Live|
Tempo.coVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 19.41

Gus Ipul Minta Pesantren Madura Dukung Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya mendukung pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul Minta Pesantren Madura Dukung Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren di Madura Raya untuk ikut mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ajakan itu disampaikan dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang digelar di UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, pada Ahad, 10 Mei 2026.

Di hadapan para kiai, camat, lurah, kepala desa, pendamping PKH, operator data desa, serta perwakilan lembaga kesejahteraan sosial, Gus Ipul meminta agar informasi dari lingkungan pesantren ikut dimasukkan ke sistem data pemerintah. Menurut dia, keterlibatan para pengasuh pesantren penting agar pembaruan data sosial ekonomi nasional dapat berjalan lebih akurat dan membantu penyaluran bantuan maupun program pemberdayaan agar tepat sasaran.

Gus Ipul menegaskan bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus terus diperbarui melalui jalur formal, mulai dari RT/RW, lurah atau kepala desa, hingga dinas sosial daerah. Ia juga menyebut masyarakat bisa berpartisipasi lewat aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, dan layanan WhatsApp Center. Ia menilai Pamekasan termasuk daerah yang peduli terhadap pentingnya validitas data.

Selain soal data, Gus Ipul meminta dukungan para ulama dan pengasuh pesantren dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Madura. Ia berharap mereka ikut mendampingi, memberi saran, kritik, dan masukan, terutama untuk penguatan pendidikan karakter dan keagamaan di sistem boarding school. Menurutnya, kyai dan ustadz dapat terlibat langsung dalam pembinaan siswa agar pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak.

Kehadiran Gus Ipul disambut penampilan gabungan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 49 Sumenep dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama 29 Pamekasan. Mereka menampilkan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Quran, pidato, paduan suara, puisi, hingga simulasi pembelajaran digital menggunakan smart board. Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, karena keberhasilan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada data yang valid, adil, dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Sudut pandang lain

Dari sisi kebijakan publik, ajakan Gus Ipul menunjukkan bahwa keberhasilan program sosial tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi juga oleh kualitas data dan partisipasi lembaga lokal seperti pesantren. Jika pembaruan data berjalan baik, pemerintah berpeluang menekan salah sasaran dalam bantuan sosial dan memperkuat efektivitas program pemberdayaan.

Di sisi lain, pelibatan ulama dalam Sekolah Rakyat mencerminkan pendekatan pendidikan yang menggabungkan penguatan karakter, agama, dan keterampilan. Model ini berpotensi diterima luas di Madura yang memiliki basis pesantren kuat, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam membangun kolaborasi yang konsisten antara negara, pemerintah daerah, dan tokoh agama.

Lihat versi asli dari sumber

INFO TEMPO - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya untuk ikut menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang berlangsung di UIN Madura, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Saya ingin mengajak para kyai sekalian untuk ikut memutakhirkan data. Kalau kyai punya santri, santri punya informasi, silakan dimasukkan ke sistem data yang kami punya,” ujar Gus Ipul di hadapan para pengasuh pondok pesantren, camat, lurah dan kepala desa, pendamping PKH, operator data desa, hingga perwakilan lembaga kesejahteraan sosial.

Kehadiran Gus Ipul di lokasi disambut penampilan gabungan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep dan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan. Para siswa menampilkan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Quran, pidato, paduan suara, puisi, hingga simulasi pembelajaran digital menggunakan smart board.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa data memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan program pemerintah. Karena itu, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus terus dilakukan agar bantuan dan program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

“Alhamdulillah, Pamekasan termasuk kabupaten yang peduli terhadap data,” katanya.

Ia menjelaskan proses pemutakhiran data dapat dilakukan melalui jalur formal mulai dari RT/RW, lurah atau kepala desa, hingga dinas sosial daerah. Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui aplikasi Cek Bansos, pendamping sosial, Command Center, maupun layanan WhatsApp Center.

Selain soal data, Gus Ipul juga meminta dukungan para alim ulama dan pengasuh pesantren untuk mendampingi penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di Madura, terutama dalam penguatan pendidikan karakter dan keagamaan.

“Kami mohon doa restu untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Pulau Madura. Kami mohon didampingi, diberi saran, kritik, dan masukan,” ujarnya.

Menurutnya, para kyai dan ustadz diharapkan dapat terlibat langsung dalam pembinaan siswa, khususnya di sistem boarding school yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Kedepan saya ingin para kyai bisa memperkuat pembinaan karakter di boarding school. Insya Allah secara bergantian ustadz-ustadz pendidik bisa mengisi,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Kita semua memahami bahwa keberhasilan program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada satu hal fundamental yaitu data yang valid, data yang adil, dan data yang mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan,” kata Kholilurrahman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kementerian Sosial, Forkopimda Kabupaten Pamekasan, pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Madura Raya, serta jajaran akademisi dan tokoh masyarakat lainnya.(*)

Berita terkait