Live|
VIVAVersi JafmoNewsNetral14 Mei 2026 pukul 22.58

Trump dan Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global

Trump dan Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi kelancaran arus energi global. Kesepakatan itu disampaikan Gedung Putih pada Kamis setelah pertemuan puncak kedua pemimpin di Beijing, dengan pembahasan yang disebut lebih banyak menyoroti perang Iran dan situasi jalur pelayaran tersebut daripada isu Taiwan.

Dalam keterangan Gedung Putih yang dikutip NBC News, Xi menegaskan penolakan China terhadap upaya militarisasi Selat Hormuz maupun rencana mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang melintas. Xi juga menyampaikan minat China untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz di masa depan. Selain itu, kedua pemimpin sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi juga membahas penguatan kerja sama ekonomi. Pembahasan itu mencakup perluasan akses pasar bagi perusahaan Amerika di China dan peningkatan investasi China di sektor industri Amerika Serikat. Keduanya turut menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke Amerika Serikat serta meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.

Sementara itu, kantor berita pemerintah China, Xinhua News Agency, melaporkan bahwa Xi mengingatkan hubungan kedua negara berpotensi memicu bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan baik. Xinhua juga menyebut Xi menekankan bahwa hubungan ekonomi China dan Amerika Serikat bersifat saling menguntungkan dan bisa membawa manfaat bagi kedua pihak.

Menurut laporan Xinhua, kedua negara sepakat membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif sebagai panduan hubungan strategis dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa di tengah perbedaan pandangan pada sejumlah isu sensitif, Washington dan Beijing tetap berupaya menjaga komunikasi dan stabilitas hubungan.

Sudut pandang lain

Pertemuan ini memperlihatkan bagaimana isu energi dan keamanan jalur perdagangan internasional tetap menjadi titik temu penting antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Kesepakatan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bukan hanya terkait kepentingan negara-negara pengimpor energi, tetapi juga mencerminkan kebutuhan menjaga stabilitas pasar global.

Di sisi lain, munculnya perbedaan narasi antara Gedung Putih dan Xinhua menunjukkan bahwa hubungan AS-China masih diwarnai kepentingan strategis yang berlapis. Isu Taiwan, fentanyl, perdagangan, dan investasi menjadi indikator bahwa kerja sama kedua negara tetap berjalan, namun rawan gesekan ketika menyentuh keamanan nasional dan kepentingan domestik masing-masing pihak.

Lihat versi asli dari sumber

VIVA – Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global, menurut keterangan Gedung Putih pada Kamis usai pertemuan puncak AS -China di Beijing.

Menurut laporan NBC News dari pernyataan Gedung Putih, kedua negara tampaknya lebih banyak membahas perang Iran dan situasi Selat Hormuz tanpa menyinggung isu Taiwan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gedung Putih menyebut Xi menegaskan penolakan China terhadap militerisasi Selat Hormuz maupun upaya mengenakan biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.

Xi juga menyatakan minat China untuk membeli lebih banyak minyak Amerika guna mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz di masa depan.

Kedua negara juga sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump dan Xi juga membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk perluasan akses pasar bagi perusahaan Amerika di China dan peningkatan investasi China di sektor industri AS.

Trump dan Xi juga menyoroti pentingnya menghentikan aliran prekursor fentanyl ke AS serta meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika oleh China.

Sementara itu, kantor berita pemerintah China Xinhua News Agency melaporkan Xi mengingatkan bahwa hubungan kedua negara dapat memicu bentrokan bahkan konflik jika isu Taiwan tidak ditangani dengan baik.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Xi juga menegaskan hubungan ekonomi China dan AS bersifat saling menguntungkan dan dapat menghasilkan manfaat bagi kedua pihak.

Menurut Xinhua, kedua negara sepakat membangun hubungan bilateral yang stabil dan konstruktif sebagai panduan hubungan strategis dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Dirangkum dari VIVA · oleh Dedy Priatmojo

Berita terkait