu kerja sama dilakukan oleh Jaya Group dengan sejumlah perusahaan Belarus senilai Rp7 triliun.
CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menjelaskan, pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya merupakan komitmen untuk mendukung hubungan bilateral Indonesia–Belarus di sektor perdagangan dan industri.
"Fokus dan perhatian kami adalah mendukung serta melakukan aksi nyata untuk memperkuat kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus," ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Kerja sama ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing.
"Kami mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk Belarus yang dapat diserap dan dimanfaatkan Indonesia antara lain susu, kabel, kawat, serta pupuk," ujarnya.
© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved
Berita terkait

BPJPH dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Jaminan Produk Halal
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan kunjungi Kedubes Arab Saudi untuk bahas penguatan kerja sama di bidang jaminan produk halal dan perdagangan.
Singapura Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Energi
Indonesia harus mengembangkan potensi energinya adalah bagaimana menarik investasi dan mewujudkan proyek kerja sama yang dapat mengembangkan ekonomi hijau.

Prabowo Sebut Indonesia Pasok Pupuk ke Australia hingga Brasil
Prabowo mengklaim banyak negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia.
Trump dan Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global

Golkar Sebut Rumitnya Izin Dipicu Tumpang Tindih Regulasi
Presiden Prabowo menyoroti rumitnya sistem perizinan di Indonesia. Anggota DPR Sarmuji menyebut tumpang tindih regulasi sebagai penyebab utama.

Prabowo Dorong Pembentukan Satgas Deregulasi Izin Usaha
Prabowo menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk merancang satuan tugas khusus tersebut bersama para pakar.