Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif14 Mei 2026 pukul 07.00

Filipina Gagal Tangkap Ronald Dela Rosa di Gedung Senat

Lebih dari belasan tembakan terdengar di Gedung Senat Filipina menyusul dengan tindakan polisi dan marinir Filipina untuk menangkap mantan kepala polisi Ronald dela Rosa

Filipina Gagal Tangkap Ronald Dela Rosa di Gedung Senat

Lebih dari belasan tembakan terdengar di Gedung Senat Filipina saat polisi dan marinir berupaya menangkap Senator Ronald dela Rosa, mantan kepala polisi pada era Presiden Rodrigo Duterte. Dela Rosa diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, sehingga operasi penangkapan itu memicu kepanikan di sekitar kompleks parlemen.

Jurnalis Al Jazeera, Jamela Alindogan, mengatakan sekitar 15 tembakan dilepaskan hingga para wartawan terpaksa mundur dari lokasi. Setelah insiden itu, pasukan keamanan memerintahkan seluruh orang di dalam gedung untuk dievakuasi pada Rabu malam waktu setempat. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang melepaskan tembakan tersebut.

Sebelumnya, dela Rosa sudah memperkirakan dirinya akan ditangkap. Dalam video yang diunggah di Facebook pada Rabu, ia meminta masyarakat datang ke gedung parlemen agar mencegah dirinya dibawa ke ICC. Ia juga meminta publik tidak membiarkan ada lagi warga Filipina yang dikirim ke Den Haag. Tak lama setelah seruan itu, aparat penegak hukum mulai berkumpul di luar gedung Senat.

Mantan kepala kepolisian itu dikenal sebagai pelaksana utama kebijakan perang melawan narkoba di bawah pemerintahan Duterte. Pada Selasa, ia meminta Presiden Ferdinand Marcos Jr. agar tidak menyerahkannya ke ICC dan menegaskan siap menghadapi proses hukum di Filipina. Karena khawatir ditangkap, dela Rosa memilih bertahan di kantornya di gedung legislatif dan mengaku telah mengabdi setia kepada negaranya.

ICC pada Senin membuka surat perintah penangkapan terhadap dela Rosa yang sebenarnya sudah diterbitkan sejak November lalu. Ia diduga terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan dengan tuduhan yang sama seperti yang menjerat Duterte. Mantan presiden berusia 81 tahun itu kini menunggu persidangan di Den Haag setelah ditangkap tahun lalu. Dela Rosa, yang juga dikenal dengan julukan Bato, berada di bawah perlindungan Senat sejak aparat masuk ke gedung parlemen pada Senin dan kembali muncul di depan publik untuk pertama kalinya sejak November. Ia membantah terlibat dalam pembunuhan ilegal.

Sudut pandang lain

Peristiwa ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara aparat Filipina, lembaga legislatif, dan mekanisme hukum internasional. Kasus dela Rosa tidak hanya menyangkut status hukum seorang senator, tetapi juga memperlihatkan bagaimana warisan kebijakan perang narkoba era Duterte masih membelah ruang politik Filipina.

Dari sisi politik dan hukum, respons terhadap upaya penangkapan ini dapat memengaruhi hubungan Filipina dengan ICC serta sikap pemerintahan Ferdinand Marcos Jr. terhadap kerja sama internasional dalam penegakan hukum. Di tingkat domestik, insiden tembakan di lingkungan Senat juga berpotensi memperbesar sorotan publik terhadap keamanan lembaga negara dan proses penegakan hukum yang berlangsung di tengah tensi politik.

Lihat versi asli dari sumber

VIVA –Lebih dari belasan tembakan terdengar di Gedung Senat Filipina menyusul dengan tindakan polisi dan marinir Filipina untuk menangkap Senator yang juga mantan kepala polisi era Presiden Rodrigo Duterte , Ronald dela Rosa . Pria tersebut diketahui diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Sekitar 15 tembakan dilepaskan dan kami (wartawan) terpaksa mundur,” kata jurnalis Al Jazeera, Jamela Alindogan dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis 15 Mei 2026.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan kemudian memerintahkan seluruh orang di dalam gedung untuk dievakuasi pada Rabu malam waktu setempat. Hingga kini belum diketahui siapa yang melepaskan tembakan tersebut.

