Live|
VIVAVersi JafmoNewsNetral11 Mei 2026 pukul 01.28

Lima Mobil Listrik dengan Rasio Harga dan Jarak Tempuh Menarik

Persaingan mobil listrik di Indonesia kini semakin menarik karena produsen tidak hanya berlomba menghadirkan teknologi baru, tetapi juga efisiensi daya jelajah. Salah sat

Lima Mobil Listrik dengan Rasio Harga dan Jarak Tempuh Menarik

Persaingan mobil listrik di Indonesia kian ketat seiring produsen tidak hanya menawarkan teknologi baru, tetapi juga efisiensi jarak tempuh. Salah satu cara menilai daya tarik sebuah mobil listrik adalah membandingkan harga jual dengan klaim jarak tempuh baterainya, sehingga terlihat berapa biaya yang harus dikeluarkan konsumen untuk setiap kilometer kemampuan jelajah.

Berdasarkan perhitungan yang disebut dalam data VIVA Otomotif pada Senin, 11 Mei 2026, Geely EX2 menjadi salah satu model dengan rasio paling menarik. Mobil listrik asal China ini memiliki jarak tempuh sekitar 395 kilometer dengan harga mulai Rp239 jutaan on the road Jakarta. Dari hitungan tersebut, biaya yang “dibayar” konsumen berada di kisaran Rp605 ribu per kilometer, menjadikannya salah satu pilihan paling ekonomis di pasar saat ini.

Di posisi berikutnya ada BYD Atto 1, yang mulai mendapat perhatian sejak diperkenalkan di Indonesia. Mobil ini menawarkan jarak tempuh sekitar 300 kilometer dengan harga mulai Rp199 jutaan. Jika dihitung berdasarkan harga dan daya jelajah, nilainya berada di sekitar Rp663 ribu per kilometer. Angka tersebut membuat BYD Atto 1 masuk daftar opsi menarik di segmen entry level kendaraan listrik.

Model lain yang juga mencuri perhatian adalah Neta V-II. Mobil listrik perkotaan ini disebut memiliki daya jelajah hingga 401 kilometer dengan harga sekitar Rp299 juta on the road Jakarta. Rasio harga terhadap jarak tempuhnya berada di kisaran Rp745 ribu per kilometer. Selain efisien, model ini juga dikenal membawa fitur modern dengan harga yang tetap kompetitif.

Sementara itu, Wuling Cloud EV hadir dengan keunggulan kabin luas dan kenyamanan berkendara. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 460 kilometer dengan harga mulai Rp365 jutaan. Dengan kombinasi tersebut, biaya per kilometernya mencapai sekitar Rp793 ribu. Nilai ini menempatkan Wuling Cloud EV sebagai salah satu model menarik di kelas medium EV, terutama bagi konsumen yang mempertimbangkan keseimbangan antara jarak tempuh, harga, dan kenyamanan.

Sudut pandang lain

Daftar ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik di Indonesia mulai bergerak ke arah persaingan nilai, bukan hanya fitur atau merek. Bagi konsumen, perbandingan harga per kilometer jarak tempuh dapat menjadi cara praktis untuk menilai efisiensi awal sebelum mempertimbangkan faktor lain seperti jaringan pengisian daya, biaya perawatan, dan kebutuhan penggunaan harian.

Dari sisi industri, tren ini menandakan produsen semakin serius menekan harga agar mobil listrik lebih mudah dijangkau pembeli pemula. Namun, keputusan pembelian tetap tidak bisa hanya bergantung pada klaim jarak tempuh, karena kondisi berkendara, beban kendaraan, dan pola pemakaian dapat memengaruhi performa baterai di dunia nyata.

Lihat versi asli dari sumber

Jakarta, VIVA – Persaingan mobil listrik di Indonesia kini semakin menarik karena produsen tidak hanya berlomba menghadirkan teknologi baru, tetapi juga efisiensi daya jelajah. Salah satu cara melihat nilai sebuah mobil listrik adalah membandingkan harga jual dengan kemampuan jarak tempuh baterainya.

Semakin kecil biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kilometer jarak tempuh, maka semakin menarik nilai yang ditawarkan kendaraan tersebut. Perhitungan ini diperoleh dari pembagian harga mobil dengan klaim daya jelajah resmi dari pabrikan.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari kalkulasi VIVA Otomotif Senin 11 Mei 2026, salah satu model dengan rasio paling menarik saat ini adalah Geely EX2. Mobil listrik asal China itu memiliki jarak tempuh sekitar 395 kilometer dengan harga mulai Rp239 jutaan OTR Jakarta.

Dengan hitungan tersebut, konsumen hanya mengeluarkan sekitar Rp605 ribu untuk setiap kilometer daya jelajah yang dimiliki mobil tersebut. Angka itu membuat Geely EX2 menjadi salah satu mobil listrik paling ekonomis di pasar Indonesia saat ini.

Posisi berikutnya ditempati BYD Atto 1 yang mulai mendapat perhatian sejak diperkenalkan di Indonesia. Mobil listrik ini menawarkan jarak tempuh sekitar 300 kilometer dengan harga mulai Rp199 jutaan.

Jika dihitung berdasarkan harga dan daya jelajah, biaya yang dikeluarkan berada di kisaran Rp663 ribu per kilometer. Nilai tersebut membuat BYD Atto 1 menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen entry level kendaraan listrik.

Selanjutnya ada Neta V-II yang cukup populer di pasar mobil listrik perkotaan. Model ini menawarkan daya jelajah hingga 401 kilometer dengan harga sekitar Rp299 juta OTR Jakarta.

Rasio harga dibanding jarak tempuh mobil tersebut berada di kisaran Rp745 ribu per kilometer. Selain memiliki efisiensi cukup baik, Neta V-II juga dikenal menawarkan fitur modern dengan harga kompetitif.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pilihan lain datang dari Wuling Cloud EV yang mengandalkan kabin luas dan kenyamanan berkendara. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 460 kilometer dengan harga mulai Rp365 jutaan.

Dengan kemampuan tersebut, biaya per kilometernya berada di kisaran Rp793 ribu. Angka itu membuat Wuling Cloud EV menjadi salah satu model paling menarik di kelas medium EV saat ini.

Dirangkum dari VIVA · oleh Yunisa Herawati

Berita terkait