BPJPH dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Jaminan Produk Halal
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan kunjungi Kedubes Arab Saudi untuk bahas penguatan kerja sama di bidang jaminan produk halal dan perdagangan.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi untuk membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang jaminan produk halal. Pertemuan itu juga menyoroti peluang memperluas sinergi yang selama ini sudah terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi di sektor halal yang terus tumbuh pesat dan semakin kompetitif. Haikal menyebut hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi telah berlangsung selama 76 tahun dan memiliki peran strategis dalam pengembangan industri halal dunia. Menurut dia, penguatan kerja sama ini bukan hanya bermanfaat bagi hubungan dua negara, tetapi juga dapat memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi halal global.
Haikal menjelaskan, kerja sama internasional di sektor halal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang modern, terpercaya, dan mampu bersaing di tingkat global. Ia juga menyampaikan bahwa penguatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara BPJPH dan Saudi Halal Center, serta antara BPJPH dan Gulf Accreditation Countries.
Ia menambahkan, Indonesia terus mendorong penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional dan upaya meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Sementara itu, Faisal Abdullah Al-Amudi menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai Indonesia merupakan mitra strategis Arab Saudi, termasuk dalam pengembangan sektor halal dan perdagangan antarnegara.
Pertemuan itu mempertegas komitmen kedua negara untuk menjaga komunikasi, koordinasi, dan kerja sama di bidang halal. Sinergi yang lebih kuat diharapkan dapat mendorong perdagangan produk halal, membuka peluang investasi, dan memperkokoh posisi Indonesia serta Arab Saudi dalam industri halal global yang terus berkembang.
Sudut pandang lain
Penguatan kerja sama jaminan produk halal antara Indonesia dan Arab Saudi memiliki makna strategis karena kedua negara sama-sama berperan besar dalam ekosistem halal internasional. Bagi Indonesia, kolaborasi ini dapat membantu memperluas akses pasar dan meningkatkan kredibilitas sertifikasi halal di tingkat global.
Dari sisi ekonomi, sinergi tersebut berpotensi mendorong investasi dan perdagangan produk halal yang nilainya terus meningkat. Di saat persaingan industri halal makin ketat, kerja sama standar, akreditasi, dan pengakuan bersama menjadi faktor penting agar produk Indonesia lebih mudah diterima di pasar luar negeri.
Lihat versi asli dari sumber
Pada pertemuan tersebut, keduanya membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang jaminan produk halal (JPH) dan peluang pengembangan dan peningkatan sinergi yang sudah berjalan. Sinergi JPH diharapkan dapat memperkuat kolaborasi bilateral dalam sektor industri dan perdagangan produk halal yang terus berkembang pesat dan semakin kompetitif.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin selama 76 tahun dan memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri halal dunia. Selain memperkuat produktivitas kerja sama bilateral Indonesia-Arab Saudi, sinergi ini juga dipastikan akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi halal global.
"Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan yang sangat baik dan historis. Pertemuan ini penting untuk semakin mempererat kerja sama kedua negara, khususnya dalam pengembangan ekonomi dan perdagangan produk halal yang kini menjadi perhatian dunia dengan nilai yang terus tumbuh semakin besar." ujar Haikal dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Haikal menambahkan, penguatan kerja sama internasional di sektor halal juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem halal yang modern, terpercaya, dan berdaya saing global. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya kerja sama antara BPJPH dan Saudi Halal Center (SHC), serta BPJPH dan Gulf Accreditation Countries (GAC).
"Indonesia terus mendorong penguatan penyelenggaraan jaminan produk halal sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional dan peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar internasional." imbuhnya.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi menyambut baik gagasan tentang penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis bagi Arab Saudi, termasuk dalam pengembangan sektor halal dan perdagangan antar kedua negara.
Adapun pertemuan tersebut juga mempertegas komitmen Indonesia dan Arab Saudi untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kerja sama di sektor halal. Penguatan sinergi antar kedua negara diharapkan dapat mendukung peningkatan perdagangan produk halal, memperluas peluang investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan ekosistem industri halal global yang semakin berkembang.
(anl/ega)
Berita terkait
Singapura Sebut Indonesia Punya Potensi Besar Energi
Indonesia harus mengembangkan potensi energinya adalah bagaimana menarik investasi dan mewujudkan proyek kerja sama yang dapat mengembangkan ekonomi hijau.
Trump dan Xi Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi global

Golkar Sebut Rumitnya Izin Dipicu Tumpang Tindih Regulasi
Presiden Prabowo menyoroti rumitnya sistem perizinan di Indonesia. Anggota DPR Sarmuji menyebut tumpang tindih regulasi sebagai penyebab utama.

Prabowo Dorong Pembentukan Satgas Deregulasi Izin Usaha
Prabowo menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk merancang satuan tugas khusus tersebut bersama para pakar.
/data/photo/2026/05/13/6a04164203cbc.jpeg)
Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi di Kazan
Menko Airlangga memimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 untuk mempercepat implementasi kerja sama perdagangan hingga energi bersih dengan Rusia.

Airlangga dan Rusia Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Pemerintah Indonesia dan Rusia mengadakan SKB ke-14 untuk memperkuat kerja sama ekonomi, membahas perdagangan, investasi, dan implementasi Indonesia-EAEU FTA.