Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 13.19

DPRD Jember Proses Etik Anggota yang Terekam Main Game Saat Rapat

Ketua DPRD Jember, Abdul Halim, minta maaf atas tindakan anggota yang bermain game saat rapat. Proses etik akan dilakukan untuk sanksi yang sesuai.

DPRD Jember Proses Etik Anggota yang Terekam Main Game Saat Rapat

DPRD Jember akan menindaklanjuti video yang memperlihatkan salah satu anggotanya diduga bermain game sambil merokok saat rapat dengar pendapat. Ketua DPRD Jember Abdul Halim menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggota Komisi D bernama A Syahri Assidiqi yang sempat viral di media sosial tersebut.

Menurut Halim, peristiwa itu terjadi saat rapat Komisi D yang membahas layanan kesehatan pada Senin (11/5). Ia memastikan kasus tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan diproses melalui mekanisme etik di lingkungan dewan. Pimpinan DPRD, kata dia, juga telah menegur yang bersangkutan secara langsung.

Halim menjelaskan, penanganan pelanggaran akan dibawa ke Badan Kehormatan DPRD Jember. Dari proses itu, terbuka kemungkinan adanya sanksi administratif maupun sanksi disiplin, baik untuk Syahri maupun anggota dewan lain jika terbukti melanggar kode etik. Ia menegaskan bahwa mekanisme formal lembaga akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

Selain di tingkat DPRD, persoalan ini juga akan dibahas di internal partai. Halim yang juga Ketua DPC Gerindra Jember mengatakan Syahri merupakan kader baru di fraksinya. Karena itu, masalah tersebut akan dilaporkan ke pimpinan partai di level yang lebih tinggi, yakni DPD dan DPP, untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan organisasi.

DPRD Jember dalam waktu dekat juga akan memanggil Syahri untuk dimintai klarifikasi secara langsung. Lembaga itu berharap yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik. Halim menilai kejadian ini menjadi catatan penting bagi fraksi dan partainya yang selama ini menerapkan disiplin ketat bagi para kadernya.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan bahwa perilaku anggota dewan di ruang rapat kini mudah diawasi publik melalui rekaman ponsel dan media sosial. Dalam konteks tata kelola legislatif, sorotan semacam ini mendorong lembaga DPRD untuk lebih tegas menegakkan etika agar kepercayaan publik tidak menurun.

Di sisi lain, langkah permintaan maaf, klarifikasi, dan potensi sanksi dapat menjadi ukuran bagaimana partai serta lembaga menyeimbangkan pembinaan kader dengan akuntabilitas jabatan publik. Respons yang cepat sering kali penting untuk meredam dampak reputasi, sekaligus memberi sinyal bahwa pelanggaran etika tidak dianggap sepele.

Lihat versi asli dari sumber

Ketua DPRD Jember Abdul Halim menyampaikan permohonan maaf usai salah satu anggota Komisi D DPRD yakni A Syahri Assidiqi yang terekam kamera diduga sedang bermain game sambil merokok saat Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) berlangsung. Halim memastikan yang bersangkutan akan diproses secara etik melalui Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember.

Aksi tak terpuji itu sebelumnya viral di media sosial. Dalam potongan video yang beredar, anggota dewan bernama Syahri itu tampak asyik menggerakkan jari di layar ponsel layaknya bermain game saat rapat Komisi D membahas layanan kesehatan pada Senin (11/5).

"Atas nama pimpinan DPRD Jember, kami menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan anggota kami. Tentunya ini akan ada proses menyangkut etika DPRD. Dan kami juga tegur yang bersangkutan," kata Halim saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halim menjelaskan, penanganan pelanggaran ini akan mengikuti mekanisme formal di DPRD Jember. Ia menyebut terdapat potensi sanksi administratif hingga sanksi disiplin bagi Syahri maupun anggota lainnya bila melanggar kode etik tersebut.

"Prosesnya nanti akan kita proses di BKD (Badan Kehormatan Dewan). Secara kelembagaan mungkin akan ada sanksi administrasi atau sanksi disiplin," ucapnya.

Tak hanya di level lembaga, Halim yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Jember mengungkapkan bahwa anggota tersebut merupakan kader baru di fraksinya. Pihak internal partai pun tidak tinggal diam dan berencana membawa masalah ini ke tingkat pimpinan yang lebih tinggi.

"Tentu nanti akan kami laporkan ke pimpinan (DPD/DPP)," ucapnya.

Lebih lanjut, Halim menegaskan, Gerindra memiliki aturan kedisiplinan bagi setiap kader. Kejadian ini pun disebut akan menjadi bahan evaluasi serius bagi fraksi.

"Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku baik di partai maupun lembaga. Dari partai tentu akan menindak melalui teguran, sanksi administratif maupun sanksi disiplin keanggotaan," tegas Halim.

Dalam waktu dekat, DPRD Jember menjadwalkan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk memberikan klarifikasi secara langsung serta menuntut permintaan maaf Syahri secara terbuka kepada publik.

"Bukan hanya saran, kita akan panggil beliau untuk proses klarifikasi. Minimal beliau mau menyampaikan permintaan maaf. Ini akan menjadi catatan bagi kami karena di partai kami menerapkan sistem kedisiplinan yang ketat," katanya.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait