Live|
OkezoneVersi JafmoNewsNegatif13 Mei 2026 pukul 22.04

Indri Wahyuni Disorot Usai Polemik Penilaian LCC 4 Pilar

Segini kisaran gaji dan kekayaan Indri Wahyuni, Juri yang permasalahkan artikulasi di LCC 4 Pilar MPR Kalbar. Indri Wahyuni menjadi salah satu juri ramai diperbincangkan usai memberikan tanggapan kepada peserta lomba cerdas cermat saat mengajukan protes.

Indri Wahyuni Disorot Usai Polemik Penilaian LCC 4 Pilar

Indri Wahyuni menjadi sorotan setelah namanya ramai dibicarakan usai terlibat dalam polemik penilaian pada LCC 4 Pilar MPR di Kalimantan Barat. Peristiwa itu mencuat ketika ia menanggapi protes peserta lomba cerdas cermat yang mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap jawaban dua regu dalam satu sesi lomba.

Insiden berawal saat pembawa acara mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMAN 1 Pontianak langsung menekan bel dan mencoba menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD serta diresmikan oleh presiden. Namun, jawaban itu dinyatakan salah dan regu tersebut dikenai pengurangan lima poin.

Ketika pertanyaan yang sama dibacakan kembali, Grup B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang disebut sama persis dengan jawaban regu C. Kali ini, jawaban tersebut dinilai benar oleh juri dan regu B memperoleh nilai sepuluh. Situasi ini memicu protes dari regu C karena mereka merasa telah memberikan jawaban yang sama pada kesempatan pertama.

Menanggapi keberatan itu, salah satu peserta regu C menyatakan bahwa jawaban yang mereka berikan identik dengan jawaban regu B. Namun, juri menilai regu C tidak menyebutkan unsur "pertimbangan DPD" dalam jawabannya. Dari potongan video yang beredar di media sosial, respons Indri Wahyuni terhadap protes tersebut ikut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan penilaian teknis atas artikulasi jawaban peserta.

Sudut pandang lain

Kasus ini menunjukkan pentingnya konsistensi penilaian dalam lomba akademik, terutama saat jawaban peserta dinilai sangat bergantung pada redaksi yang diucapkan. Dalam kompetisi seperti cerdas cermat, perbedaan kecil pada penyebutan istilah dapat berpengaruh langsung pada skor, sehingga kejelasan kriteria penjurian menjadi krusial.

Di sisi lain, sorotan publik terhadap juri juga menggambarkan bagaimana potongan video di media sosial dapat memperbesar perdebatan mengenai objektivitas dan transparansi lomba. Peristiwa ini dapat menjadi pengingat bagi penyelenggara agar memastikan pedoman penilaian disampaikan secara rinci kepada juri dan peserta sejak awal.

Lihat versi asli dari sumber

JAKARTA - Segini kisaran gaji dan kekayaan Indri Wahyuni , Juri yang permasalahkan artikulasi di LCC 4 Pilar MPR Kalbar. Indri Wahyuni menjadi salah satu juri ramai diperbincangkan usai memberikan tanggapan kepada peserta lomba cerdas cermat saat mengajukan protes.

Dia merespons protes yang diajukan dengan membicarakan soal artikulasi dalam saat memberikan jawaban. Dalam potongan video yang beredar di media sosial, insiden ini bermula ketika pembawa acara memberikan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Setelah selesai membacakan pertanyaan, regu C dari SMAN 1 Pontianak bergegas cepat menekankan bel yang menandakan kelompok itu siap menjawab.

Salah satu siswa SMAN 1 Pontianak, lantas menjawab pertanyaan tersebut bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD serta diresmikan oleh presiden. Namun jawabannya dinyatakan salah.

Alhasil regu C mendapatkan pengurangan nilai minus lima. Kemudian, pertanyaan yang sama dibacakan kembali, dan Grup B dari SMAN 1 Sambas menyambar jawaban tersebut.

Namun yang mengejutkan, jawaban dari grup B ternyata sama persis seperti yang dijawab oleh grup C. Juri pun kemudian membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai sepuluh kepada grup B.

Mengetahui hal tersebut, grup C, lantas memprotes kebijakan dewan juri. Sebab grup C menilai jawaban tersebut sebelumnya telah mereka sampaikan. "Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti regu B," kata peserta grop C.

Juri menyebut Grup C tidak menyebutkan adanya 'pertimbangan DPD'.

© 2007 - 2026 Okezone.com, All Rights Reserved

Dirangkum dari Okezone · oleh https://www.facebook.com/OkezoneCom

Berita terkait