Akademi Merah Putih Malut United Bidik Anak Kurang Mampu
Malut United dan Benfica membangun Akademi Merah Putih dengan fokus pembinaan usia 7-9 tahun bagi anak yatim dan kurang mampu.
/data/photo/2026/05/15/6a0734e14509d.jpg)
Malut United menegaskan bahwa Akademi Merah Putih yang dibangun bersama SL Benfica di wilayah Indonesia timur akan mengutamakan pembinaan usia sangat dini dan menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diumumkan di Stadion Gelora Kie Raha pada Jumat, 15 Mei 2026, dengan kehadiran perwakilan Benfica, yakni International Business Manager Lourenco dos Reis Ferreira dan International Technical Coordinator Davide da Rocha Gomes.
Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera, Dirk Soplanit, menjelaskan bahwa akademi tersebut akan merekrut anak-anak usia 7 hingga 9 tahun, terutama yang yatim piatu serta berasal dari Maluku Utara, Maluku, dan Papua. Ia menilai usia itu merupakan fase penting untuk membangun fondasi teknik dan karakter pemain, sementara sebagian besar akademi sepak bola di Indonesia baru memulai pembinaan pada usia 10 tahun ke atas. Karena itu, menurut dia, pendekatan yang dipilih Akademi Merah Putih menjadi pembeda utama dari banyak akademi lain.
Dirk menyebut pola pembinaan seperti ini masih jarang diterapkan di Indonesia, apalagi dengan target khusus anak yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Benfica dipilih untuk menghadirkan transfer ilmu dari klub yang dikenal memiliki reputasi kuat dalam pengembangan akademi sepak bola di dunia. Dengan metode tersebut, proses pembinaan diharapkan berjalan lebih terarah dan berkualitas.
Selain fokus pada kemampuan bermain sepak bola, Akademi Merah Putih juga akan memberikan pendidikan karakter, moral, dan pembinaan agama kepada para peserta. Anak-anak muslim akan mengikuti pendidikan berbasis pesantren, sedangkan peserta kristen akan mendapatkan pembinaan sesuai ajaran agama masing-masing. Dirk menegaskan bahwa akademi ini bukan proyek bisnis, melainkan bentuk sumbangsih sosial dari pemilik Malut United, David Glen, untuk anak-anak di kawasan timur Indonesia. Ia berharap sepak bola dapat menjadi jalan keluar dari keterbatasan ekonomi dan membuka masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Sudut pandang lain
Inisiatif ini menunjukkan model pembinaan sepak bola yang menggabungkan aspek olahraga, sosial, dan pendidikan karakter. Jika berjalan konsisten, pendekatan seperti ini bisa memperluas akses talenta muda dari wilayah yang selama ini kurang tersentuh akademi besar.
Di sisi lain, keberhasilan program semacam ini akan sangat bergantung pada keberlanjutan pendanaan, kualitas pelatih, serta kemampuan menjaga tujuan sosial agar tidak bergeser menjadi sekadar proyek citra. Karena itu, transparansi dan evaluasi hasil pembinaan akan menjadi faktor penting dalam jangka panjang.
Lihat versi asli dari sumber
Malut United menegaskan bahwa pendekatan pembinaan usia dini dan prioritas anak-anak yang bakal jadi peserta merupakan pembeda utama dalam proyek Akademi Merah Putih yang dibangun bersama SL Benfica di wilayah Timur Indonesia.
Direktur Utama PT Maluku Maju Sejahtera Dirk Soplanit mengatakan akademi tersebut akan fokus merekrut anak-anak usia 7-9 tahun, khususnya mereka yang yatim piatu dan dari keluarga kurang mampu dari Maluku Utara, Maluku, serta Papua.
Pengumuman kerja sama dilakukan di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat (15/5/2026), bersama Benfica International Business Manager Lourenco dos Reis Ferreira dan Benfica International Technical Coordinator Davide da Rocha Gomes.
Fokus Pembinaan Sejak Usia 7 Tahun
Dirk mengatakan sebagian besar akademi sepak bola di Indonesia umumnya mulai membina pemain pada usia 10 tahun ke atas.
Menurut dia, Akademi Merah Putih memilih memulai lebih awal demi membangun fondasi teknik dan karakter pemain sejak usia dini.
“Selama ini mungkin juga sudah banyak yang membangun akademi, tetapi kebanyakan di usia 10 tahun ke atas. Yang 7-9 tahun ini belum tersentuh,” ujar Dirk kepada media yang berkumpul di Kie Raha, termasuk Kompas.com.
Ia menilai pembinaan pada usia tersebut menjadi fase penting dalam pengembangan pesepak bola masa depan.
“Menurut pandangan kita bersama, menggodok itu ada yang mengatakan kalau 10 tahun ke atas sudah terlambat. Sudah harus dari 7-9 tahun,” katanya.
Dirk menambahkan pola pembinaan seperti itu masih jarang diterapkan di Indonesia, terlebih dengan sasaran khusus anak yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu.
“Ini yang sangat khas, barangkali di Indonesia tidak ada yang dengan pola ini merekrut khususnya anak yatim piatu dan anak kurang mampu,” ujar dia.
Gandeng Benfica untuk Transfer Ilmu
Malut United menggandeng Benfica karena reputasi klub Portugal tersebut dalam pengembangan akademi sepak bola dunia.
Dirk mengatakan pihaknya ingin menghadirkan metode pembinaan langsung dari salah satu akademi terbaik Eropa agar proses pengembangan pemain dapat berjalan maksimal.
“Kita langsung pakai dari klub yang sudah terkenal di dunia dalam pembinaan akademi,” kata Dirk.
Selain pembinaan sepak bola, Akademi Merah Putih juga akan memberikan pendidikan karakter, moral, dan pembinaan agama kepada para peserta.
Peserta muslim nantinya akan mengikuti pendidikan berbasis pesantren, sementara peserta kristen mendapatkan pembinaan sesuai ajaran agama masing-masing.
Misi Sosial untuk Anak Indonesia Timur
Dirk menyebut akademi tersebut dibangun bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai bentuk kontribusi sosial bagi anak-anak di wilayah Timur Indonesia.
“Malut United tidak mengharapkan apa pun dari akademi ini. Hanya betul-betul sumbangsih dan ketulusan hati owner Malut United, Pak David Glen,” ujar Dirk.
Menurut dia, sepak bola diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak untuk keluar dari keterbatasan ekonomi dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“Jangan lanjut terus kondisi kemiskinan mereka sampai dewasa padahal mereka punya potensi untuk mengubah kehidupan mereka melalui sepak bola,” kata Dirk.
Berita terkait

Pangkalpinang Wajibkan Pelajar SMP Belajar Alquran di Masjid
Pemerintah Kota Pangkalpinang mewajibkan siswa SMP belajar Al Quran di masjid untuk mencegah kenakalan remaja.

Gus Ipul Minta Pesantren Madura Dukung Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak pengasuh pondok pesantren se-Madura Raya mendukung pemutakhiran data sosial dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

PKS Tegaskan Komitmen Dorong Pendidikan Bermutu
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan komitmennya untuk mendorong pendidikan bermutu bagi generasi emas melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ...
/data/photo/2026/05/16/6a07bbc770af1.jpg)
Polri Targetkan 28 Gudang Pangan Selesai Juni 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut Polri akan memiliki 28 gudang ketahanan pangan untuk mendukung stabilitas pasokan pangan nasional.
/data/photo/2025/07/18/6879e7e806b8d.jpg)
Penyebab Storage WhatsApp Cepat Penuh dan Cara Mengatasinya
Storage WhatsApp bisa cepat penuh karena file media seperti foto, video, GIF, dokumen, dan voice note menumpuk tanpa disadari.
/data/photo/2026/01/30/697c7664edb25.jpeg)
Persija Menang 3-1 di Markas Persik, Cetak Rekor Poin
Persija Jakarta berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Persik Kediri.