Live|
VIVAVersi JafmoNewsNegatif16 Mei 2026 pukul 16.05

Trump Klaim AS Bisa Lumpuhkan Infrastruktur Iran dalam Dua Hari

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington dapat menghancurkan seluruh infrastruktur di Iran secara cepat dan dengan waktu singkat.

Trump Klaim AS Bisa Lumpuhkan Infrastruktur Iran dalam Dua Hari

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington memiliki kemampuan untuk menghancurkan seluruh infrastruktur Iran dalam waktu singkat. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News usai kunjungannya ke China, ketika ia membahas ketegangan dengan Teheran dan kemungkinan arah hubungan kedua negara.

Trump mengatakan dirinya tidak meremehkan ketahanan Iran dalam situasi perang, namun menegaskan bahwa Amerika Serikat sebenarnya masih menahan diri. Ia menyebut AS telah membiarkan jembatan dan kapasitas listrik Iran tetap berjalan, padahal menurutnya kedua sektor itu bisa dilumpuhkan dalam dua hari. Dalam pernyataannya, Trump juga menekankan bahwa kemampuan militer AS dapat digunakan untuk menghantam seluruh infrastruktur penting Iran secara cepat.

Selain soal kekuatan militer, Trump menyoroti buruknya pengalaman diplomasi dengan Iran. Ia mengeklaim pembicaraan dan kesepakatan yang pernah dicapai kerap tidak konsisten karena pihak Iran dinilai berubah sikap pada keesokan harinya. Menurut Trump, hal itu telah terjadi beberapa kali dan menunjukkan bahwa proses negosiasi dengan Iran berjalan tidak dapat diprediksi.

Trump juga menggambarkan situasi tersebut sebagai pilihan antara eskalasi kekerasan atau pengekangan diri. Meski membuka kemungkinan adanya konfrontasi, ia mengatakan lebih memilih penyelesaian tanpa kekerasan. Di sisi lain, saat ditanya mengenai pemilu sela Amerika Serikat pada November mendatang, Trump menegaskan bahwa hasil pemilu tidak akan menentukan sikapnya terhadap Iran. Ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki program nuklir.

Sudut pandang lain

Pernyataan Trump menegaskan bahwa isu Iran masih menjadi salah satu titik panas dalam politik luar negeri Amerika Serikat. Penegasan soal kemampuan militer dapat dibaca sebagai sinyal tekanan, tetapi juga berisiko memperkeras persepsi ancaman di tengah hubungan Washington-Teheran yang sudah lama tegang.

Dari sisi diplomasi, komentar Trump mencerminkan skeptisisme terhadap negosiasi dengan Iran dan menempatkan isu program nuklir sebagai garis merah. Sikap semacam ini dapat memengaruhi sentimen pasar, keamanan regional, serta arah perdebatan politik domestik AS menjelang pemilu sela.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan Washington dapat menghancurkan seluruh infrastruktur di Iran secara cepat dan dengan waktu singkat.

Meski begitu, Trump menekankan pihaknya tidak pernah meremehkan ketahanan Teheran dalam perang .

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tidak meremehkan apa pun. Kami menghantam mereka dengan sangat keras,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News setelah ia mengunjungi China, dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.

“AS membiarkan jembatan mereka, kami membiarkan kapasitas listrik mereka. Kami bisa melumpuhkan semua itu dalam dua hari. Semuanya,” sambung dia.

Trump juga mengungkap adanya kegagalan berulang dalam diplomasi dengan Iran karena semuanya tidak dapat diprediksi.

“Mereka tadinya akan memberi kami semuanya, semua yang kami inginkan, dan setiap kali mereka membuat kesepakatan, keesokan harinya seolah-olah kami tidak pernah melakukan percakapan itu. Itu terjadi sekitar lima kali. Ada yang salah dengan mereka, sebenarnya mereka gila,” ungkap dia.

Trump kemudian turut menggambarkan kemungkinan solusi terhadap masalah ini adalah sebagai pilihan antara eskalasi dan pengekangan diri.

“Ini bisa berakhir dengan kekerasan atau tanpa kekerasan, dan saya jauh lebih memilih tanpa kekerasan,” kata Trump.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditanya mengenai pemilu sela di AS pada November mendatang, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak akan membiarkan pemilu menentukan apa yang akan terjadi terkait Iran, sembari menegaskan kembali posisinya bahwa Iran tidak boleh memiliki program nuklir. (Ant)

Sumber: Anadolu

Dirangkum dari VIVA · oleh Yeni Lestari

Berita terkait