Live|
Antara NewsVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 18.13

Prabowo Apresiasi Inovasi Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas serangkaian implementasi inovasi yang sudah dilakukan di sektor pertanian dalam mendukung program ...

Prabowo Apresiasi Inovasi Pertanian untuk Dukung Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang telah diterapkan di sektor pertanian untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Dalam acara panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, ia menilai inovasi tersebut menunjukkan kemampuan anak bangsa menghadapi tantangan krisis dengan tetap mencari solusi baru.

Acara itu dipantau secara daring dari Jakarta. Prabowo secara khusus menyoroti pemanfaatan briket yang dibuat dari limbah tongkol jagung serta penggunaan pupuk berbahan baku batu bara sebagai bagian dari upaya Polri mendukung ketahanan pangan. Ia mendorong agar temuan-temuan seperti itu tidak berhenti pada tahap uji coba, melainkan terus dikembangkan dan diterapkan lebih luas agar Indonesia dapat memperkuat kemandirian pupuk nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyaksikan sejumlah teknologi dan metode yang digunakan Polri dalam pengelolaan lahan perkebunan jagung. Di antaranya adalah penggunaan pupuk berbahan batu bara, benih jagung hibrida, serta pengolahan bonggol jagung menjadi briket. Menurutnya, langkah-langkah tersebut memperlihatkan bahwa inovasi di bidang pertanian dapat muncul dari pemanfaatan sumber daya yang ada secara lebih efisien.

Prabowo sempat berkelakar soal hadirnya tamu dari luar negeri dalam kegiatan itu. Ia menyebut para undangan asing bisa saja mengetahui rahasia inovasi pertanian Indonesia, lalu dengan nada bercanda mempersilakan mereka meniru temuan yang ada. Canda itu disampaikan sambil menegaskan bahwa inovasi yang bermanfaat pada dasarnya dapat dibagikan demi kemanusiaan.

Pada panen raya jagung kuartal II/2026 itu, sebanyak 36 kepolisian daerah terlibat dengan total lahan binaan mencapai 189.760,36 hektare. Adapun lahan yang dipanen serentak pada hari itu mencapai 1.608,76 hektare, menandai upaya bersama dalam memperkuat produksi jagung nasional.

Sudut pandang lain

Pernyataan Presiden menunjukkan bahwa pemerintah melihat inovasi pertanian bukan hanya sebagai urusan produksi, tetapi juga bagian dari strategi kedaulatan pangan dan efisiensi sumber daya. Pemanfaatan limbah pertanian menjadi briket serta eksperimen bahan pupuk alternatif mencerminkan dorongan untuk mengurangi ketergantungan pada input impor.

Di sisi lain, keberhasilan program semacam ini bergantung pada kemampuan memperluas penerapan teknologi, menjaga konsistensi hasil, dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan petani. Jika inovasi yang dipuji Presiden dapat diadopsi secara lebih luas, dampaknya berpotensi menyentuh produktivitas pangan, biaya produksi, dan ketahanan rantai pasok nasional.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas serangkaian implementasi inovasi yang sudah dilakukan di sektor pertanian dalam mendukung program swasembada pangan, bahkan berkelakar negara lain dapat mencontek inovasi yang sudah dilakukan Indonesia.

"Di tengah krisis, Indonesia punya putra-putri yang inovatif, yang tidak menyerah, yang berani mencari ilmu," kata Presiden Prabowo pada kegiatan panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dipantau secara daring dari Jakarta, Sabtu.

Secara khusus, Prabowo menyoroti penggunaan briket berbahan dasar limbah tongkol jagung, selain juga pupuk berbahan baku batu bara, sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional yang dilakukan Polri.

Presiden mendorong agar implementasi temuan, termasuk inovasi pupuk, itu terus diimplementasikan secara lebih luas untuk memastikan kemandirian pupuk nasional.

Pada kesempatan itu, Presiden bahkan sempat berkelakar bahwa tamu warga negara asing yang diundang menghadiri panen raya tersebut akan mengetahui rahasia pertanian di Indonesia.

"Aku keliru juga undang-undang mereka, dia tahu nanti temuan-temuan kita. Ya wis tidak apa-apa, demi kemanusiaan kau boleh nyontek dari Indonesia," ujar Prabowo berkelakar.

Pada awal acara, Presiden Prabowo sempat menyaksikan berbagai inovasi yang digunakan Polri dalam mengelola lahan perkebunan jagung, di antaranya penggunaan pupuk yang bahannya menggunakan batu bara, kemudian penggunaan benih jagung hibrida, dan pengolahan bonggol jagung untuk menjadi briket.

Dalam acara panen raya jagung pada periode kuartal II/2026 di lahan pertanian binaan Polri, terdapat 36 kepolisian daerah yang terlibat dengan total luas lahan 189.760,36 hektare. Dari jumlah itu, 1.608,76 hektare lahan pertanian jagung panen raya serentak hari ini.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Dirangkum dari Antara News · oleh https://www.facebook.com/antaranewsdotcom

Berita terkait