Live|
Detik.comVersi JafmoNewsPositif10 Mei 2026 pukul 14.35

Andre Rosiade Beri Kursi Roda Elektrik untuk Siswa Lumpuh

Wakil Ketua DPR Andre Rosiade memberikan kursi roda elektrik dan bantuan biaya pengobatan untuk Hannan, siswa 9 tahun yang lumpuh akibat tumor.

Andre Rosiade Beri Kursi Roda Elektrik untuk Siswa Lumpuh

Andre Rosiade memberikan bantuan kursi roda elektrik kepada Hannan, seorang siswa di Padang Panjang yang mengalami kelumpuhan pada kedua kaki akibat tumor di bagian lumbal atau tulang belakang bagian bawah. Bantuan itu diharapkan dapat memudahkan Hannan kembali bergerak, beraktivitas, dan menjalani keseharian seperti anak seusianya.

Selain kursi roda elektrik, Andre juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta untuk membantu kebutuhan pengobatan dan biaya hidup keluarga. Ia menyampaikan bantuan itu saat mengunjungi rumah Hannan pada Minggu (10/5/2026), didampingi Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Braditi Moulevey. Dalam kesempatan tersebut, Andre meminta keluarga agar segera kembali berkonsultasi dengan dokter supaya perkembangan kondisi Hannan terus dipantau.

Andre juga menegaskan pemeriksaan MRI tidak sebaiknya terlalu lama ditunda agar penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Ia bahkan menyatakan timnya siap membantu mengurus MRI di M Djamil apabila pemeriksaan lanjutan memang diperlukan. Menurutnya, Hannan perlu terus semangat menjalani pengobatan dan tetap berusaha mengejar kesembuhan.

Hannan adalah anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Syahrer, 54 tahun, dan Nurlina, 44 tahun. Keluarga itu tinggal di Jalan Rasuna Said, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, Nurlina tetap berjualan kelontong untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pengobatan anaknya.

Nurlina mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Andre kepada keluarganya. Menurut dia, kursi roda elektrik sangat membantu Hannan agar bisa lebih mudah bergerak dan kembali menjalani aktivitas, termasuk harapan untuk bersekolah lagi. Hannan sendiri disebut sempat menangis karena menunggu kursi roda yang belum datang, bahkan ia ingin segera kembali ke sekolah setelah alat itu diterima. Saat bertemu Andre, Hannan tampak senang dan berulang kali mengucapkan terima kasih.

Sudut pandang lain

Kasus Hannan menggambarkan bagaimana akses bantuan pribadi dari figur publik masih sangat berarti bagi keluarga dengan beban biaya kesehatan yang tinggi. Di luar bantuan sesaat, kebutuhan yang lebih mendasar tetap berada pada kesinambungan pemeriksaan medis, dukungan mobilitas, dan pendampingan agar proses belajar anak tidak terputus.

Dari sisi sosial, perhatian langsung terhadap anak dengan kondisi disabilitas atau keterbatasan fisik juga menunjukkan pentingnya respons cepat dari jejaring masyarakat dan tokoh publik. Namun, situasi seperti ini sekaligus menegaskan perlunya sistem dukungan yang lebih terstruktur agar keluarga berpenghasilan terbatas tidak bergantung pada bantuan insidental semata.

Lihat versi asli dari sumber

Hannan mengalami tumor pada bagian lumbal atau tulang belakang bagian bawah yang menyebabkan kedua kakinya lumpuh. Penyakit itu membuat aktivitas Hannan sangat terbatas dalam beberapa bulan terakhir, termasuk untuk pergi ke sekolah, bermain, hingga berinteraksi dengan teman-temannya.

Selain kursi roda elektrik, Andre memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp3 juta untuk membantu kebutuhan pengobatan dan biaya keseharian keluarga. Bantuan tersebut menjadi hal yang tidak pernah dibayangkan keluarga sederhana itu sebelumnya.

"Kalau nanti harus MRI lagi di M Djamil, insya Allah tim kami akan bantu uruskan. Semoga Hannan terus semangat dan segera diberi kesembuhan," kata Andre dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi rumah Hannan. Kedatangan Andre turut didampingi Sekjen DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Braditi Moulevey.

Dalam kunjungannya, Andre juga meminta keluarga segera kembali berkonsultasi dengan dokter agar perkembangan penyakit Hannan bisa terus dipantau. Menurut Andre, pemeriksaan MRI jangan terlalu lama ditunda agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Hannan merupakan anak pasangan Syahrer (54) dan Nurlina (44). Keluarga sederhana ini tinggal di Jalan Rasuna Said, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Hannan merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Di tengah kondisi sulit yang dihadapi keluarga, sang ibu, Nurlina, tetap berjuang mencari nafkah dengan berjualan kelontong demi memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pengobatan anaknya.

Nurlina mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan Andre kepada keluarganya. Menurutnya, kursi roda elektrik tersebut sangat membantu Hannan agar bisa kembali bergerak lebih mudah dan menjalani aktivitas seperti anak-anak lainnya.

"Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Terima kasih banyak kepada Bapak Andre Rosiade yang sudah memberikan bantuan kursi roda elektrik dan biaya pengobatan untuk anak saya," ujar Nurlina.

Di hadapan Andre, Nurlina juga menceritakan keinginan Hannan untuk kembali bersekolah. Bahkan, Hannan sempat menangis karena kursi roda yang ditunggu-tunggu belum juga datang. "Dia sampai bilang, kalau kursi rodanya sudah datang, dia mau sekolah lagi," kata Nurlina.

Sementara itu, Hannan tampak bahagia dan beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada Andre. Andre pun menyemangati Hannan agar tetap rajin belajar dan terus semangat menjalani pengobatan.

"Iya, rajin-rajin belajar ya," ujar Andre.

Kini, dengan kursi roda elektrik yang diterimanya, Hannan kembali memiliki harapan untuk beraktivitas dan belajar bersama teman-temannya di sekolah. Kepedulian Andre pun mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena dinilai hadir langsung membantu warga yang benar-benar membutuhkan perhatian dan dukungan. (akn/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait