Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral10 Mei 2026 pukul 14.39

Rajiv Dorong Serapan Ikan Tawar untuk Dukung Program MBG

Anggota DPR Rajiv dorong penerima bantuan budidaya ikan bioflok untuk mandiri secara ekonomi. Hasil panen sebaiknya digunakan untuk pengembangan usaha.

Rajiv Dorong Serapan Ikan Tawar untuk Dukung Program MBG

Anggota DPR Rajiv meminta agar hasil budidaya ikan tawar dari masyarakat tidak langsung habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan diputar kembali untuk mengembangkan usaha. Ia menilai bantuan panen seharusnya menjadi titik awal agar warga bisa lebih mandiri secara ekonomi, termasuk dengan menambah bibit dan membangun usaha budidaya sendiri secara bertahap.

Pesan itu disampaikan Rajiv saat menghadiri panen raya budidaya ikan tematik bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mekarsari, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (9/5/2026). Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II itu bahkan berkelakar agar hasil panen tidak dipakai untuk “kawin lagi”, melainkan dibelikan bibit agar usaha bisa berkembang. Ia menyebut, bila perlu masyarakat nantinya mampu memiliki sistem bioflok sendiri.

Rajiv menegaskan, bantuan pemerintah memang dimaksudkan sebagai stimulus awal, bukan ketergantungan jangka panjang. Menurut dia, masyarakat perlu membuktikan dulu bahwa usaha yang dibantu bisa berjalan mandiri dalam satu tahun, sebelum kemungkinan bantuan lanjutan dipertimbangkan. Ia juga menyampaikan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan pelatihan tambahan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam membudidayakan ikan.

Selain itu, Rajiv mengaku terus memantau perkembangan penerima manfaat bantuan, baik budidaya ikan maupun peternak ayam petelur, sebagai bahan evaluasi. Ia menyebut Desa Mekarsari sebagai wilayah dengan penerima bantuan terbanyak untuk dua sektor tersebut. Karena itu, timnya akan kembali datang beberapa bulan kemudian untuk mengecek perkembangan usaha warga, termasuk memastikan bantuan tidak berhenti di tengah jalan.

Di sisi lain, Rajiv berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi setempat dapat bekerja sama dengan Kopdes Merah Putih Mekarsari dalam menyediakan ikan bagi program Makan Bergizi Gratis. Dengan begitu, hasil budidaya ikan bioflok warga dapat terserap secara berkelanjutan dan manfaat ekonominya lebih luas bagi masyarakat desa.

Sudut pandang lain

Dorongan agar hasil budidaya ikan diserap untuk program Makan Bergizi Gratis menunjukkan upaya menghubungkan produksi desa dengan kebutuhan pangan sosial. Jika kolaborasi antara koperasi, SPPG, dan masyarakat berjalan baik, model ini berpotensi menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani ikan sekaligus memperkuat rantai pasok lokal.

Namun, keberlanjutan program semacam ini tetap bergantung pada pendampingan teknis, disiplin pengelolaan usaha, dan konsistensi serapan pasar. Tanpa pelatihan lanjutan dan pengawasan yang memadai, bantuan awal berisiko tidak berkembang menjadi kemandirian ekonomi sebagaimana yang diharapkan.

Lihat versi asli dari sumber

Rajiv mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan keuntungan hasil panen yang sifatnya konsumtif, tetapi sebaiknya untuk pengembangan usaha agar bisa mandiri secara ekonomi ke depannya. Ia pun berkelakar masyarakat agar tidak menggunakan hasil panen tersebut untuk kawin lagi.

"Mudah-mudahan hasilnya bisa berkah, dan hasilnya jangan dipakai buat kawin lagi, tapi beli bibit dan tambah lagi bibitnya. Bila perlu bukan hanya bibitnya, tapi nanti bisa mandiri punya bioflok sendiri," kata Rajiv dalam keterangannya, Minggu (9/5/2026).

Hal itu disampaikan Rajiv saat menghadiri kegiatan panen raya budidaya ikan tematik bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mekarsari, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kemarin.

Lebih lanjut, Legislator dari Dapil Jawa Barat II ini menegaskan bantuan pemerintah bertujuan sebagai stimulus awal agar masyarakat penerima manfaat dapat mandiri ke depannya.

"Kalau semuanya kita bantu, nanti tidak mandiri-mandiri. Coba buktikan dulu ke saya tahun ini bisa mandiri, nanti tahun depan bisa kita bantu lagi," ujar Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem ini.

Selanjutnya, Rajiv juga meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam berbudidaya ikan.

"Dari KKP sudah saya minta diberi pelatihan lagi tingkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat berbudidaya ikan. Mungkin kalau lebih telaten, ikan akan gemuk-gemuk dan bisa banyak panennya," imbuhnya.

Rajiv mengaku terus melihat perkembangan hasil penerima manfaat bantuan yang diberikan kepada masyarakat sebagai bahan evaluasi, baik pebudidaya ikan maupun peternak ayam petelur.

Menurutnya, Desa Mekarsari merupakan wilayah terbanyak yang mendapatkan bantuan baik ayam petelur maupun budidaya ikan bioflok.

"Setelah saya kunjungi semua penerima manfaat baik ayam petelur maupun budidaya ikan, nanti 3-4 bulan ada tim saya datang melihat. Jangan-jangan habis saya pergi, ayamnya dijual," ungkapnya.

Rajiv pun menekankan pemantauan dilakukan bukan karena ketidakpercayaan kepada masyarakat, tetapi untuk mengasah kemampuan sekaligus mengedukasi agar bisa mandiri secara ekonomi ke depannya.

"Saya melihat untuk memastikan, bukan nggak percaya tapi kita mau mengajari biar masyarakat serius bisa meningkatkan kemampuannya," tegas Rajiv.

Rajiv berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat dapat berkolaborasi dengan Kopdes Merah Putih Mekarsasi dalam penyediaan ikan untuk mendukung program unggulan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sehingga hasil budidaya ikan bioflok masyarakat dapat terserap dengan baik dan manfaatnya semakin luas. Saya senang melihat apa yang kita bantu bisa mewujudkan hasil, apalagi hasilnya untuk masyarakat di desa ini, bukan kelompok tertentu," pungkasnya. (akn/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait