Gibran Beri Motivasi dan Tips Debat kepada Siswa SMAN 1 Pontianak
10 siswa-siswi SMAN 1 Pontianak yang merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat menerima undangan wapres Gibran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima 10 siswa SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Istana Wapres, Jakarta, Rabu. Pertemuan itu menjadi ajang dialog sekaligus pemberian semangat kepada para siswa setelah muncul polemik pada babak final lomba terkait keputusan dewan juri atas jawaban peserta.
Para siswa datang ke Jakarta didampingi tiga guru dari SMAN 1 Pontianak. Menurut Josepha Alexandra Roxa Potifera, yang akrab disapa Ocha, Wapres memberi motivasi agar mereka terus belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri meski menghadapi pengalaman yang mengecewakan dalam kompetisi tersebut.
Ocha menyampaikan bahwa Gibran juga menekankan pentingnya kemampuan berbicara di depan umum serta keterampilan berdebat. Dalam pertemuan itu, para siswa mendapat tips dan trik untuk meningkatkan public speaking dan mempertahankan argumentasi di hadapan orang lain. Pesan tersebut, kata Ocha, menjadi dorongan bagi mereka untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan serupa di masa depan.
Ocha mengaku terkejut sekaligus senang karena mendapat undangan langsung untuk bertemu Wapres. Ia menyebut pertemuan itu tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya, terlebih informasi mengenai agenda tersebut datang secara mendadak. Meski begitu, kesempatan itu dinilainya sebagai pengalaman berharga bagi seluruh tim.
Setelah pertemuan di Istana Wapres, Ocha menegaskan bahwa peristiwa pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI akan dijadikan pelajaran untuk berkembang. Ia menyebut pengalaman tersebut memberi harapan dan semangat baru bagi dirinya dan rekan-rekannya agar terus melangkah maju, memperbaiki diri, dan menjaga motivasi dalam mengikuti kompetisi berikutnya.
Sudut pandang lain
Pertemuan ini memperlihatkan bagaimana pejabat negara dapat berperan bukan hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga pemberi dukungan psikologis bagi pelajar yang tengah menghadapi tekanan kompetisi. Dalam konteks pendidikan, pesan mengenai public speaking dan debat penting karena dua keterampilan itu semakin dibutuhkan untuk membangun kepercayaan diri dan nalar argumentatif siswa.
Di sisi lain, polemik pada final lomba menunjukkan bahwa transparansi dan konsistensi keputusan juri menjadi hal penting agar ajang akademik tetap dipercaya peserta. Kasus seperti ini kerap menjadi bahan evaluasi penyelenggaraan lomba agar kualitas penilaian lebih jelas dan pengalaman peserta tetap positif, meski hasil akhir tidak selalu sesuai harapan.
Lihat versi asli dari sumber
Jakarta, VIVA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberi semangat 10 siswa -siswi SMAN 1 Pontianak yang merupakan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat saat menerima mereka di Istana Wapres, Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan itu, siswa-siswi SMAN 1 Pontianak tersebut diundang langsung oleh Wapres ke Jakarta untuk berdialog terutama setelah adanya polemik babak final LCC Empat Pilar MPR RI terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban peserta lomba cerdas cermat. Siswa-siswi tersebut didampingi oleh tiga guru dari SMAN 1 Pontianak.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Di dalam tadi, kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar," kata Josepha Alexandra Roxa Potifera, yang akrab disapa Ocha, saat ditemui selepas pertemuan dengan Wapres Gibran di Istana Wapres, Jakarta, Rabu.
Wapres Gibran, sebagaimana dituturkan oleh Ocha, juga memberi semangat kepada para siswa untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) dan meningkatkan kemampuan berdebat dan mempertahankan argumentasi.
"Kami diberi motivasi dan tips and trick juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum," kata Ocha.
Dalam kesempatan itu, Josepha mengaku senang diundang langsung untuk bertemu Wapres. Dia mengaku tidak pernah membayangkan akan bertemu tatap muka dengan Wapres di Istana Wapres.
"Kami dan tim sangat kaget karena informasinya tiba-tiba," kata Josepha,
Selepas bertemu Wapres Gibran, dia pun menyatakan kasus yang terjadi saat babak final LCC Empat Pilar MPR RI itu akan menjadi pembelajaran bagi dirinya dan teman-temannya untuk berkembang.
"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," kata Ocha.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Josepha atau Ocha merupakan siswi SMAN 1 Pontianak yang menerima poin minus 5 dari Dewan Juri babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, meskipun jawaban yang dia sampaikan merupakan jawaban yang benar.
Ocha pun dalam acara itu langsung melayangkan protes kepada dewan juri, tetapi protesnya itu tidak diterima, dan dewan juri memilih memberikan poin kepada tim lain, yang akhirnya tim tersebut keluar sebagai pemenang.
Berita terkait

MPR Pertimbangkan Batal Gelar Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar
Keputusan akhir soal rencana pertandingan ulang lomba cerdas cermat empat pilar di Kalbar baru akan diputuskan dalam rapat pimpinan MPR pekan depan.

Setjen MPR Evaluasi LCC Empat Pilar dan Siapkan Lomba Ulang
Plt Sekjen MPR menjelaskan penonaktifan juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar. Evaluasi mendalam dilakukan untuk memastikan independensi dan transparansi.
/data/photo/2026/05/12/6a0271d039198.png)
MPR Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang
MPR memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar yang menjadi sorotan publik. MPR bantah ada keberpihakan juri dalam lomba ini

MPR Gelar Ulang Final LCC di Kalimantan Barat
Salah satu poin terpenting adalah keputusan MPR untuk menyelenggarakan ulang final LCC yang telah menentukan pemenang pada 9 Mei 2026.

Gibran Beri Motivasi dan Tips Public Speaking ke Peserta LCC MPR
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan motivasi hingga tips public speaking kepada peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak.

MPR Pelajari Gugatan atas LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat
Pimpinan dan Sekretaris Jenderal MPR mengaku belum mengetahui ihwal gugatan penyelenggaraan LCC empat pilar di Kalimantan Barat.