Pedagang Tempe di Pacitan Diserang Cairan Diduga Air Keras
Polres Pacitan menyelidiki kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap seorang pedagang tempe bernama Eko Susanto di Pacitan pada Rabu 13 Mei 2026.
Seorang pedagang tempe bernama Eko Susanto menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, pada Rabu pagi. Polisi setempat kini menyelidiki peristiwa tersebut setelah menerima laporan dari warga dan mulai mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku serta motifnya.
Kompol Prabowo selaku Pamenwas Polres Pacitan mengatakan kasus itu masih dalam penanganan kepolisian. Aparat belum mengungkap identitas terduga pelaku, namun pemeriksaan awal sudah dilakukan untuk menelusuri kronologi kejadian dan memastikan jenis cairan yang digunakan dalam serangan tersebut.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Plugon, Desa Pagerrejo, Kecamatan Ngadirojo. Akibat penyiraman itu, Eko mengalami luka pada bagian mata, telinga, dan dada. Peristiwa bermula saat ia hendak mengambil dagangan menuju Pasar Ngadirojo dan melintas di jalan area persawahan Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo.
Menurut keterangan anak korban, Sela Dewi Agustina, sang ayah dihentikan oleh dua orang tak dikenal saat berada di jalan pinggir sawah. Salah satu pelaku disebut sempat berpura-pura memberi tahu ada titipan sebelum keduanya mendekati korban. Setelah korban berhenti, dua orang yang memakai jas hujan dan helm itu langsung menyiramkan cairan dari dalam botol ke arah tubuhnya.
Usai kejadian, korban mendatangi Polsek Ngadirojo untuk meminta pertolongan. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Ngadirojo sebelum dirujuk ke RSUD dr Darsono Pacitan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Polisi masih menelusuri apakah serangan tersebut terkait persoalan pribadi, tindak kriminal spontan, atau memiliki motif lain yang sengaja disembunyikan pelaku.
Sudut pandang lain
Kasus ini menyoroti kerentanan pelaku usaha kecil yang beraktivitas sejak pagi di jalur sepi, terutama di kawasan pedesaan yang minim pengawasan. Serangan terhadap pedagang juga dapat berdampak pada rasa aman warga dan kelancaran distribusi barang ke pasar tradisional.
Dari sisi penegakan hukum, penyelidikan cepat penting untuk mencegah spekulasi dan memberi kepastian kepada keluarga korban. Jika motif pelaku segera terungkap, aparat dapat menentukan apakah kasus ini berkaitan dengan kekerasan terencana atau tindakan kriminal lain yang memerlukan penanganan lebih luas.
Lihat versi asli dari sumber
Pacitan , VIVA – Kepolisian Resor (Polres) Pacitan menyelidiki kasus penyiraman cairan yang diduga air keras terhadap seorang pedagang tempe bernama Eko Susanto di wilayah Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, Rabu pagi.
Pamenwas Polres Pacitan Kompol Prabowo, di Pacitan, Jawa Timur, mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami telah menerima laporan warga. Saat ini masih dalam penanganan,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknga juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap pelaku serta motif penyiraman cairan tersebut.
Sebagai informasi, korban yang bernama Eko Susanto, tersebut merupakan warga Dusun Plugon, Desa Pagerrejo, Kecamatan Ngadirojo. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka pada bagian mata, telinga, dan dada.
Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengambil dagangan menuju Pasar Ngadirojo. Korban diduga diserang dua orang tidak dikenal di jalan area persawahan Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo.
Anak korban bernama Sela Dewi Agustina mengatakan bahwa ayahnya dihentikan oleh dua orang tidak dikenal saat melintas di jalan pinggir sawah wilayah Desa Wiyoro.
Menurut dia, pelaku sempat berpura-pura menyampaikan titipan sebelum menghentikan korban di tengah perjalanan.
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pelaku mengaku ada titipan. Setelah bapak berhenti, dua orang yang memakai jas hujan dan helm langsung menyiramkan cairan dari dalam botol,” ujarnya.
Usai kejadian, korban mendatangi Polsek Ngadirojo untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Ngadirojo dan dirujuk ke RSUD dr Darsono Pacitan untuk menjalani perawatan medis. (Ant)
Berita terkait

RSCM: Kondisi Andrie Yunus Stabil, Aktivitas Masih Dibatasi
RSCM menyatakan aktivitas Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus masih terbatas.
/data/photo/2026/05/14/6a05e89355f9f.jpg)
Omzet Pedagang Alat Kesehatan di Pasar Pramuka Turun
Alkes yang mengalami kenaikan signifikan adalah yang terbuat dari bahan plastik, seperti apron atau celemek sekali pakai.

WNA Dijambret di Bundaran HI, Polisi Kejar Pelaku
Video viral menunjukkan seorang WNA dijambret di Bundaran HI, Jakarta. Polisi sedang mengejar pelaku dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
/data/photo/2026/05/13/6a0441feee119.jpg)
Pemkot Bekasi bantu pendidikan anak pedagang tahu yang tewas
Pemkot Bekasi akan menanggung biaya pendidikan anak pedagang tahu yang tewas tertabrak mobil berstiker SPPG.

Terdakwa penyiraman air keras ke Andrie Yunus minta tetap berdinas di TNI
Terdakwa I mengaku menyesali perbuatannya yang telah menyiramkan cairan campuran pembersih karat dan air aki ke Andrie Yunus
Terdakwa Akui Emosi Usai Lihat Video Interupsi Andrie Yunus
Fakta baru terungkap dalam sidang perkara penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Salah satu terdakwa, anggota Denma BAIS TNI mengaku tersulut emosi.