Live|
CNN IndonesiaVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 18.10

Prabowo Apresiasi Kinerja Polri saat Panen Jagung di Jatim

Prabowo mengatakan jika suatu organisasi baik, berarti pemimpinnya juga baik.

Prabowo Apresiasi Kinerja Polri saat Panen Jagung di Jatim

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas kinerjanya saat menghadiri panen jagung serentak dan peletakan batu pertama 10 gudang ketahanan Polri di Jawa Timur, Sabtu (16/5). Menurut Prabowo, keberhasilan sebuah organisasi menunjukkan kualitas kepemimpinan di dalamnya.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut peran Polri sangat besar dan menilai capaian itu tidak lepas dari kepemimpinan yang berjalan baik. Ia menegaskan bahwa bila sebuah organisasi tampil baik, maka pemimpinnya patut dinilai berhasil. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dengan menekankan pentingnya akuntabilitas dalam kepemimpinan, baik di institusi pemerintahan maupun lembaga negara.

Prabowo kemudian mengibaratkan organisasi seperti tim sepak bola. Jika sebuah tim meraih kemenangan, menurut dia, manajer, pelatih, dan kapten layak dianggap bekerja dengan baik dan pantas mendapatkan perpanjangan kontrak. Sebaliknya, jika organisasi tidak berjalan semestinya, pergantian pemimpin menjadi langkah yang perlu dilakukan. Ia menilai prinsip tersebut merupakan hal sederhana dalam kehidupan berorganisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung pemberian penghargaan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman setelah dinilai berhasil mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target awal empat tahun. Ia menyampaikan kekagetan sekaligus apresiasi karena target yang semula dipatok empat tahun ternyata dapat dicapai dalam satu tahun, sehingga ia memberikan tanda kehormatan kepada Amran.

Prabowo lalu menanyakan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo apakah sudah pernah menerima Bintang Mahaputera. Ia menyampaikan janji akan memberikan tanda kehormatan tersebut kepada Kapolri. Prabowo juga menyebut Panglima TNI belum menerima penghargaan serupa dan berjanji akan memberikannya, seiring dengan penilaiannya bahwa Polri menunjukkan prestasi yang layak diapresiasi.

Sudut pandang lain

Pernyataan Prabowo mencerminkan gaya kepemimpinan yang menempatkan penghargaan sebagai instrumen untuk memperkuat kinerja institusi. Dalam konteks birokrasi dan keamanan, apresiasi terbuka dari presiden dapat menjadi sinyal dukungan politik sekaligus dorongan moral bagi aparat di lapangan.

Di sisi lain, penekanan pada keberhasilan organisasi yang dikaitkan langsung dengan kualitas pemimpin juga mengandung pesan evaluatif: kinerja lembaga negara akan terus berada dalam sorotan publik. Hal ini relevan bagi Polri dan lembaga lain, karena penghargaan dapat berjalan beriringan dengan tuntutan akuntabilitas dan hasil kerja yang terukur.

Lihat versi asli dari sumber

Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Polri saat menghadiri panen jagung serentak dan groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri di Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Prabowo mengatakan jika suatu organisasi baik, berarti pemimpinnya juga baik.

"Saya melihat peran Polri luar biasa. Dan di sini saya kira adalah karena leadership , kepemimpinan. Kalau bagus ya kita harus akui bagus. Kalau baik kita akui baik. Dalam organisasi, kalau organisasinya baik berarti pemimpinnya baik. Iya kan?" kata Prabowo dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo lalu mengibaratkan dengan tim sepak bola. Menurutnya, jika suatu tim menang berarti manajer, pelatih hingga kapten melaksanakan tugas dengan baik.

"Kalau tim kesebelasan sepak bola, kalau menang ya manajernya baik, manajernya baik, iya kan? Pelatihnya baik, kapten kesebelasannya baik. Benar enggak? Kontrak diperpanjang. Benar kan?" kata dia.

Hal sebaliknya juga memungkinkan terjadi, ketika kepala pemimpin bertindak buruk. Namun, ketika kondisi tersebut terjadi ia menyarankan untuk melakukan pergantian pemimpin.

"Kalau enggak beres, copot. Sederhana. Benar enggak? Ini namanya hidup saudara-saudara. Jadi jangan kau pengen jadi kapten kesebelasan sepak bola, kalah, kalah, kalah pengen diperpanjang terus. Ya enggak," imbuh dia.

Prabowo menyinggung Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang diberi penghargaan karena berhasil swasembada pangan.

"Ternyata saya kasih target empat tahun, satu tahun bisa. Waduh. Bingung saya. Akhirnya terpaksa saya kasih bintang, Bintang Jasa Utama ya, kasih bintang. Bukan Hari Pahlawan, bukan 17 Agustus, kasih bintang. Kalau dia berhasil tahun ini lagi, gimana gue kasih bintang lagi, iya kan. Bintang kelas apalagi," kata Prabowo.

Ia lalu bertanya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo apakah telah menerima Bintang Mahaputera. Prabowo berjanji memberi Sigit tanda kehormatan itu.

"Ternyata saya lihat Polri ini berprestasi, berprestasi. Kapolri belum pernah menerima Bintang Mahaputera, belum ya? Nanti, Presiden Prabowo yang kasih bintang. Panglima TNI juga, belum terima juga kau? Presiden Prabowo memberi," katanya.

Dirangkum dari CNN Indonesia · oleh https://www.facebook.com/CNNIndonesia

Berita terkait