Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNegatif14 Mei 2026 pukul 09.58

Anak SD Meninggal Usai Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita

Bocah SD AF meninggal setelah tertimpa patung saat berwisata di Museum Ranggawarsita, Semarang.

Anak SD Meninggal Usai Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita

Seorang bocah sekolah dasar meninggal dunia setelah tertimpa patung di area Museum Ranggawarsita, Semarang. Peristiwa itu terjadi saat korban yang ikut dalam rombongan wisata bermain di sekitar halaman belakang museum pada Senin (11/5/2026).

Kepala Museum Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo, menjelaskan bahwa korban melihat patung yang berada di ujung halaman belakang museum ketika rombongan sedang menuju lokasi parkir kendaraan. Patung berbentuk kakek memikul beban itu memiliki tinggi sekitar 150 sentimeter dengan berat sekitar 30 hingga 40 kilogram. Korban yang diidentifikasi berinisial AF kemudian bergelantungan pada patung tersebut.

Menurut Agung, saat anak itu bergelantungan, ia terjatuh dari patung sehingga benda tersebut ikut roboh dan menimpa tubuh korban. Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Kondisinya kemudian terus dipantau, termasuk melalui pemeriksaan rontgen yang menunjukkan adanya pendarahan di hati.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, menyampaikan bahwa korban menjalani operasi pada malam harinya di Rumah Sakit Columbia. Namun, upaya medis tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Pada Selasa (12/5) sekitar pukul 07.50 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengunjung anak-anak di ruang publik, terutama pada area museum yang memiliki benda pajangan berukuran besar atau berpotensi membahayakan jika dinaiki. Kasus tersebut juga menunjukkan bahwa objek koleksi yang tampak statis tetap dapat menimbulkan risiko serius bila tidak dijaga dengan pembatasan dan pengawasan yang memadai.

Sudut pandang lain

Dari sisi pengelolaan ruang publik, kejadian ini dapat menjadi evaluasi bagi museum dan destinasi wisata edukasi untuk memperketat pengamanan terhadap instalasi yang mudah dijangkau pengunjung. Pembatas fisik, rambu peringatan, dan pengawasan petugas menjadi penting, terutama saat lokasi dipadati rombongan keluarga atau anak-anak.

Selain aspek keselamatan, kasus ini juga berpotensi memunculkan pertanyaan soal standar operasional di tempat wisata berbasis edukasi. Pengelola perlu menyeimbangkan pengalaman belajar yang interaktif dengan perlindungan terhadap pengunjung agar kejadian serupa tidak terulang.

Lihat versi asli dari sumber

Dilansir detikJateng , Kamis (14/5/2026), Kepala Museum Ranggawarsita, Agung Raharjo Wibowo Kusumo, mengungkapkan peristiwa ini terjadi pada Senin (11/5) lalu. Patung kakek memikul beban yang menimpa korban tingginya kira-kira 150 cm dan berat 30-40 kg.

"Anak tersebut kan bagian dari rombongan wisata. Pada saat perjalanan menuju lokasi parkir kendaraan, anaknya itu melihat ada patung di ujung bagian halaman belakang dari museum," terang Agung saat dihubungi detikJateng , Rabu (13/5/2026).

AF lalu bermain di patung tersebut. Ia bergelantungan di patung yang terletak di pojok kawasan museum. Saat bergelantungan, tiba-tiba anak itu terjatuh dari patung.

"Terus terjatuh dari patungnya itu. Kemudian patungnya jatuh menimpa si anak tersebut," ujar Agung.

Korban kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit. Korban sempat menjalani operasi. Korban meninggal dunia pada Selasa (12/5).

"Sekira pukul 12.00 WIB korban melaksanakan foto rontgen dan didapati hasil terjadi pendarahan di hati. Pada malam harinya korban mendapat penanganan operasi dari Rumah Sakit Columbia. Sekira pukul 07.50 WIB korban dinyatakan meninggal," kata Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto.

Baca selengkapnya di sini (lir/idh)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait