Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral13 Mei 2026 pukul 13.31

Airlangga dan Rusia Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah Indonesia dan Rusia mengadakan SKB ke-14 untuk memperkuat kerja sama ekonomi, membahas perdagangan, investasi, dan implementasi Indonesia-EAEU FTA.

Airlangga dan Rusia Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Indonesia dan Rusia menggelar Sidang Komisi Bersama ke-14 di sela-sela Kazan Forum 2026 untuk membahas penguatan hubungan ekonomi bilateral. Pertemuan yang dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Federasi Rusia Denis Manturov itu menjadi ajang meninjau pelaksanaan kerja sama yang sudah berjalan sekaligus menyusun agenda prioritas ke depan.

Airlangga menyampaikan bahwa sidang tahunan tersebut penting untuk menjaga kesinambungan kemitraan strategis kedua negara. Ia menegaskan pertemuan ini menindaklanjuti arahan pemimpin Indonesia dan Rusia setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada 13 April 2026. Menurut dia, kerja sama yang dibahas mencakup perdagangan, investasi, pertanian dan perikanan, energi, industri, pendidikan tinggi, sains, serta peningkatan keterlibatan pelaku usaha.

Pemerintah Indonesia juga menyoroti pentingnya implementasi yang lebih konkret, termasuk melalui pemanfaatan Indonesia-EAEU FTA. Airlangga menilai momentum ini semakin relevan karena bertepatan dengan peringatan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. Ia meminta sembilan working groups di bawah kerangka SKB menindaklanjuti hasil pertemuan agar persoalan teknis dapat segera diselesaikan dan memberi manfaat bagi dunia usaha serta masyarakat di kedua negara.

Dari sisi Rusia, Denis Manturov mendorong partisipasi aktif untuk mengembangkan kerja sama yang sudah terbangun dan menggali potensi baru di masa mendatang. Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut perdagangan Indonesia dengan negara-negara EAEU menunjukkan tren positif dan masih membuka peluang pasar bagi produk unggulan nasional, termasuk sawit dan kelapa. Pemerintah juga sedang memproses ratifikasi Indonesia-EAEU FTA dan mendorong pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-EAEU.

Di sektor energi, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan fokus pemerintah pada penambahan kapasitas listrik nasional dengan pengembangan energi bersih dan penguatan ketahanan energi. Adapun Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan capaian swasembada beras pada 2025 sebagai bagian dari kebijakan memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah Indonesia juga mengundang Manturov dan delegasi Rusia untuk hadir dalam Trade Expo Indonesia 2026 sebagai lanjutan penguatan hubungan dagang kedua negara.

Sudut pandang lain

Pertemuan ini menunjukkan bahwa kerja sama Indonesia-Rusia tidak hanya berhenti pada diplomasi politik, tetapi diarahkan ke sektor riil yang berdampak langsung pada perdagangan, energi, dan pangan. Jika tindak lanjut working groups berjalan efektif, hasilnya dapat memperluas akses pasar dan membuka ruang investasi yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara.

Dari sisi konteks global, pertemuan ini juga menegaskan upaya Indonesia menjaga diversifikasi mitra ekonomi di tengah dinamika ekonomi internasional. Dorongan terhadap Indonesia-EAEU FTA dan pembentukan Dewan Bisnis mencerminkan strategi untuk memperkuat konektivitas dagang sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.

Lihat versi asli dari sumber

Pertemuan yang dilaksanakan di sela-sela penyelenggaraan Kazan Forum 2026 ini dipimpin secara bersama (Co-Chairs) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri (First Deputy Prime Minister) Federasi Rusia, Denis Manturov.

"Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk meninjau perkembangan implementasi kerja sama bilateral sekaligus membahas berbagai isu prioritas dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia," jelas Airlangga, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia yang diadakan pada Selasa (12/5) merupakan acara tahunan dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah kemitraan ekonomi kedua negara di tengah dinamika ekonomi global. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti arahan pemimpin kedua negara pasca pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin pada Senin (13/4).

Sidang Pleno ini membahas perkembangan hubungan ekonomi bilateral kedua negara, sekaligus membahas agenda prioritas ke depan, khususnya pada sektor perdagangan dan investasi, pertanian dan perikanan, energi, industri, pendidikan tinggi dan sains, serta penguatan keterlibatan antar pelaku usaha.

Selanjutnya, Airlangga menegaskan bahwa penyelenggaraan SKB ke-14 Indonesia-Rusia mencerminkan kesinambungan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan saling menguntungkan. Hal ini sejalan dengan momentum peringatan 76 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara yang jatuh pada tahun ini.

"SKB ke-14 ini juga menjadi platform penting untuk memastikan bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Rusia dapat ditindaklanjuti ke praktik ekonomi yang lebih nyata. Terlebih di tengah tatanan dan dinamika global saat ini, Indonesia mendorong kerja sama yang berorientasi pada kepentingan bersama, salah satunya melalui pemanfaatan Indonesia-EAEU FTA," ujar Airlangga.

Sementara itu, DPM Manturov mendorong kembali partisipasi aktif bagi pengembangan kerja sama kedua negara di masa mendatang, meningkatkan berbagai pencapaian kerja sama yang telah dicapai, dan terus berkomitmen untuk mencari potensi yang dapat lebih dikembangkan ke depan.

Pada sektor perdagangan, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan negara-negara EAEU terus menunjukkan perkembangan positif dan terdapat peluang luas akses pasar bagi berbagai produk unggulan nasional seperti produk sawit atau kelapa.

Pemerintah Indonesia juga tengah menjalankan proses ratifikasi Indonesia-EAEU FTA serta mendorong pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-EAEU sebagai wadah mempererat konektivitas antarpelaku usaha kedua pihak.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung juga menyampaikan perkembangan kerja sama bidang energi antara Indonesia dan Rusia. Sesuai kebutuhan nasional, Pemerintah Indonesia terus mendorong penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional dengan fokus pada pengembangan energi bersih dan penguatan ketahanan energi nasional.

Lebih lanjut, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyampaikan bahwa pada 2025, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas produksi domestik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Indonesia dan Rusia memiliki kemitraan yang bersifat alami dan saling melengkapi, dan terdapat banyak peluang penguatan kerja sama sektor pertanian termasuk peningkatan perdagangan produk pertanian.

Sebagai penutup, Airlangga menegaskan bahwa hasil SKB ke-14 Indonesia-Rusia perlu ditindaklanjuti oleh sembilan Working Groups (WG) di bawah kerangka SKB.

"Indonesia berkomitmen terus mendorong agar semua WG di bawah kerangka SKB ini dapat menindaklanjuti agenda kerja sama, agar isu-isu teknis dapat segera diselesaikan, dan hasil pertemuan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat kedua negara," pungkas Airlangga.

Pemerintah Indonesia juga mengundang DPM Manturov dan Delegasi Rusia untuk ikut berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Turut hadir mendampingi pada pertemuan SKB ke-14 ini, yakni Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Antonio Morato Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Nugraha, serta perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, KADIN dan APINDO, serta perwakilan pelaku usaha.

(ega/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait