Live|
Detik.comVersi JafmoNewsNetral14 Mei 2026 pukul 08.38

BNPP Pastikan Bantuan 15.000 RTLH Tepat Sasaran di Belu

Program Bantuan Peningkatan Kualitas 15.000 RTLH di wilayah 3T disalurkan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

BNPP Pastikan Bantuan 15.000 RTLH Tepat Sasaran di Belu

Sekretaris BNPP RI Komjen Pol. Makhruzi meninjau langsung kondisi rumah tidak layak huni milik Yulian Hani di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program peningkatan kualitas 15.000 RTLH benar-benar menyasar warga yang memenuhi kriteria bantuan.

Dalam peninjauan tersebut, Makhruzi melihat hunian yang ditempati Yulian bersama suami dan satu anaknya masih sangat terbatas. Rumah itu belum memiliki dinding permanen, pintu, maupun jendela. Untuk beristirahat, keluarga tersebut hanya menggunakan tempat tidur kayu sederhana dan tikar, sementara bagian atap masih memakai dahan pepohonan sehingga perlindungan dari cuaca masih minim.

Makhruzi menegaskan bahwa verifikasi lapangan menjadi bagian penting dari komitmen BNPP RI dalam mengawal pelaksanaan program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, khususnya di kawasan perbatasan. Menurutnya, pengecekan langsung diperlukan agar bantuan tidak salah sasaran. Ia menyampaikan bahwa rumah yang diperiksa memang memenuhi kriteria dan layak mendapat perbaikan menyeluruh.

Ia juga menjelaskan bahwa program 15.000 RTLH merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Pemerintah, kata dia, berupaya agar program tersebut dapat segera direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Yulian Hani menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah yang datang langsung melihat kondisi tempat tinggalnya. Sebagai petani sayur kecil-kecilan bersama suaminya, ia mengaku kerap kesulitan melindungi keluarganya dari hujan dan cuaca ekstrem di rumah yang serba terbatas. Ia berharap hunian mereka bisa segera diperbaiki.

Dalam kunjungan itu, Sekretaris BNPP RI didampingi Bupati Belu Willybrodus Lay, Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI Siti Metrianda Akuan, dan Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika. Program bantuan peningkatan kualitas 15.000 RTLH di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar dijalankan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Sudut pandang lain

Kunjungan lapangan seperti ini penting untuk menjaga akurasi penyaluran bantuan perumahan, terutama di wilayah perbatasan yang akses infrastrukturnya terbatas. Verifikasi langsung dapat mengurangi risiko salah sasaran sekaligus mempercepat identifikasi rumah-rumah yang paling mendesak ditangani.

Dari sisi sosial, program RTLH memiliki dampak yang lebih luas daripada perbaikan fisik rumah, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, keselamatan, dan ketahanan keluarga miskin di kawasan 3T. Jika pelaksanaannya berjalan konsisten, bantuan ini berpotensi memperkecil kesenjangan layanan dasar antara wilayah perbatasan dan daerah lain.

Lihat versi asli dari sumber

Dalam peninjauan tersebut, Komjen Pol. Makhruzi mendatangi rumah milik Yulian Hani, warga Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Yulian tinggal bersama suami dan satu anaknya di hunian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah tersebut belum memiliki dinding permanen, pintu, maupun jendela. Untuk beristirahat, Yulian dan keluarganya hanya beralaskan tempat tidur kayu sederhana dan tikar, sementara bagian atap rumah masih menggunakan dahan pepohonan yang minim perlindungan dari cuaca.

Melihat langsung kondisi tersebut, Komjen Pol. Makhruzi menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan bentuk komitmen BNPP RI dalam mengawal pelaksanaan program peningkatan kualitas RTLH, khususnya di wilayah perbatasan. Menurutnya, verifikasi faktual menjadi langkah penting agar penerima bantuan tidak salah sasaran.

"Kami ingin memastikan sendiri kondisi rumah warga yang diusulkan. Dari hasil peninjauan, rumah ini memang memenuhi kriteria dan layak untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, program 15.000 RTLH merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Pemerintah, kata dia, berupaya agar program tersebut dapat segera direalisasikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Sementara itu, Yulian Hani mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah yang datang langsung melihat kondisi tempat tinggalnya. Dengan mata pencaharian sebagai petani sayur kecil-kecilan bersama suami, ia mengaku kerap kesulitan melindungi keluarganya dari hujan dan cuaca ekstrem dalam kondisi hunian yang terbatas.

"Saya senang dan berterima kasih atas kedatangan Bapak. Mudah-mudahan rumah kami bisa segera diperbaiki," tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris BNPP RI turut didampingi oleh Bupati Belu Willybrodus Lay, Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI Siti Metrianda Akuan, serta Kepala PLBN Motaain Maria Fatima Rika.

Sebagai informasi, program bantuan Peningkatan Kualitas 15.000 RTLH di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) (akd/ega)

Dirangkum dari Detik.com · oleh https://www.facebook.com/detikcom

Berita terkait