Sebelumnya, Senator Filipina Ronald dela Rosa mengaku sudah memperkirakan dirinya akan ditangkap. Ia bahkan meminta masyarakat datang ke gedung parlemen untuk mencegah dirinya ditahan dan dibawa ke ICC.

“Saya memohon kepada kalian. Saya harap kalian bisa membantu saya. Jangan biarkan ada lagi warga Filipina yang dibawa ke Den Haag,” kata dela Rosa dalam video yang diunggah di Facebook pada Rabu.

Tak lama setelah pesan itu disampaikan, aparat penegak hukum mulai berkumpul di luar gedung Senat.

Mantan kepala kepolisian Filipina itu merupakan pelaksana utama kebijakan perang melawan narkoba era mantan Presiden Rodrigo Duterte. Pada Selasa, dela Rosa meminta Presiden Ferdinand Marcos Jr agar tidak menyerahkannya ke ICC. Ia menegaskan siap menghadapi proses hukum di Filipina.

Lantaran takut ditangkap, dela Rosa memilih bertahan di kantornya di gedung legislatif. Ia mengaku selama ini telah mengabdi dengan setia kepada negaranya.

ICC pada Senin membuka surat perintah penangkapan terhadap dela Rosa yang sebenarnya sudah diterbitkan sejak November lalu. Ia diduga terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, tuduhan yang sama dengan yang menjerat Duterte. Mantan presiden berusia 81 tahun yang kini menunggu persidangan di Den Haag setelah ditangkap tahun lalu.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya Bekerja dengan Setia”

Dela Rosa, yang lebih dikenal dengan julukan “Bato” atau “batu”, berada di bawah perlindungan Senat sejak aparat masuk ke gedung parlemen pada Senin. Saat itu ia kembali muncul di publik untuk pertama kalinya sejak November. Ia membantah terlibat dalam pembunuhan ilegal.

Dirangkum dari VIVA · oleh Isra Berlian

Berita terkait

Senat Filipina Diperketat saat Dela Rosa Diburu ICC
OkezoneJafmoNews14 Mei 2026, 08.36

Senat Filipina Diperketat saat Dela Rosa Diburu ICC

Gedung Senat Filipina ditutup ketat setelah seorang senator yang menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court ICC , Ronald Dela Rosa, mencari perlindungan di dalam gedung tersebut. Aparat militer terlihat memasuki area Senat untuk melakukan pengamanan.

Moge Tabrak BMW di Kanada, Tersangkut di Lampu Lalu Lintas
VIVAJafmoNews12 Mei 2026, 17.19

Moge Tabrak BMW di Kanada, Tersangkut di Lampu Lalu Lintas

Sebuah kecelakaan tak biasa melibatkan motor gede atau moge dan sedan BMW menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial dan banyak dibagikan warganet.

Polri Siapkan Seragam dan Pelindung Anti-Panah
Kompas.comJafmoNews12 Mei 2026, 12.14

Polri Siapkan Seragam dan Pelindung Anti-Panah

Polri kenalkan seragam dan alat pelindung diri baru untuk anggota di area rawan konflik. Kapolri Sigit juga resmikan laboratorium uji peralatan. Personel lebih aman!

Polri Ungkap WNI di Sindikat Judi Online Pernah Bekerja di Kamboja
VIVAJafmoNews10 Mei 2026, 22.50

Polri Ungkap WNI di Sindikat Judi Online Pernah Bekerja di Kamboja

Polisi masih mendalami peran WNI yang ikut ditangkap dalam penggerebekan jaringan judi online (judol) internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk Plaza Tower.

Polri Titipkan 320 WNA Terkait Judi Online Internasional ke Imigrasi
VIVAJafmoNews10 Mei 2026, 22.30

Polri Titipkan 320 WNA Terkait Judi Online Internasional ke Imigrasi

Sebanyak 320 orang warga negara asing terlibat kasus perjudian online atau daring jaringan internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta dititipkan ke Kemenimipas.

Polri Sebut Satu WNI di Sindikat Judi Online Pernah Bekerja di Kamboja
OkezoneJafmoNews10 Mei 2026, 20.48

Polri Sebut Satu WNI di Sindikat Judi Online Pernah Bekerja di Kamboja

Polri menyatakan terdapat satu warga negara Indonesia WNI yang terlibat dalam sindikat judi online judol internasional yang ditangkap di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.