Live|
Tempo.coVersi JafmoNewsNegatif16 Mei 2026 pukul 17.26

Prabowo Akui Program Makan Bergizi Gratis Masih Bermasalah

Prabowo berujar salah satu masalah yang kerap terjadi di Indonesia adalah unsur pimpinan yang tidak bisa menjaga integritas jika berurusan dengan uang.

Prabowo Akui Program Makan Bergizi Gratis Masih Bermasalah

Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) masih menghadapi banyak persoalan. Ia menegaskan pemerintah akan membenahi berbagai masalah yang muncul agar program yang diperkenalkan pada masa pemerintahannya itu bisa berjalan lebih tertib dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berada di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 26 Mei 2026, sebagaimana disiarkan Sekretariat Presiden. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut MBG bersama program Koperasi Merah Putih sebagai salah satu tonggak perekonomian di era pemerintahannya. Meski begitu, ia tidak menutup mata bahwa pelaksanaan MBG masih menyimpan banyak tantangan.

Prabowo mengatakan persoalan yang kerap muncul di Indonesia adalah lemahnya integritas sebagian pimpinan ketika berhadapan dengan urusan uang. Karena itu, ia menegaskan tidak akan ragu mencopot pejabat yang menyalahgunakan wewenang. Ia menyampaikan pemerintah harus menertibkan pelaksanaan MBG agar tujuan program tetap terjaga.

Di sisi lain, Prabowo menyatakan akan terus melanjutkan program tersebut. Ia mengaku kerap bertemu warga, termasuk petani dan masyarakat kecil, yang meminta MBG tidak dihentikan karena dinilai sangat membantu kebutuhan makan anak dan keluarga. Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi alasan agar program ini tetap dijalankan sambil dibenahi.

Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan National Command Center Program MBG yang direncanakan diresmikan sekitar 17 Mei 2026 di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan pusat kendali itu akan membantu sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lain, sekaligus memperkuat tata kelola serta kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah juga telah menonaktifkan sementara ribuan SPPG yang terkait kasus keracunan dan fasilitas yang dinilai tidak higienis agar permasalahan dapat diselesaikan.

Sudut pandang lain

Pengakuan terbuka pemerintah mengenai masalah dalam MBG menunjukkan upaya menjaga kepercayaan publik di tengah pelaksanaan program berskala besar. Dalam kebijakan sosial seperti ini, pengawasan distribusi, kualitas makanan, dan standar kebersihan menjadi krusial karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

Pembentukan command center serta penghentian sementara sebagian SPPG menandakan pemerintah mulai menggeser fokus dari perluasan cepat ke perbaikan tata kelola. Langkah ini dapat memperkuat efektivitas program, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di lapangan.

Lihat versi asli dari sumber

PRESIDEN Prabowo Subianto mengakui masih ada banyak masalah dalam pelaksanaan makan bergizi gratis . Prabowo berujar ingin menyelesaikan problem-problem yang muncul adala proyek makan siang untuk siswa sekolah yang dikenalkan pada masa pemerintahannya itu.

Ia mengatakan MBG, bersama dengan proyek Koperasi Merah Putih , merupakan tonggak perekonomian di era pemerintahannya. Meski demikian, Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih banyak masalah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Bahwa banyak masalah iya, bahwa banyak tantangan benar, MBG banyak masalah, kita harus tertibkan," kata dia di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu, 26 Mei 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, beberapa masalah yang kerap terjadi di Indonesia adalah banyak unsur pimpinan yang tidak bisa menjaga integritas jika berurusan dengan uang. Prabowo menegaskan tak akan ragu mencopot para pejabat yang menyalahgunakan wewenang.

Prabowo berniat meneruskan program tersebut. Ia mengklaim kerap bertemu dengan masyarakat yang menilai MBG penting. "Saya ketemu rakyat kecil, petani, (dia bilang) 'Pak, tolong pak MBG jangan diberhentikan ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu saya, sangat membantu keluarga saya'," ucap mantan menteri pertahanan ini.

Saat ini, pemerintah berencana meresmikan pusat kendali atau National Command Center Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan Mei 2026. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Nani Hendiarti.

“Jadi, command center nanti untuk (pelaksanaan program MBG) se-Indonesia itu ada di Kemenko Pangan. Rencananya insyaallah di- launching (resmikan) 17 Mei, sekitar tanggal itu,” kata Nani, seperti dikutip dari Antara , Minggu, 27 April 2026.

Ia mengatakan pengoperasian command center bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Selain itu, Kemenko Pangan juga berupaya untuk memperkuat tata kelola program serta memperbaiki kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pusat komando tersebut.

“Di 2026 ini kami fokus kepada peningkatan kualitas, jadi melalui perbaikan tata kelola. Kemudian kami juga melihat bahwa pemenuhan target intervensi (program MBG) ini juga harus dicapai tentunya,” tutur Nani.

Demi memperbaiki kualitas layanan, ia menyatakan ribuan SPPG telah diberhentikan sementara hingga pengelola dapat menyelesaikan permasalahan yang muncul. Pemberhentian tersebut sebagian besar terkait dengan kasus keracunan dan fasilitas yang tidak higienis.

Pilihan Editor: Rupiah Anjlok, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS

Berita terkait