Pangkalpinang Wajibkan Pelajar SMP Belajar Alquran di Masjid
Pemerintah Kota Pangkalpinang mewajibkan siswa SMP belajar Al Quran di masjid untuk mencegah kenakalan remaja.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akan mewajibkan siswa SMP dan sederajat mengikuti pembelajaran membaca Alquran di masjid. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah pencegahan untuk menekan kenakalan remaja di wilayah tersebut.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan, para pelajar nantinya wajib berada di masjid untuk belajar bahasa Arab dan membaca Alquran. Program pembinaan keagamaan itu akan dipusatkan di masjid-masjid se-Kota Pangkalpinang agar siswa dibentuk menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak, dan beradab.
Menurut Saparudin, kegiatan belajar akan dilaksanakan selepas magrib hingga selesai isya. Dengan pola itu, pemerintah berharap para siswa dapat mengisi waktu sore dan malam dengan aktivitas yang positif serta terhindar dari hal-hal negatif yang berpotensi memicu perilaku menyimpang.
Ia menambahkan, program tersebut juga diharapkan membuat masjid lebih ramai oleh kegiatan anak-anak dan remaja. Pemerintah kota menargetkan kebijakan ini mulai efektif diterapkan pada awal 2027, sekaligus untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah yang dinilai tidak bermanfaat.
Saparudin juga meminta dukungan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA) DPD BKPRMI Kota Pangkalpinang agar program berjalan baik. Ia menyebut para santri yang diwisuda pada hari itu belum selesai belajar membaca Alquran dan akan melanjutkan pembelajaran bahasa Arab serta mengaji di masjid menjelang magrib hingga isya.
Sudut pandang lain
Kebijakan ini menunjukkan pendekatan pemerintah daerah yang menggabungkan pendidikan agama dengan upaya pencegahan kenakalan remaja. Jika dijalankan konsisten, program semacam ini berpotensi memperkuat peran masjid sebagai ruang pembinaan sosial bagi anak dan remaja.
Di sisi lain, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kesiapan pengelola masjid, tenaga pembimbing, serta penerimaan orang tua dan sekolah. Tanpa dukungan ekosistem yang memadai, program berisiko hanya menjadi kewajiban formal dan tidak memberi dampak signifikan terhadap perilaku pelajar.
Lihat versi asli dari sumber
Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mewajibkan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat untuk belajar membaca Alquran di masjid .
Kebijakan itu dirilis guna mencegah dan menekan kenakalan remaja di daerah Pangkalpinang.
"Siswa-siswi SMP dan sederajat ini wajib berada di masjid untuk belajar bahasa Arab dan membaca Al Quran," kata Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin mengutip Antara , Minggu (10/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, program pembinaan keagamaan dan belajar membaca Alquran bagi siswa-siswi SMP dan sederajat difokuskan di masjid-masjid se-Kota Pangkalpinang, guna membentuk generasi berkarakter, berakhlak dan beradab untuk dapat mencegah kenakalan remaja di daerah ini.
"Para siswa ini belajar mengaji dan bahasa Arab dimulai selepas magrib sampai selesai isya di masjid, sehingga mereka bisa terhindar dari hal-hal yang negatif," ujarnya.
Menurut dia, dengan adanya program ini tidak hanya membentuk siswa berkarakter, tetapi juga sebagai upaya pemerintah kota dalam meramaikan masjid-masjid di Kota Pangkalpinang ini.
"Mudah-mudahan program ini dimulai diefektifkan pada awal 2027, sehingga dapat mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah yang tidak bermanfaat dan kenakalan remaja di daerah ini," katanya.
Ia berharap, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA) DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pangkalpinang mendukung program ini, agar anak-anak ini terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif.
"Para santri yang diwisuda hari ini belum selesai belajar membaca Alquran-nya dan mereka akan melanjutkan belajar bahasa Arab dan mengaji menjelang magrib hingga isya di masjid," katanya.
Berita terkait
/data/photo/2026/05/15/6a0734e14509d.jpg)
Akademi Merah Putih Malut United Bidik Anak Kurang Mampu
Malut United dan Benfica membangun Akademi Merah Putih dengan fokus pembinaan usia 7-9 tahun bagi anak yatim dan kurang mampu.

Gus Ipul Minta Pesantren Madura Dukung Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya mendukung pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

PKS Tegaskan Komitmen Dorong Pendidikan Bermutu
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk mendorong pendidikan bermutu bagi generasi emas melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ...

FOTO: Langkah dan Pesan Damai 57 Biksu Lintas Negara Menyisir Jawa
57 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia berjalan lebih dari 600 kilometer dari Bali menuju Borobudur.

FOTO: Melihat Museum Marsinah di Nganjuk
Jejak Marsinah kini diabadikan di museum yang menampilkan perjalanan hidup serta kiprahnya sebagai aktivis buruh. Marsinah bergelar Pahlawan Nasional.

Polisi Diduga Intimidasi Empat Wartawan Saat Demo di Aceh
Jurnalis mengalami intimidasi saat meliput demo penolakan Pergub JKA di Aceh. KKJ mengutuk kekerasan terhadap pers dan mendesak penegakan hukum.