Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral16 Mei 2026 pukul 15.49

Bau Sungai Thames Memicu Reformasi Sanitasi London

Kota London, Inggris pernah dilanda bau busuk kotoran manusia. Baunya bahkan sampai ke Gedung Parlemen.

Bau Sungai Thames Memicu Reformasi Sanitasi London

Pada musim panas 1858, London dilanda bau busuk kotoran manusia yang berasal dari Sungai Thames. Aroma menyengat itu bahkan masuk ke aula-aula Gedung Parlemen Inggris dan membuat para politisi tak tahan berada di dalam ruangan, hingga sebagian memilih meninggalkan kota menuju pedesaan sambil menutupi hidung dengan sapu tangan.

Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai “Great Stink” itu menjadi titik balik bagi kebersihan London. Meski sebelumnya kota tersebut sudah menghadapi masalah kesehatan akibat kondisi sungai yang buruk, termasuk wabah disentri dan tifus, gangguan bau yang sangat parah baru benar-benar mendorong para pembuat undang-undang mengambil langkah tegas. Mereka kemudian menyusun regulasi dan mendukung pembangunan sistem pembuangan yang lebih modern.

Proyek besar tersebut dipimpin oleh insinyur Joseph Bazalgette, yang memantau pembangunan jaringan selokan raksasa di sepanjang Sungai Thames. Sistem ini dirancang untuk menangkap limpasan air permukaan dan limbah, lalu mengalirkannya ke muara di Barking di sisi utara sungai serta ke Crossness. Dengan begitu, air hujan dan limbah dialihkan ke hilir, jauh dari kawasan padat penduduk di pusat kota, agar lebih mudah mengalir ke laut.

Jaringan saluran pembuangan itu mencakup sekitar 82 juta saluran baru dan dibangun sebagai jalan raya bawah tanah besar, bahkan di beberapa bagian lebih besar dari terowongan kereta bawah tanah yang saat itu sedang dikerjakan. Kemiringannya dibuat minimal dua kaki per mil agar aliran limbah tetap lancar. Sejak sistem tersebut beroperasi, bau busuk di London berangsur hilang, sementara infrastruktur sanitasi dan kesehatan masyarakat membaik. Dari krisis bau inilah London kemudian berkembang menjadi salah satu kota modern yang lebih bersih pada masanya.

Sudut pandang lain

Kisah ini menunjukkan bahwa krisis lingkungan kerap menjadi pemicu perubahan kebijakan yang selama ini tertunda. Dalam kasus London, masalah bau bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan tanda nyata bahwa sistem sanitasi kota sudah tidak mampu menampung pertumbuhan penduduk dan limbah.

Dari sudut pandang tata kota, peristiwa ini memperlihatkan pentingnya infrastruktur dasar seperti drainase, pengolahan limbah, dan sanitasi dalam membentuk kesehatan publik. Dampaknya tidak hanya mengurangi bau, tetapi juga membantu menekan risiko penyakit dan mendorong transformasi London menuju kota modern.

Lihat versi asli dari sumber

Kota London, Inggris pernah dilanda bau busuk kotoran manusia. Baunya bahkan sampai ke Gedung Parlemen . Bau busuk ini yang kemudian mendorong London menjadi kota yang lebih bersih.

Dilansir The Guardian , peristiwa ini bermula pada musim panas tahun 1858. Bau kotoran manusia dari Sungai Thames menguar kemana-mana kemana-mana.

Bau busuk ini sampai ke aula-aula Gedung Parlemen Inggris. Baunya membuat para politisi yang duduk di gedung itu tersiksa.

Sebagian ada yang kabur ke daerah pedesaan. Mereka memegang sapu tangan untuk menutupi hidungnya. Bau busuk ini lantas mendorong para pembuat undang-undang itu untuk membuat regulasi demi membersihkan London dari bau busuk. Padahal, sebelumnya sudah ada gelombang penyakit seperti disentri dan tifus yang disebabkan oleh kondisi sungai. Baru bau busuk ini yang mendorong para politisi.

Dari bau busuk ini, pemerintah kemudian membuat rencana pembangunan sistem selokan modern. Proyek konstruksi tersebut mengubah wajah London menjadi kota modern pada masanya. Pembangunan sistem selokan modern ini juga membuat kesehatan masyarakat London menjadi lebih baik.

Insiyur yang Mengubah London

Proyek sistem selokan ini dipimpin oleh seorang insiyur teknik bernama Joseph Bazalgette. Bazalgette memantau proses pembuatan selokan raksasa ini. Bentuk selokan ini memanjang sejajar dengan sungai. Selokan akan mencegat air permukaan dan limbah, mengalirkannya ke muara di Barking di sisi utara Sungai Thames dan Crossness.

Saluran pembuangan gabungan ini kemudian mengalihkan air hujan dan limbah ke hilir, jauh melampaui kota yang padat penduduk di sebelah timur, dari mana air tersebut akan mengalir lebih mudah ke laut.

Jaringan tersebut mencakup 82 juta saluran pembuangan baru, jalan raya bawah tanah besar yang di beberapa tempat lebih besar daripada terowongan kereta bawah tanah yang sedang dibangun saat itu.

Selokan ini memiliki kemiringan minimum dua kaki per mil sehingga mendorong aliran air pembuangan.

Sejak saat itu, London tidak berbau busuk lagi. Fasilitas infrastruktur dan sanitasi di London semakin baik. Hingga kini, London dikenal sebagai salah satu kota modern yang bersih. Semua dipicu oleh bau busuk sungai yang masuk ke Gedung Parlemen.

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait