Prabowo Dikabarkan Luncurkan 1.000 Kopdes di Nganjuk
Presiden Prabowo bakal meresmikan 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
/data/photo/2025/07/21/687e069216fc9.jpg)
Presiden Prabowo Subianto disebut akan meresmikan 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Namun, agenda peluncuran itu belum sepenuhnya final dan masih bersifat tentatif menurut Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Ferry menyampaikan hal tersebut usai rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Desa, Wakil Panglima TNI, serta Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, pada Senin, 11 Mei 2026. Ia menjelaskan, peresmian itu direncanakan mencakup 1.000 unit Kopdes Merah Putih yang sudah selesai dibangun, meski tanggal dan lokasi pelaksanaan masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Menurut data Kementerian Koperasi, saat ini sudah ada sekitar 7.200 bangunan gerai dan gudang Kopdes Merah Putih yang rampung dengan kelengkapan penuh. Di sisi lain, pemerintah melalui Agrinas Pangan Nusantara juga masih membangun sekitar 25.000 unit koperasi serupa. Ferry menegaskan, fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesiapan operasional agar koperasi dapat segera berjalan efektif.
Ferry mengatakan, Prabowo telah meminta para menteri bekerja secara kolaboratif bersama Badan Usaha Milik Negara agar program Kopdes Merah Putih berhasil. Presiden, kata dia, berharap koperasi ini menjadi instrumen ekonomi yang benar-benar memberi manfaat bagi anggota, yang pada dasarnya merupakan warga desa dan kelurahan itu sendiri. Pemerintah juga tengah menyiapkan tenaga pengelola melalui rekrutmen 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih.
Rekrutmen manajer tersebut secara teknis dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara. Untuk dua tahun pertama, para manajer akan berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, sebelum kemudian diharapkan dapat beralih menjadi pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu di bawah Kementerian Koperasi. Ferry menyebut skema itu masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk kemungkinan penempatan mereka di lingkungan kementeriannya.
Sudut pandang lain
Rencana peluncuran 1.000 Kopdes Merah Putih menunjukkan pemerintah ingin mempercepat penguatan ekonomi desa melalui kelembagaan koperasi. Jika berjalan sesuai rencana, program ini berpotensi memperluas akses distribusi barang, layanan usaha, dan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Namun, tantangan utamanya bukan hanya pembangunan gedung, melainkan kesiapan tata kelola, sumber daya manusia, dan koordinasi antarlembaga. Karena itu, keberhasilan program akan sangat bergantung pada operasionalisasi koperasi setelah peresmian, termasuk efektivitas manajer yang direkrut dan dukungan BUMN dalam tahap awal.
Lihat versi asli dari sumber
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto disebut bakal meresmikan 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku, pihaknya telah menggelar rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Desa, dan Wakil Panglima TNI, dan Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara.
Meski demikian, agenda peluncuran tersebut masih bersifat tentatif.
“Tersampaikan rencana tanggal 16 Mei ini, tapi masih intentatif di Nganjuk Jawa Timur. Tapi ini intentatif jadi masih baru ini, baru rencana,” kata Ferry saat ditemui di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta , Senin (11/5/2026).
Ferry mengatakan, dalam seremonial itu presiden bakal meresmikan 1.000 unit Codes Merah Putih yang selesai dibangun.
Kemenkop mencatat, sebenarnya sudah terdapat 7.200 an bangunan gerai dan gudang Kopdes Merah Putih yang selesai dibangun dengan tingkat kelengkapan 100 persen.
Di luar itu, pemerintah melalui Agrinas Pangan Nusantara juga sedang membangun 25.000 an Kopdes Merah Putih.
“Insyaallah itu bisa selesai. Tapi sekarang kita konsentrasi ke operasionalnya,” ujar Ferry.
Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, Prabowo memerintahkan agar para menterinya bekerja secara kolaboratif bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehingga program Kopdes Merah Putih bisa sukses.
Menurutnya, presiden berharap Kopdes Merah Putih bisa menjadi instrumen ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjadi anggota koperasi.
“(Manfaat) bagi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang notabenenya juga adalah masyarakat desa kelurahan itu sendiri,” tutur Ferry.
Di luar pembangunan dan kelengkapan koperasi, pemerintah kini sedang merekrut 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih.
Secara teknis, rekrutmen itu digelar oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Nantinya, manajer koperasi itu bakal berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara selama 2 tahun pertama.
Setelah itu, Ferry berharap mereka bisa menjadi pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di bawah Kementerian Koperasi.
“Kita sih berharap di Kementerian Koperasi tapi masih akan kita bahas lagi,” kata Ferry Jumat (8/5/2026).
Berita terkait

Pemerintah Siapkan Inpres Operasional Kopdes Merah Putih
Aturan operasional koperasi desa kelurahan Kopdes merah putih akan terbit. Pemerintah menyiapkan penerbitan instruksi presiden inpres .

Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP untuk Perkuat Ekonomi Desa
Presiden Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jatim dan Jateng, menandai langkah penting dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih
Ribuan Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Tengah dan Jawa Timur telah siap beroperasi.
Prabowo Sebut MBG dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meski mendapat banyak kritikan.
Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab atas Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bakal bertanggung jawab jika ada masyarakat di Indonesia yang kelaparan. Ia pamer capaian program swasembada pangan yang cepat.
Prabowo Akui MBG Bermasalah, Siap Tertibkan Pejabat Menyimpang
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Ia bertekad untuk menertibkan itu.