Live|
VIVAVersi JafmoNewsPositif16 Mei 2026 pukul 16.02

Prabowo Sebut MBG dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meski mendapat banyak kritikan.

Prabowo Sebut MBG dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih akan memberi dampak positif bagi perekonomian desa meski menuai kritik dari sejumlah pihak. Menurutnya, manfaat kedua program itu memang tidak langsung terlihat, tetapi akan terasa dalam beberapa tahun mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Ia menilai kebijakan yang dijalankan saat ini merupakan langkah dasar yang baru bisa dinilai hasilnya dalam jangka menengah hingga panjang.

Dalam penjelasannya, Prabowo menggambarkan bahwa jika MBG dan Koperasi Desa Merah Putih berjalan optimal, maka perputaran uang di desa akan meningkat signifikan. Ia menyebut hitungan sederhana, yakni 3.000 penerima manfaat dengan nilai Rp15.000 per orang per hari, dapat menghasilkan perputaran uang sekitar Rp45 juta per hari di desa. Jika dihitung dalam satu bulan dan setahun, jumlahnya mencapai sekitar Rp10,8 miliar yang beredar di tingkat desa.

Prabowo juga menyebut dana desa yang dipakai sebesar Rp500 juta untuk mendukung MBG akan kembali dalam jangka enam tahun. Ia menegaskan, tambahan anggaran yang dialirkan ke daerah untuk dua program itu lebih baik dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi lokal daripada mengikuti pola pasar bebas yang menurutnya cenderung menguntungkan modal besar. Menurut Prabowo, kombinasi MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akan membangkitkan ekonomi nasional dari desa.

Sudut pandang lain

Dari sisi kebijakan publik, pernyataan Prabowo menempatkan desa sebagai pusat distribusi manfaat ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan. Jika perputaran belanja pangan dan aktivitas koperasi benar-benar terjadi di tingkat lokal, program ini berpotensi memperkuat permintaan di desa, membuka peluang usaha kecil, dan memperluas sirkulasi uang di daerah.

Namun, efektivitas gagasan tersebut bergantung pada pelaksanaan di lapangan, mulai dari tata kelola koperasi, ketepatan sasaran penerima, hingga kemampuan memastikan dana benar-benar kembali menjadi aktivitas ekonomi produktif. Karena itu, kritik terhadap program ini kemungkinan akan berfokus pada keberlanjutan pembiayaan, efisiensi distribusi, dan transparansi hasil dalam jangka panjang.

Lihat versi asli dari sumber

Nganjuk, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih meski mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak.

Prabowo mengatakan, program MBG dan Koperasi Merah Putih akan berdampak di masa mendatang. Menurutnya, efek dua program andalannya baru bisa dirasakan beberapa tahun ke depan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

"Saudara akan lihat apa yang kita buat tahun '25, tahun '26 ini. Jangan sekarang, jangan '29, jangan, nanti 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini, yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG, mendasar," ujar Prabowo.

Bahkan, lanjut Prabowo, nantinya ketika program MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih berjalan optimal, maka uang miliaran rupiah bergerak ke desa-desa.

"Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang. 3.000 kali Rp15.000, Rp45.000 kali 3.000. Saya ulangi, Rp15.000 kali 3.000, ada yang lebih ada yang sedikit berkurang dan sebagainya. 3.000 kali 15.000, Rp 45 juta tiap hari. Tiap hari. Dan di situ ada 5 hari seminggu kali 4, 20. 20 hari kali Rp 45 juta ya, Rp 45 juta kali 20 berarti Rp 900 juta tiap bulan kali 12, 12 kali Rp 900 juta sama dengan Rp10 miliar. Ya, Rp10,8 miliar beredar di desa itu," ujar dia.

Dia mengatakan angka Rp 10,8 miliar itu adalah hitungan uang yang ada di desa karena MBG. Dia mengatakan dana desa memang dipakai Rp 500 juta untuk MBG, namun, lanjutnya, uang itu bakal kembali lagi 6 tahun kemudian.

"Rp 10,8 miliar beredar di desa itu, yang tadinya sebelum ada MBG, kita kirim Rp 1 miliar dana desa, dengan MBG, kita tambah Rp 10 miliar. Kita pakai dulu uang dana desa Rp 500 juta, tapi 6 tahun akan kembali," katanya.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prabowo menambahkan, anggaran besar itu lebih baik dialirkan ke setiap daerah untuk MBG dan Koperasi Merah Putih. Tujuannya, kata dia, untuk meningkatkan ekonomi negara.

"Kalau kita pakai yang mereka katakan harus pasar bebas, neoliberal, pasar bebas, di mana modal besar yang akan berkuasa. Uangnya rakyat akan tersedot, berangkat-berangkat ujungnya ke luar negeri. Uangnya kelebihannya tidak masuk ke kita. Saudara-saudara, MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," ucap dia.

Dirangkum dari VIVA · oleh Rahmat Fatahillah Ilham

Berita terkait