Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Sampang, Target Rampung Juni
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang ditargetkan selesai akhir Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran baru.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Ahad, 10 Mei 2026. Ia menyatakan pengerjaan fasilitas pendidikan itu berjalan sesuai rencana dan ditargetkan siap dipakai pada tahun ajaran baru 2026.
Gus Ipul mengatakan pembangunan sekolah ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Setelah itu, sekolah diharapkan sudah bisa digunakan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah pada minggu kedua. Berdasarkan data terbaru per 10 Mei 2026, progres pembangunan telah melampaui 54 persen dan terus bertambah.
Untuk wilayah Madura, saat ini terdapat tiga titik Sekolah Rakyat rintisan, masing-masing di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Adapun gedung permanen baru dibangun di Sampang. Gus Ipul juga menyebut ada harapan agar pada tahun depan tiga kabupaten lain di Madura dapat menyusul pembangunan gedung permanen serupa.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat permanen di Sampang diproyeksikan menampung hingga seribu siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitas ini juga disiapkan untuk menampung siswa baru tahun ajaran 2026, termasuk dari tiga kabupaten lain di Madura yang hingga kini masih menggunakan sekolah rintisan. Simulasi seleksi siswa juga sedang dilakukan agar proses penerimaan bisa berjalan teratur.
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat ditujukan bagi keluarga paling tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Karena itu, penerimaan siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran umum, melainkan lewat sistem penjangkauan. Ia menekankan tidak boleh ada titipan, pungutan, praktik kongkalikong, maupun bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proses tersebut sesuai arahan Presiden.
Sudut pandang lain
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang menunjukkan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin melalui skema yang lebih terarah. Jika fasilitas ini selesai tepat waktu, dampaknya tidak hanya pada ketersediaan ruang belajar, tetapi juga pada pemerataan layanan pendidikan di wilayah Madura.
Di sisi lain, penegasan soal seleksi berbasis penjangkauan dan larangan titipan menandakan perlunya pengawasan ketat agar program benar-benar menyasar kelompok sasaran. Keberhasilan model ini akan sangat bergantung pada akurasi data sosial, transparansi penerimaan, dan kesiapan infrastruktur pendukung saat sekolah mulai beroperasi.
Lihat versi asli dari sumber
INFO TEMPO – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target dan sekolah siap digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar pada tahun ajaran baru 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Targetnya adalah akhir bulan Juni sudah selesai, nanti pada minggu kedua sudah bisa digunakan masa pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Gus Ipul.
Berdasarkan data terbaru, progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang per 10 Mei 2026 telah mencapai lebih dari 54 persen dan terus mengalami peningkatan.
Untuk wilayah Madura, saat ini terdapat tiga titik Sekolah Rakyat rintisan yang berada di Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Sementara pembangunan gedung permanen baru dilakukan di Kabupaten Sampang.
“Sementara tahun depan tiga kabupaten lainnya sudah bisa dibangun gedung permanen. Itu harapan kita,” imbuhnya.
Gus Ipul berharap gedung Sekolah Rakyat permanen di Sampang dapat segera difungsikan untuk menampung siswa baru Tahun Ajaran 2026, termasuk siswa dari tiga kabupaten lain di Madura yang saat ini masih memiliki sekolah rintisan.
“Ini sedang kita simulasikan untuk seleksi bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat di empat kabupaten. Mungkin yang sudah berada di tempat rintisan masing-masing sekarang diteruskan. Sementara untuk Tahun Ajaran 2026, empat kabupaten bisa di sini (Sampang),” jelasnya.
Sekolah Rakyat permanen di Sampang nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga paling tidak mampu berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Karena itu, proses penerimaan siswa dilakukan melalui sistem penjangkauan, bukan pendaftaran umum.
“Kita ingin dalam proses penjangkauan ini tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong, tidak ada membayar-membayar, tidak ada yang katakanlah KKN. Itu tidak diizinkan sesuai arahan Bapak Presiden,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Ipul turut didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurrohman Taufik, serta Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan.(*)
Berita terkait
/data/photo/2026/05/13/6a044c38204e0.jpeg)
Kemensos Temukan Dugaan Malaadministrasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Kemensos menemukan potensi maladministrasi dalam pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Dua pejabat dibebastugaskan dan investigasi pengadaan terus berlanjut.
Mensos Bebastugaskan Dua Pejabat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membebastugaskan dua pejabat di Kementerian Sosial (Kemensos) untuk diinvestigasi terkait pengadaan sepatu Sekolah Rakyat.

Kemensos Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Pengadaan Sekolah Rakyat
Wamensos Agus Jabo menegaskan sanksi tegas bagi pegawai yang melanggar dalam pengadaan Sekolah Rakyat. Tim khusus audit temukan potensi maladministrasi.

Kemensos Temukan Potensi Maladministrasi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
Belakangan pengadaan sepatu sekolah rakyat disorot lantaran diduga ada penggelembungan harga.

Data pengadaan Kemensos 2026 masih belum tampil di Inaproc
Kemensos mengatakan data sedang diperbaiki.

Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah
Kemensos mengusulkan sebanyak 10 ribu rumah milik orang tua murid Sekolah Rakyat untuk direnovasi tahun ini.