Live|
Detik.comVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 16.34

Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP untuk Perkuat Ekonomi Desa

Presiden Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jatim dan Jateng, menandai langkah penting dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP untuk Perkuat Ekonomi Desa

Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara simbolis di KDKMP Nglawak, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian ini disebut sebagai tonggak penting dalam pembangunan ekonomi berbasis desa sekaligus langkah untuk memperkuat ekosistem koperasi di berbagai wilayah. Dalam keterangannya pada Sabtu (16/5/2026), Prabowo menilai pencapaian ini sebagai peristiwa bersejarah karena lebih dari seribu koperasi bisa dioperasikan dalam waktu relatif singkat.

Prabowo menjelaskan, pembangunan fisik koperasi dimulai pada November 2025 dan dalam tujuh bulan lebih dari 1.000 unit berhasil dioperasikan. Ia mengapresiasi seluruh jajaran menteri dan kepala badan/lembaga di Kabinet Merah Putih yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, KDKMP akan menjadi fondasi strategi pemerintah untuk membangun ekonomi desa dan kelurahan, sekaligus menguatkan posisi Indonesia sebagai bangsa yang besar melalui peran masyarakat desa.

Ia juga menegaskan bahwa program KDKMP akan disinergikan dengan program lain, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga hilirisasi dan industrialisasi. Melalui koperasi ini, pemerintah akan menyediakan kredit murah bagi rakyat. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama lintas kementerian dan lembaga agar program tersebut benar-benar menjadi instrumen perubahan arah ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut baik peresmian tahap awal itu dan menyebutnya sebagai awal penguatan ekosistem KDKMP. Ia menjelaskan bahwa hampir 9.200 unit koperasi telah selesai dibangun, namun baru 1.061 unit yang diresmikan pada tahap pertama atas arahan Presiden. Ferry menargetkan peresmian ribuan unit berikutnya dilakukan bertahap di daerah lain, bahkan pada Agustus 2026 pemerintah disebut akan meresmikan lagi 20.000 KDKMP, dengan upaya untuk melampaui target itu.

Ferry menambahkan, KDKMP yang telah beroperasi akan berfungsi sebagai offtaker bagi hasil produksi masyarakat desa, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, hingga kuliner. Koperasi juga akan berperan menyalurkan sembako dan barang bersubsidi. Sementara itu, untuk lokasi yang lahannya kurang dari ketentuan minimal 1.000 meter persegi, pemerintah sedang mengkaji desain pembangunan vertikal agar gerai, gudang, dan fasilitas pendukung tetap bisa dibangun. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan optimistis target 30.000 unit tahap berikutnya dapat tercapai. Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menambahkan, pembangunan di Jawa relatif lancar, tetapi wilayah terpencil seperti Papua membutuhkan penanganan lebih ekstra karena kendala sumber daya dan akses transportasi.

Sudut pandang lain

Dari sisi kebijakan ekonomi, KDKMP mencerminkan upaya pemerintah memperkuat rantai produksi dan distribusi berbasis komunitas desa. Jika berjalan efektif, model ini berpotensi memperluas akses pembiayaan, menampung hasil produksi lokal, dan menekan ketimpangan layanan ekonomi antara desa dan kota.

Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan pengelolaan koperasi, kualitas tata kelola, serta kemampuan menyesuaikan desain infrastruktur dengan kondisi wilayah. Tantangan lahan, logistik daerah terpencil, dan kesinambungan dukungan lintas lembaga akan menentukan apakah KDKMP benar-benar menjadi motor ekonomi rakyat atau hanya kuat di tahap peresmian awal.

Lihat versi asli dari sumber

Peresmian ini dilakukan secara simbolis di KDKMP Nglawak, Kertosono, Nganjuk, Jatim. Peresmian operasionalisasi KDKMP disebut sebagai tonggak bersejarah dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

Prabowo menegaskan KDKMP ini merupakan milestone bagi sejarah Indonesia karena mampu membangun ekosistem koperasi dalam jumlah yang besar dalam waktu yang relatif singkat.

Prabowo optimistis melalui KDKMP, Indonesia tidak akan lagi dipandang sebagai bangsa yang lemah namun menjadi bangsa yang kuat dan besar karena peran masyarakat desa melalui gerakan koperasi.

"Saya kira kalau dicari di negara-negara lain apalagi di sejarah bangsa kita, suatu pemerintahan yang (bisa) meresmikan operasionalisasi 1.000 lebih koperasi secara fisik itu belum ada. (Sehingga) saya kira hari ini adalah hari yang cukup penting," kata Prabowo, dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2026).

Prabowo menjelaskan pembangunan fisik koperasi dimulai pada November 2025 dan dalam tujuh bulan berhasil dioperasionalkan lebih dari seribu unit. Atas capaian ini, Prabowo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh jajaran Menteri, Kepala Badan/Lembaga di Kabinet Merah Putih.

Menurutnya Prabowo, KDKMP akan menjadi fondasi utama dalam strategi pemerintah membangun ekonomi desa atau kelurahan. Program ini akan digabungkan dengan inisiatif lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kampung Desa Nelayan Merah Putih (KNMP) sehingga keyakinannya terhadap efektivitas program dalam upaya membangun perekonomian di desa/kelurahan dapat diwujudkan.

"Program MBG kalau ditopang dengan KDKMP dan nanti akan ditopang dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan ujungnya adalah hilirisasi dan industrialisasi. Melalui KDKMP nanti akan kita sediakan kredit murah untuk rakyat," ucap Prabowo.

Prabowo menekankan sinergi antar program lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) perlu diperkuat khususnya KDKMP. Karena KDKMP akan menjadi program kebanggaan nasional karena menjadi instrumen dalam mengubah arah ekonomi Indonesia sesuai amanat konstitusi.

"Mari kita maju bersama dengan rasa percaya diri bahwa melalui koperasi ini ekonomi Indonesia akan menjadi yang kuat, karena fundamental kita kuat," kata Prabowo.

Menteri Koperasi RI (Menkop) Ferry Juliantono bersyukur prosesi peresmian operasionalisasi secara simbolis terhadap 1.061 KDKMP untuk wilayah Jatim dan Jateng dapat berjalan lancar.

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem KDKMP yang selanjutnya akan diresmikan ribuan KDKMP secara bertahap di wilayah lainnya.

"Nanti di bulan Agustus (2026), meskipun Bapak Presiden tadi menyampaikan akan diresmikan lagi 20.000 KDKMP, tapi kami akan berusaha maksimal untuk lebih dari pada yang ditargetkan oleh Bapak Presiden," kata Ferry.

Dengan beroperasinya KDKMP ini, Ferry menegaskan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa/ kelurahan akan terwujud.

Kehadiran KDKMP ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam membangun ekonomi rakyat berbasis koperasi.

"Ini (peresmian operasionalisasi) awal permulaan dari KDKMP yang saat ini sudah selesai 100 persen pembangunannya hampir 9.200 unit namun atas arahan Pak Presiden diresmikan untuk tahap pertama 1.061 unit," kata Ferry.

Ferry kembali menegaskan bahwa KDKMP yang sudah beroperasi dipastikan akan menjadi offtaker dari berbagai produk masyarakat desa mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, kuliner dan lain sebagainya untuk kemudian dapat diserap oleh koperasi.

Selain itu, KDKMP juga akan berperan dalam penyaluran dan penyediaan berbagai produk sembako atau barang-barang bersubsidi lainnya untuk masyarakat.

"Mohon doa dan dukungannya, mudah-mudahan keberadaan KDKMP ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya untuk anggota dan juga untuk masyarakat," ulas Ferry.

Sementara itu, terkait dengan beberapa kendala pembangunan KDKMP yang di beberapa daerah yang memiliki luas lahan kurang dari ketentuan minimal yaitu 1.000 meter persegi, Ferry menyatakan sedang melakukan kajian agar konsep pembangunan gerai, gudang atau sarana kelengkapan lainnya didesain atau dibangun secara vertikal.

"Kami sedang mempertimbangkan untuk memberikan pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk lokasi tanah yang kurang dari seribu meter. Khususnya untuk kelurahan maupun daerah-daerah di pedesaan yang duduknya sedikit," kata Ferry.

Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan sebagai pelaksana tugas untuk membangun gerai, gudang dan sarana kelengkapan lainnya, Agrinas optimis target 30.000 unit KDKMP untuk diresmikan operasionalisasinya pada tahap berikutnya dapat tercapai.

"Untuk KDKMP susulan, kami sangat optimis dan kami yakin bahwa berkat dukungan seluruh Lembaga Kementerian dan Lembaga Negara itu akan mempermudah mewujudkan apa yang sudah kita rencanakan bersama," kata Joao.

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menambahkan secara umum dalam pembangunan aset fisik KDKMP untuk wilayah Jawa tidak ada kendala yang berarti.

Namun untuk di desa atau kelurahan terpencil seperti di Papua memang memerlukan tindakan yang ekstra karena keterbatasan sumber daya dan lokasi yang sulit ditembus dengan transportasi darat. (akd/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait