Live|
Tempo.coVersi JafmoNewsNetral12 Mei 2026 pukul 13.26

Prabowo Menerima Laporan AHY Soal Program Prioritas

AHY melaporkan progres sejumlah program prioritas Prabowo, seperti program tiga juta rumah hingga rehabilitasi pascabencana.

Prabowo Menerima Laporan AHY Soal Program Prioritas

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas Kabinet Merah Putih secara virtual pada Senin sore, 11 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melaporkan perkembangan sejumlah program prioritas yang menjadi arahan presiden.

AHY menyampaikan laporan itu melalui unggahan di akun Instagram @agusyudhoyono pada Selasa, 12 Mei 2026. Ia menyebut bahwa pembahasan rapat mencakup penguatan infrastruktur, konektivitas, dan ketahanan wilayah sebagai bagian dari agenda pemerintah yang tengah dikawal kementeriannya.

Sejumlah program yang dilaporkan antara lain penyelamatan kawasan Pantai Utara Jawa, rehabilitasi pascabencana, serta gerakan Indonesia Asri yang menekankan ruang terbuka hijau dan biru. AHY juga menyoroti program pembangunan 3 juta rumah dengan konsep transit-oriented development atau TOD, serta transformasi jaringan kereta api nasional.

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya swasembada air melalui manajemen irigasi dan pipa rumah tangga yang berkelanjutan. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu pilar utama untuk memperkuat ketahanan pangan. AHY menilai tantangan ke depan tidak ringan, tetapi optimistis target pembangunan infrastruktur nasional dapat dicapai melalui kerja keras dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam pernyataannya, AHY menegaskan bahwa upaya tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa penguatan infrastruktur tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga ketahanan wilayah dan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

Sudut pandang lain

Laporan AHY menunjukkan bahwa agenda infrastruktur pemerintah tidak hanya berfokus pada proyek pembangunan baru, tetapi juga pada perlindungan wilayah rentan, pemulihan pascabencana, dan penguatan layanan dasar seperti air. Pendekatan ini penting karena sektor infrastruktur kerap menjadi pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus ketahanan sosial.

Di sisi lain, penyebutan program rumah, transportasi, air, dan kawasan pesisir menandakan koordinasi lintas kementerian akan menjadi kunci keberhasilan. Tantangan utamanya adalah memastikan program-program tersebut berjalan konsisten, terukur, dan tidak berhenti pada seremonial laporan, terutama mengingat besarnya skala pekerjaan yang dihadapi pemerintah.

Lihat versi asli dari sumber

PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas Kabinet Merah Putih secara virtual pada Senin sore, 11 Mei 2026. Dalam rapat itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY melaporkan progres sejumlah program prioritas Prabowo, seperti program tiga juta rumah hingga rehabilitasi pascabencana.

Pilihan Editor: Siapa Bertanggung Jawab Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Adapun Agus membagikan momen ratas ini melalui akun Instagram @agusyudhoyono. “Dalam kesempatan tersebut, saya melaporkan progres sejumlah agenda prioritas yang menjadi direktif Bapak Presiden untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas dan ketahanan wilayah kita,” kata Agus pada takarir unggahan Instagramnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Agus, beberapa agenda prioritas yang dikawal kementeriannya di antaranya penyelamatan wilayah Pantai Utara atau Pantura Jawa, rehabilitasi pascabencana, hingga gerakan Indonesia Asri dengan ruang terbuka hijau dan biru. Lalu, ada pula program 3 juta rumah dengan konsep transit-oriented development (TOD) dan transformasi jaringan kereta api nasional.

“Saya juga melaporkan pentingnya swasembada air melalui manajemen irigasi dan pipa rumah tangga yang berkelanjutan sebagai pilar utama ketahanan pangan,” ujar Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Bagi Agus, tantangan ke depan tidak mudah. “Namun, dengan kerja keras dan kolaborasi lintas sektoral, kami optimistis infrastruktur nasional akan semakin tangguh dan membawa manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Agus.

Berita terkait