Pemerintah Tegaskan Rekrutmen Kopdes Merah Putih Gratis
Proses seleksi juga diwarnai isu dugaan kecurangan, gangguan sistem ujian berbasis Computer Assisted Test CAT

Rekrutmen manajer dan pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tengah menjadi sorotan publik karena diwarnai sejumlah persoalan. Di tengah tingginya jumlah pelamar, proses seleksi disebut ikut dipengaruhi dugaan kecurangan, gangguan pada sistem ujian Computer Assisted Test (CAT), serta munculnya penipuan yang mengatasnamakan kelulusan seleksi dengan meminta uang kepada peserta.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilakukan secara resmi dan tanpa pungutan biaya. Penegasan ini disampaikan untuk meredam informasi menyesatkan yang beredar di masyarakat, terutama terkait kabar adanya jalur titipan atau orang dalam yang disebut bisa membantu peserta lolos seleksi. Pemerintah menyebut tidak ada mekanisme seperti itu dalam proses perekrutan Kopdes Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan ada oknum yang memanfaatkan program Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan untuk menipu masyarakat. Modus yang dipakai beragam, mulai dari menyebarkan tautan palsu, mengambil data pribadi peserta, hingga meminta uang dengan janji kelulusan seleksi. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers pada Senin, 4 Mei 2026.
Zulkifli menegaskan bahwa website resmi rekrutmen hanya satu, yakni phtc.panselnas.go.id. Dengan demikian, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada pihak mana pun yang mengaku bisa meloloskan peserta dengan imbalan tertentu. Pemerintah juga menekankan bahwa proses seleksi ini tidak memungut biaya apa pun dan tidak menyediakan akses khusus bagi calon peserta tertentu.
Kasus ini menunjukkan bahwa program rekrutmen publik yang melibatkan banyak peminat rawan dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Karena itu, verifikasi informasi resmi menjadi penting agar peserta tidak menjadi korban penyalahgunaan data maupun praktik pemerasan berkedok seleksi kerja.
Sudut pandang lain
Dari sisi tata kelola, kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat pada rekrutmen berbasis digital. Sistem seperti CAT dan situs pendaftaran resmi semestinya disertai edukasi publik agar peserta dapat membedakan kanal resmi dan tautan palsu, terutama ketika minat pendaftar sangat tinggi.
Di sisi sosial, munculnya penipuan berkedok kelulusan menunjukkan bahwa program pemerintah yang populer kerap menjadi sasaran pihak tidak bertanggung jawab. Jika tidak diantisipasi, praktik seperti ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap program rekrutmen dan membuka risiko kebocoran data pribadi.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA – Fakta rekrutmen manajer dan pegawai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih belakangan ramai diperbincangkan publik. Selain tingginya jumlah pelamar, proses seleksi juga diwarnai isu dugaan kecurangan, gangguan sistem ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga maraknya penipuan berkedok kelulusan seleksi dengan meminta uang kepada peserta.
Pemerintah pun menegaskan seluruh proses rekrutmen dilakukan gratis dan tidak ada jalur titipan maupun orang dalam dalam seleksi tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkap adanya sejumlah oknum yang memanfaatkan program Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan untuk melakukan penipuan kepada masyarakat.
Menurut dia, modus yang dilakukan mulai dari penyebaran tautan palsu, pengambilan data pribadi peserta, hingga permintaan sejumlah uang dengan iming-iming kelulusan seleksi.
"Ada oknum-oknum yang mengatasnamakan Kopdes Merah Putih menyebar link palsu, mengambil data pribadi yang terancam disalahgunakan, bahkan memungut biaya dan meminta uang," kata Zulhas dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).
Pemerintah menegaskan proses rekrutmen resmi tidak dipungut biaya apa pun. Zulhas juga memastikan tidak ada jalur khusus maupun orang dalam yang dapat membantu peserta lolos seleksi.
"Kami tegaskan satu-satunya website resmi adalah phtc.panselnas.go.id. Tidak ada biaya satu rupiah pun dan tidak ada orang dalam," ujar Zulhas.
© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved
Berita terkait
Prabowo Akui MBG Bermasalah, Siap Tertibkan Pejabat Menyimpang
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Ia bertekad untuk menertibkan itu.
/data/photo/2026/05/13/6a0482ae42a23.jpg)
ART di Bekasi Curi Perhiasan Majikan karena Tergiur Penggandaan Uang
Karena tidak memiliki modal untuk penggandaan uang, ART berinisial R kemudian mencuri sejumlah perhiasan milik majikannya.

Polda Jatim Bongkar Sindikat SIM Card Ilegal dan Penjualan OTP
Polda Jatim ungkap praktik penyalahgunaan data pribadi untuk penerbitan SIM card dan kode OTP ilegal. Tiga tersangka ditangkap, sindikat meraup Rp1,2 miliar.

Polisi Ungkap Jaringan Love Scamming dari Lapas Kotabumi
Sebanyak 145 narapidana Rutan Kotabumi terlibat penipuan online dengan modus love scamming. Temuan ini melibatkan 156 ponsel dan 1.286 korban.

Polda Jatim Ungkap Sindikat SIM Card Ilegal Berbasis NIK Curian
Ditressiber Polda Jatim membongkar sindikat penerbitan kartu SIM ilegal yang memanfaatkan data pribadi milik orang lain.

Dukcapil Jelaskan Pemakaian e-KTP dan Perlindungan Data
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Kemendagri Teguh Setyabudi, angkat bicara terkait penggunaan KTP elektronik e-KTP untuk keperluan check-in hotel serta adanya anggapan larangan fotokopi e-KTP.