Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral12 Mei 2026 pukul 17.07

Prabowo Bahas Percepatan Proyek Tanggul Laut di Istana

Rosan membenarkan rapat akan membahas tanggul laut, tapi dia tidak menyampaikan secara rinci hal apa saja yang dilaporkan.

Prabowo Bahas Percepatan Proyek Tanggul Laut di Istana

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ke Istana untuk membahas perkembangan proyek tanggul laut atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore, dengan agenda utama meninjau progres perencanaan proyek strategis tersebut.

Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembahasan tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga koordinasi lintas sektor dalam mendorong proyek berjalan lebih cepat.

Rosan membenarkan bahwa rapat tersebut membahas tanggul laut, meski ia tidak memerinci materi laporan yang disampaikan kepada Presiden. Ia hanya menjawab singkat bahwa agenda itu memang terkait proyek tersebut. Sementara itu, pemerintah sebelumnya menyebut perencanaan Giant Sea Wall terus dipercepat agar dapat segera masuk tahap pelaksanaan.

Proyek ini dipandang penting karena bertujuan melindungi kawasan Pantura Jawa dari ancaman kenaikan air laut dan potensi banjir rob. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebelumnya menyatakan bahwa tanggul laut raksasa itu dapat menyelamatkan sekitar 60 persen kawasan industri di utara Jawa serta lebih dari 30 juta penduduk yang tinggal di wilayah terdampak. Pemerintah menilai manfaatnya sangat besar, terutama bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan perlindungan masyarakat pesisir.

Sudut pandang lain

Pembahasan percepatan Giant Sea Wall menunjukkan proyek ini diposisikan sebagai infrastruktur perlindungan jangka panjang, bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Jika terealisasi, proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu upaya adaptasi paling ambisius terhadap kenaikan muka air laut di kawasan pesisir utara Jawa.

Di sisi lain, percepatan proyek semacam ini biasanya menuntut sinkronisasi anggaran, desain teknis, tata ruang, serta pembagian kewenangan antarlembaga. Karena menyangkut kawasan industri dan permukiman padat, keputusan pemerintah akan berdampak langsung pada ekonomi regional, keselamatan warga, dan arah pembangunan pesisir ke depan.

Lihat versi asli dari sumber

Selain Rosan dan AHY, hadir Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Rapat dijadwalkan berlangsung sore ini. Rosan membenarkan rapat akan membahas tanggul laut, tapi dia tidak menyampaikan rinci hal apa saja yang dilaporkan.

"Iya, iya, tanggul laut," ujar Rosan singkat, Selasa (12/5/2026).

Diketahui, perencanaan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa terus dikebut. Pemerintah berencana agar proyek ini bisa mulai berjalan dalam waktu dekat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan proyek strategis ini dapat menyelamatkan 60 persen kawasan industri di utara Jawa dari ancaman kenaikan air laut.

"Giant Sea Wall ini kan strategis, menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk ya. Kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya," ujar Brian seusai pertemuan, Senin (20/4). (eva/ygs)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait