Polri Siapkan Seragam dan Pelindung Anti-Panah
Polri kenalkan seragam dan alat pelindung diri baru untuk anggota di area rawan konflik. Kapolri Sigit juga resmikan laboratorium uji peralatan. Personel lebih aman!
/data/photo/2026/05/12/6a02b60db0980.jpeg)
Polri menyiapkan perlengkapan baru berupa seragam dan alat pelindung diri bagi anggota yang bertugas di wilayah rawan konflik. Perlengkapan itu dirancang untuk melindungi personel dari ancaman di lapangan, termasuk serangan panah yang kerap muncul di sejumlah daerah konflik.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di Gedung Pertemuan Slog Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026). Ia mengatakan, dalam kegiatan Rakernis Logistik Polri, perlengkapan baru itu turut diperagakan dan dinilai mampu membantu anggota terhindar dari potensi serangan panah saat menjalankan tugas.
Menurut Sigit, penyediaan perlengkapan ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan personel ketika menghadapi kerusuhan maupun bentuk ancaman lain di lapangan. Selain panah, perlindungan juga disiapkan untuk menghadapi lemparan bom molotov, tembakan, dan berbagai potensi bahaya lain yang dapat membahayakan anggota.
Ia menambahkan, pembekalan alat pengamanan diri diharapkan membuat anggota Polri lebih percaya diri dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan perlengkapan yang lebih memadai, personel di lapangan diharapkan dapat bekerja secara lebih aman di tengah situasi yang berisiko tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, Polri juga meresmikan laboratorium baru milik Staf Logistik (Slog) Polri untuk menguji kualitas seragam anggota. Laboratorium tersebut dilengkapi peralatan khusus guna memastikan seragam dan perlengkapan yang digunakan personel benar-benar memenuhi standar dan spesifikasi yang telah ditetapkan Polri.
Sudut pandang lain
Langkah Polri ini menunjukkan perhatian yang lebih besar pada keselamatan personel di lapangan, terutama di wilayah yang menghadapi konflik terbuka atau gangguan keamanan dengan pola serangan nonkonvensional. Dalam konteks operasional, perlindungan yang lebih baik dapat membantu menekan risiko cedera dan menjaga kesiapan anggota saat bertugas.
Di sisi lain, keberadaan laboratorium pengujian seragam juga menandakan upaya standardisasi kualitas perlengkapan internal. Jika pengujian berjalan konsisten, kebijakan ini berpotensi meningkatkan efisiensi pengadaan sekaligus memastikan alat pelindung yang digunakan benar-benar sesuai kebutuhan operasional.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri menyiapkan perlengkapan baru berupa seragam dan alat pelindung diri untuk anggota yang bertugas di wilayah rawan konflik, termasuk daerah yang kerap terjadi serangan panah.
Ia mengatakan, dalam kegiatan Rakernis Logistik Polri, turut diperagakan kemampuan perlengkapan baru yang mampu melindungi anggota dari serangan panah.
"Jadi salah satunya, bagaimana agar pada saat ada serangan, salah satunya di wilayah-wilayah yang sering terjadi konflik, yang sering menggunakan alat panah, tadi diperagakan dan Alhamdulillah dengan peralatan yang baru anggota kita bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah," kata Kapolri dalam konferensi pers di Gedung Pertemuan Slog Polri, Jakarta Timur, Selasa (12/5/2026).
Menurut Sigit, perlengkapan tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan keselamatan personel saat bertugas menghadapi potensi kerusuhan maupun ancaman di lapangan.
Selain perlindungan dari panah, Sigit menyebut perlengkapan baru itu juga disiapkan untuk menghadapi ancaman lain seperti lemparan bom molotov hingga tembakan.
“Demikian juga tentunya harapan kita anggota kita juga dibekali dengan berbagai macam alat pengamanan diri menghadapi potensi tantangan di lapangan," ujarnya.
"Apakah itu mulai dari lemparan molotov, kemudian juga tembakan, dan juga tentunya segala macam yang membahayakan anggota," lanjut dia.
Menurut dia, penyediaan perlengkapan tersebut bertujuan agar anggota Polri lebih percaya diri saat menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan sama, Polri juga meresmikan laboratorium baru milik Staf Logistik (Slog) Polri untuk menguji kualitas seragam anggota.
Sigit menjelaskan laboratorium itu dilengkapi berbagai peralatan untuk memastikan seluruh perlengkapan yang digunakan personel memenuhi standar yang telah ditetapkan Polri.
“Di dalamnya berisi peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengecek dan memastikan kualitas dari seragam yang diberikan kepada anggota betul-betul memenuhi spesifikasi yang menjadi persyaratan Polri," ungkap Kapolri.
Berita terkait
Filipina Gagal Tangkap Ronald Dela Rosa di Gedung Senat
Lebih dari belasan tembakan terdengar di Gedung Senat Filipina menyusul dengan tindakan polisi dan marinir Filipina untuk menangkap mantan kepala polisi Ronald dela Rosa

Polri Akan Dilengkapi Peralatan Hadapi Panah dan Molotov
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan personel Polri ke depannya akan dilengkapi dengan peralatan pengamanan yang lebih maksimal, termasuk perlengkapan untuk menghadapi ancaman busur panah, tembakan, hingga bom molotov.
/data/photo/2026/05/16/6a07bbc770af1.jpg)
Polri Targetkan 28 Gudang Pangan Selesai Juni 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut Polri akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan untuk mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
/data/photo/2025/07/18/6879e7e806b8d.jpg)
Penyebab Storage WhatsApp Cepat Penuh dan Cara Mengatasinya
Storage WhatsApp bisa cepat penuh karena file media seperti foto, video, GIF, dokumen, dan voice note menumpuk tanpa disadari.
/data/photo/2026/01/30/697c7664edb25.jpeg)
Persija Menang 3-1 di Markas Persik, Cetak Rekor Poin
Persija Jakarta berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Persik Kediri.
/data/photo/2026/05/16/6a0807952f614.jpg)
Makanan yang Disarankan Ahli Saat Fase Luteal Menjelang Menstruasi
Menurut pakar, ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi ketika sedang berada di fase luteal atau seminggu menjelang menstruasi.