Corolla DX Lawas Raih Hasil Terbaik di Reli Banua
Di Kejuaraan Nasional Rally 2026 seri pembuka di Banua, Kalimantan Selatan, mobil lawas Toyota Corolla DX berhasil mencuri perhatian dan finis naik podium.
Toyota Corolla DX lawas milik tim Rombengan Motorsport tampil mengejutkan pada Kejuaraan Nasional Rally 2026 seri pembuka di Banua, Kalimantan Selatan. Mobil sedan berpenggerak roda belakang itu berhasil menaklukkan lintasan berat yang dipenuhi batu tajam, lumpur, dan jalan licin akibat hujan deras, lalu finis terdepan di Kelas R1 pada putaran pertama dan kedua.
Pencapaian tersebut diraih oleh duet pembalap asal Bali, Subhana Putra dan Sukma Putra, yang harus melewati 13 special stage dengan kondisi mobil yang tidak ideal. Sejak awal lomba, tenaga mesin Corolla DX dilaporkan turun hingga tersisa sekitar 60 persen. Di tengah kondisi itu, tim juga sempat menghadapi velg pecah serta mobil tergelincir ketika trek berubah makin licin setelah hujan mengguyur area lomba.
Meski menghadapi berbagai kendala, mobil bermesin karburator tersebut tetap mampu bertahan sampai garis finis. Hasil itu menunjukkan bahwa reli bukan hanya mengandalkan tenaga besar atau teknologi modern, melainkan juga ketahanan kendaraan dan kemampuan pembalap membaca karakter lintasan. Menurut Putra, keberhasilan tim merupakan buah kerja bersama sejak persiapan sebelum balapan, saat lomba berlangsung, hingga evaluasi setelahnya.
Di kelas R1, peserta memang menggunakan mobil sedan penggerak roda belakang dengan kapasitas mesin maksimal 1.600cc dan transmisi manual standar. Dengan minim bantuan teknologi elektronik, pembalap dituntut mengandalkan feeling dan kontrol kendaraan secara penuh. Dalam situasi itu, ketenangan dan konsistensi menjadi aspek yang sangat menentukan hasil akhir.
Tantangan lain datang dari karakter lintasan gravel khas Kalimantan Selatan yang dikenal keras terhadap komponen mobil. Usai etape hari kedua, mekanik tim harus bekerja semalaman untuk mengganti knuckle roda depan kanan dan kiri karena bearing mulai rusak. Sukma Putra disebut ikut menjaga ritme balap agar tetap stabil, sementara strategi mengatur waktu dan menghindari penalti turut membantu Corolla DX lawas tersebut tetap kompetitif melawan para pesaingnya.
Sudut pandang lain
Kisah Corolla DX lawas ini menegaskan bahwa reli masih memberi ruang besar bagi faktor ketangguhan mekanis dan keterampilan pengemudi, bukan semata dominasi kendaraan baru. Dalam konteks olahraga otomotif, hasil tersebut juga menunjukkan pentingnya kesiapan teknis tim pendukung ketika menghadapi kondisi lintasan yang ekstrem.
Dari sisi pembinaan, keberhasilan mobil standar bermesin karburator di kelas R1 dapat menjadi pengingat bahwa kompetisi level nasional tetap bisa menjadi ajang pembuktian bagi tim dengan sumber daya terbatas. Di sisi lain, kondisi lintasan yang berat menuntut manajemen risiko dan perawatan kendaraan yang lebih serius agar balapan tetap aman dan kompetitif.
Lihat versi asli dari sumber
Banua, VIVA – Reli identik dengan mobil modern berteknologi tinggi, mesin bertenaga besar, dan sistem elektronik canggih. Namun di Kejuaraan Nasional Rally 2026 seri pembuka di Banua, Kalimantan Selatan, mobil lawas Toyota Corolla DX justru mencuri perhatian.
Sedan tua berpenggerak roda belakang itu sukses menaklukkan lintasan ekstrem yang dipenuhi batu tajam, lumpur, dan jalur licin akibat hujan deras. Hasilnya tidak main-main, Corolla DX milik tim Rombengan Motorsport mampu finis terdepan di Kelas R1 pada putaran pertama dan kedua.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Duet pembalap asal Bali, Subhana Putra dan Sukma Putra, menjadi aktor utama di balik pencapaian tersebut. Keduanya harus melewati 13 special stage dengan kondisi mobil yang sebenarnya tidak dalam performa terbaik.
Sejak awal lomba, tenaga mesin Corolla DX dilaporkan turun drastis hingga hanya tersisa sekitar 60 persen. Di tengah tekanan medan berat, tim juga sempat menghadapi insiden velg pecah dan mobil tergelincir akibat trek yang berubah licin setelah hujan.
Meski begitu, mobil lawas bermesin karburator itu tetap mampu bertahan hingga garis finis. Kondisi tersebut justru memperlihatkan bahwa reli bukan hanya soal tenaga besar, tetapi juga ketahanan mobil dan kemampuan pembalap membaca lintasan.
“Kemenangan ini hasil kerja bersama, mulai dari persiapan sebelum lomba, saat balapan berlangsung, sampai setelahnya. Semua tim bekerja luar biasa,” ujar Putra dalam keterangannya.
Di kelas R1 sendiri, peserta memang menggunakan mobil sedan penggerak roda belakang dengan mesin maksimal 1.600cc dan transmisi manual standar. Artinya, minim bantuan teknologi modern membuat pembalap harus benar-benar mengandalkan feeling dan kontrol kendaraan.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tantangan terbesar justru datang dari kondisi lintasan gravel khas Kalimantan Selatan yang terkenal keras terhadap komponen mobil. Bahkan setelah etape hari kedua selesai, mekanik tim harus bekerja semalaman mengganti knuckle roda depan kanan dan kiri akibat bearing yang mulai rusak.
Sukma Putra juga dinilai berperan besar dalam menjaga ritme balap tetap stabil sepanjang perlombaan. Strategi menjaga waktu dan menghindari penalti menjadi faktor penting yang membantu Corolla DX lawas itu tetap kompetitif melawan peserta lain.
Berita terkait

Setjen MPR Evaluasi LCC Empat Pilar dan Siapkan Lomba Ulang
Plt Sekjen MPR menjelaskan penonaktifan juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar. Evaluasi mendalam dilakukan untuk memastikan independensi dan transparansi.
/data/photo/2026/05/12/6a0271d039198.png)
MPR Putuskan Final LCC Empat Pilar Kalbar Diulang
MPR memutuskan mengulang final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar yang menjadi sorotan publik. MPR bantah ada keberpihakan juri dalam lomba ini

MPR Pelajari Gugatan atas LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat
Pimpinan dan Sekretaris Jenderal MPR mengaku belum mengetahui ihwal gugatan penyelenggaraan LCC empat pilar di Kalimantan Barat.
Polri Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya menargetkan Polri membangun 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Perlambatan nikel dinilai menekan ekonomi kawasan tambang
Pemerintah bicara tentang nasionalisme, kedaulatan sumber daya alam, tentang bagaimana Indonesia tidak boleh lagi dijajah asing melalui ekspor bahan mentah termasuk nikel
Leo/Daniel Lolos ke Final Thailand Open 2026
Leo/Daniel sukses lolos ke final Thailand Open 2026 usai mengalahkan pasangan dari perwakilan China He Ji Ting/Ren Xiang Yu dua gim langsung di Bangkok.