Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNegatif14 Mei 2026 pukul 09.30

Mengenal Malaria Knowlesi dan Pola Penularannya

Gejala dan pola penularan Monkey Malaria.

Mengenal Malaria Knowlesi dan Pola Penularannya

Kasus malaria knowlesi atau monkey malaria kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan meningkat di Malaysia dengan 357 kasus dan satu kematian. Di Indonesia, penyakit ini juga sudah ditemukan di Aceh, namun penanganannya disebut masih terkendali.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, menjelaskan bahwa malaria knowlesi disebabkan oleh parasit Plasmodium knowlesi yang awalnya menginfeksi monyet. Penularan ke manusia terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit tersebut dari hewan ke manusia. Menurutnya, risiko penularan paling besar muncul di wilayah yang berdekatan dengan hutan atau pada kelompok masyarakat yang sering beraktivitas masuk ke kawasan hutan.

Ia menuturkan bahwa monyet umumnya tetap berada di habitatnya, meski kadang keluar ke area perkebunan atau pinggir hutan. Sementara itu, nyamuk yang berperan sebagai pembawa parasit dapat bersirkulasi di kawasan hutan dan sekitarnya. Jika nyamuk tersebut menggigit kera yang terinfeksi, lalu menggigit manusia yang berada di jalur pergerakan nyamuk, penularan dapat terjadi. Kondisi itu membuat orang yang bepergian ke hutan, berada di tepi hutan, atau tinggal di desa sekitar kawasan hutan perlu lebih waspada.

Dokter Inke juga menegaskan bahwa penularan ini hanya bisa terjadi jika tiga unsur, yakni monyet, nyamuk, dan manusia, berada dalam satu lingkungan yang saling terhubung. Jenis nyamuk tertentu, seperti Anopheles, menjadi pembawa yang memungkinkan parasit berpindah dari monyet ke manusia. Tanpa keberadaan salah satu unsur tersebut, rantai penularan tidak akan terbentuk.

Gejala malaria knowlesi pada manusia pada dasarnya belum bisa dibedakan dari malaria jenis lain. Meski begitu, masyarakat tetap perlu mencermati tanda-tanda seperti demam naik turun dengan siklus tertentu, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah, batuk, serta nyeri perut. Karena siklus parasit berlangsung cepat, gejala yang muncul berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berat bila tidak ditangani sejak awal.

Sudut pandang lain

Kenaikan kasus malaria knowlesi di Malaysia menunjukkan bahwa penyakit zoonosis masih menjadi tantangan kesehatan lintas batas, terutama di kawasan tropis yang berbatasan dengan hutan. Situasi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan di daerah perlintasan manusia dan satwa liar, termasuk wilayah perkebunan dan desa sekitar hutan.

Dari sisi kesehatan masyarakat, penjelasan mengenai rantai penularan dapat membantu memperkuat edukasi pencegahan, seperti mengenali gejala lebih cepat dan memahami lokasi berisiko. Di tingkat layanan kesehatan, temuan kasus di Indonesia juga menuntut deteksi dini agar penanganan tidak terlambat ketika parasit berkembang cepat.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA - Dunia kesehatan kembali menyorot soal penyakit Malaria Knowlesi atau Monkey Malaria yang kembali melonjak di Malaysia dengan 357 kasus dan satu kematian. Di Indonesia pun sudah muncul di Aceh dengan penanganan yang cukup terkendali.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis mengatakan, Malaria Knowlesi merupakan penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang menginfeksi monyet dan tertular kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit tersebut dari monyet.

Ia menjelaskan bahwa penularan dari penyakit ini biasanya terjadi di wilayah yang dekat dengan hutan atau di lingkungan masyarakat yang terbiasa masuk ke dalam hutan.

“Terkadang monyet ini tidak meninggalkan habitatnya atau tidak meninggalkan hutan, mungkin sesekali saja keluar dari tempat hutan, masuk ke tempat perkebunan. Namun nyamuk lah yang bersirkulasi atau berdistribusi di daerah hutan dan juga di pinggir hutan, sehingga setelah menggigit kera yang terinfeksi, dia beresiko untuk menggigit individu yang mungkin melakukan perjalanan ke dalam hutan, ataupun di pinggiran hutan, bahkan sampai ke desa tadi,” ujarnya dalam media briefing “Mengenal Monkey Malaria” secara daring, Rabu (13/5/2026).

Dokter Inke mengungkapkan bahwa hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia. Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor, yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.

“Jadi ketiga hal ini yang menyebabkan terjadinya ada infeksi pada manusia. Tidak bisa ada nyamuknya dan ada manusia, tetapi nyamuknya tidak ada, tentu tidak akan terjadi penularan. Ataupun jika misalnya di hutan hanya ada monyet dan nyamuk, nah kemudian tidak ada penularan kepada manusia,” katanya.

Gejala-gejala yang terjadi pada manusia saat terdampak Malaria Knowlesi ini belum bisa dibedakan dengan jenis malaria lainnya. Namun, tetap waspada jika ada tanda-tanda yang muncul, seperti demam dengan siklus tertentu atau naik turun, menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, mual muntah disertai batuk dan nyeri perut. Bahkan gejala-gejala itu bisa menyebabkan sesuatu yang lebih parah karena siklus dari parasit yang cepat.

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait